More Than Words

More Than Words
Lost



Ada banyak definisi tentang cinta di dunia. Ada banyak ekspresi yang meluap untuk menggambarkan perasaan mencintai. Ada banyak perayaan dan hingar bingar yang menyertai momen-momen penyataan cinta.


Hal itu terlihat hari ini. Sebuah Recital Hall di dekor begitu indah, dalam dominasi warna putih. Lampu-lampu hias berwarna biru hangat, dipadukan dengan ratusan bunga lili putih dalam balutan kain berwarna perak, semakin mempercantik ruangan itu. Siapapun yang hadir tentu bisa menilai bahwa dekorasi ruangan ini lebih cocok menggambarkan suasana pernikahan dibandingkan dengan suasana konser.


Hari ini adalah hari yang paling mendebarkan bagi seorang Frans Moreno. Laki-laki itu telah menyiapkan segala sesuatunya untuk melamar gadisnya. Sebuah konser musik, yang mendeskripsikan tentang kekasih terpilih dan perasaan cintanya kepada gadis itu.


Seluruh penonton, kini telah memasuki ruangan dan telah menempati tempat mereka masing-masing. Aura bahagia terpancar dari mata para penonton yang hadir, kecuali satu orang laki-laki yang duduk di sudut bagian belakang.


Sesuai dengan janjinya, Jericho hadir dalam konser yang diselenggarakan oleh Frans. Meski, wajahnya tidak sesegar biasanya, tetapi aura tampannya tidaklah memudar. Kantung matanya yang menghitam menandakan laki-laki itu tidak istirahat dengan baik semalam.


Jericho gelisah. Banyak pertanyaan muncul di dalam hatinya saat ini. Bagaimana jika Andrea benar-benar menerima Frans? Apakah hari ini ia harus melepas Andrea untuk Frans? Apakah benih cinta yang baru tertanam di hatinya itu, harus hancur karena takdir yang tidak berpihak padanya? Keputusan Andrea yang akan menentukan segalanya. Jericho hanya berusaha menyiapkan hatinya untuk menghadapi situasi apapun, yang akan terjadi beberapa waktu ke depan.


-------------------


“Apakah ada yang lebih meneduhkan dari tatapan seorang manusia perempuan? Dibelainya bimbang dari sudut kerling netranya. Dilawatnya asa dalam deru air mata. Disibakkannya hati yang gamang dalam sorotan indera pandangnya,” ucap Frans membacakan bait pertama puisi berjudul ‘Manusia Perempuan’ yang telah dibuat Andrea.


“Apakah ada yang lebih tak terselami dari sukma seorang manusia perempuan? Dalam atmanya ada kekuatan untuk bertahan. Dalam nafasnya kau rengkuh sebuah kehidupan. Sebuah keabadian di dalam keabadian. Apakah ada yang lebih lembut dari sentuhan seorang manusia perempuan? Sebuah candu bagi jiwa-jiwa kesepian melekat dalam sebuah genggaman. Bahasa cinta terselubung menyatu dalam dekapan. Keperkasaan yang terbalut dalam kemasan ketidakberdayaan.” Sebuah lagu berjudul ‘I Belong to Me ’, yang dipopulerkan oleh Andre Rieu kemudian dimainkan sebagai sebuah lagu pembuka.


Ratusan penonton yang hadir terdiam. Mereka begitu menikmati lagu demi lagu yang dimainkan. Beberapa orang terlihat menutup matanya, mereka memekakan perasaannya, hingga dapat menghayati lagu demi lagu. Musik dan puisi saling berbalas mulai dari lagu pertama, ke-dua, dan seterusnya hingga lagu yang ke-tujuh selesai dimainkan.


“Konser malam ini ‘Music and Poetry ’ sesungguhnya saya persembahkan untuk seorang gadis yang sangat saya cintai. Konser ini adalah sebuah gambaran tentang dirinya. Seorang perempuan nan anggun, sederhana, penuh cinta, dengan sejuta mimpinya terhadap musik dan puisi. Sebelum saya memainkan lagu yang terakhir, I will present to all of you, my first and endless love, my white Lily, my Elaine, Miss Andrea Williams, please, step forward! ” Semua penonton bertepuk tangan menyambut Andrea.


Saat ini, Andrea mengenakan sebuah gaun malam panjang berwarna silver dengan potongan dada rendah. Sebuah kalung berlian pemberian kekasihnya juga melingkar di leher putihnya. Gadis itu sangat memukau malam ini.


Andrea maju ke depan dengan menyunggingkan senyuman, meski ia merasa aneh sebab Frans berbicara tidak sesuai dengan script yang telah dibuat sebelumnya. Andrea masih bingung dengan perubahan yang terjadi. Ia tidak mendapat pemberitahuan apapun tentang bagian ini, namun Andrea berusaha tetap professional.


“Ms. Andrea akan menemani saya memainkan sebuah lagu yang terakhir. Tetapi sebelum itu ada yang ingin saya sampaikan.” Frans diam sejenak, menjeda ucapannya.


Laki-laki itu kemudian berlutut di hadapan Andrea dan mengeluarkan sebuah kotak berisi sebuah cincin berlian dari dalam sakunya. Andrea menutup mulutnya karena terkejut dengan tindakan Frans. Mata gadis itu pun langsung berkaca-kaca.


Dari belakang panggung, Jurgen Clinton, penyanyi idola Andrea muncul ke depan membawakan sebuah lagu berjudul ‘I Finally Found Someone’. Jurgen Clinton mengiringi Frans yang tengah mengucapkan permohonan kepada gadisnya.


“Aku telah meletakkan hatiku pada sebuah jiwa yang murni, dan mencintainya dengan begitu gila. Aku mencintaimu melebihi diriku, hingga aku tak akan marah saat nafas ini terenggut untukmu. Aku telah menemukanmu sebagai bagian diriku yang hilang sejak lama,” Andrea meneteskan air matanya.


“Aku mencintaimu Elaine dengan seluruh hatiku. Bersediakah kamu hidup bersamaku, menghabiskan sisa waktu yang tersedia bagi kita, mendewasa bersama dalam sebuah cinta yang sederhana?” Frans mengucapkan dengan sungguh-sungguh.


Andrea belum menjawab hingga lagu yang dinyanyikan oleh Jurgen Clinton hampir selesai. Mata gadis itu tiba-tiba melihat pada sudut belakang bangku penonton. Ia menemukan seorang laki-laki di sana. Air mata gadis itu tidak henti-hentinya mengalir dari ujung netranya. Andrea terlihat berpikir. Beberapa kali ia memandang Frans dan memandang laki-laki di sudut belakang bangku penonton itu, hingga sorot matanya memancarkan sebuah keyakinan. Gadis itu telah memutuskan sesuatu.


“Aku bersedia!” Frans seketika tersenyum bahagia. ia menyematkan cincin di jari manis Andrea.


Frans segera berdiri, memeluk dan mencium mesra gadisnya di hadapan semua orang. Semua penonton pun ikut berdiri sambil bertepuk tangan, kecuali seorang laki-laki yang nampaknya masih duduk dan terdiam di sudut bagian belakang, hingga ia menyadari sesuatu dan meninggalkan tempat itu.


Acara berlanjut dengan penampilan duet piano dan cello yang dibawakan oleh Frans dan Andrea. Sebuah lagu terakhir berjudul ‘Truly ’ mengalun dengan sangat manis. Para penonton nampak puas dengan keindahan yang mereka saksikan di atas panggung. Keindahan yang dipancarkan atas dasar kasih, yang lahir dari sepasang anak manusia.


---------------


Brukkk…..


“Maaf , aku tidak sengaja.” Jericho menabrak seorang gadis, saat hendak pergi meninggalkan Recital Hall.


“Laki-laki ini?” Norah berucap di dalam hatinya.


“Aku harus segera pergi, maaf sekali lagi.” Jericho langsung meninggalkan Norah yang mematung sejenak.


“Jantungku, kenapa jadi begini?” Norah memegang dadanya, karena jantungnya berdetak tidak beraturan.


--------------


Di sebuah taman kota, seorang laki-laki bermata hijau duduk sendiri dan merenung. Di sampingnya nampak sebuah tas biola, yang biasanya ia bawa kemana saja ia pergi. Setelah cukup lama terdiam, ia membuka tas biola itu dan mengeluarkan isinya.


Ia menggesek biolanya memainkan sebuah lagu berjudul ‘She’s Out of My Life’ ditemani gerimis yang tiba-tiba muncul malam itu. Gerimis yang seakan mampu membaca hatinya malam ini. Gerimis yang menyamarkan titik-titik air mata yang tanpa persetujuan keluar dari sudut matanya. Gerimis itu menjadi saksi dari perubahan seorang laki-laki yang dulunya tidak percaya kepada cinta, tetapi sekarang justru terhilang dalam pusaran cinta itu.


Malam itu Jericho belajar satu hal. Manusia bisa menunggu cinta. Manusia mungkin bisa menyeret jiwanya dalam sebuah arus penantian cinta yang panjang, tetapi cinta itu sendiri tidak pernah menunggu. Jericho terlambat memahami hal ini. Ia telah kehilangan gadisnya.


------


Halo everyone! Jangan lupa like, vote comment dan rate-nya! See you on the next chapter!