More Than Words

More Than Words
I Do!



*Empat Minggu Kemudian*


Puluhan pasang mata menatap ke arah pintu masuk sebuah chapel, yang telah dihiasi dengan beberapa varietas bunga. Ratusan Mawar segar yang dipadukan dengan keindahan Anyelir berwarna putih lebih dominan menghiasi ruangan itu. Lampu-lampu berwarna biru hangat juga ditambahkan untuk memberikan kesan elegan.


Saat ini, seorang gadis sudah berdiri di ambang pintu sambil didampingi oleh ayahnya. Gadis itu terlihat anggun dalam balutan sebuah gaun pengantin berwarna putih, yang melekat pas ditubuhnya.


Ekspresi bahagia juga terlihat jelas di wajah cantik gadis itu. Ia tidak pernah berhenti tersenyum kepada semua orang yang bertatapan langsung dengannya.


Sebuah lagu berjudul ‘I Choose You ’ yang dipopulerkan oleh Ryann Darling dinyanyikan oleh singer untuk mengiringi langkah gadis itu menuju ke altar. Di depan sana telah menanti, seorang laki-laki bermata hijau, dengan rambut panjang sebahu, yang telah diikat dengan rapi. Laki-laki itu juga nampak gagah dalam balutan Tuxedo berwarna hitam.


Sepanjang gadis itu berjalan, mereka berdua tidak henti-hentinya saling berpandangan dalam rasa kagum dan cinta yang mendalam. Perasaan yang telah lama dirasakan kini dikecap manis pada akhirnya.


🎵🎶🎵🎶


You’re my always, you’re my forever


You’re my reality


You’re my sunshine, you’re my best times, You’re my anomaly


Mempelai wanita terus melangkah tanpa ragu sambil menatap mempelai pria dengan penuh cinta. Ia sangat bersyukur bisa memiliki laki-laki itu.


Sejujurnya, ia sungguh tidak menyangka bahwa sebentar lagi mereka akan bersatu dalam sebuah ikatan suci. Masih jelas melekat dalam ingatan gadis itu, bagaimana peristiwa beberapa minggu yang lalu, telah membuat mereka berdua sangat ketakutan. Mereka sungguh takut cinta mereka tidak bisa dipersatukan. Kisah cinta yang dramatis ini, untungnya dapat berakhir dengan indah.


 


**Awal Kilas Balik**


 


“Daddy, mommy, uncle, aunty, perkenalkan! Ini Andrea, tunangan saya!” Jericho mengucapkannya tanpa ragu-ragu. Kedua orang tua Jericho sangat terkejut mendengar ucapan anak bungsunya itu.


“Bagaimana kalian bisa?” Veronica menghentikan ucapannya saat seorang pelayan restaurant menghampiri mereka.


“Maaf mengganggu. Mr. dan Mrs. Anderson, meja anda sudah siap dan bisa ditempati sekarang,” ucap pelayan itu kepada kedua orang tua Fergie.


“Baiklah! David dan Veronica, terima kasih karena telah mengijinkan kami menunggu di sini sampai meja kami siap. Oya, selamat atas pertunangan anak kalian,” kata ayah Fergie sambil menyodorkan tangannya untuk memberi selamat kepada kedua orang tua Jericho, diikuti oleh istri dan anak perempuannya.


Mr. Anderson sekeluarga juga menghampiri Andrea dan Jericho untuk mengucapkan selamat. Tidak pernah disangka oleh sepasang kekasih itu, Fergie justru terlihat bahagia saat mendengar kabar bahwa sahabatnya telah bertunangan dengan mantan kekasihnya. Ia bahkan memeluk Andrea cukup lama. Hal ini semakin membuat Jericho dan Andrea bingung.


Saat ini keluarga Fergie sudah melangkah meninggalkan mereka, hendak menuju ke tempat yang telah disediakan. Tiba-tiba ayah Fergie kembali menghampiri Jericho dan berbisik, “sebenarnya saya sangat berharap kamu menjadi menantu saya, tapi sepertinya kalian belum berjodoh. Semoga kamu berbahagia, nak!”


Setelah selesai membisikkan kalimat itu, Mr. Anderson menepuk pundak Jericho, sementara Jericho hanya membalasnya dengan senyuman. Laki-laki paruh baya itu pun pergi menyusul keluarganya.


Jericho masih mencoba memahami apa yang sedang terjadi. Laki-laki itu kemudian menatap ayah dan ibunya dengan tatapan yang mengintimidasi. Jericho butuh penjelasan mereka sekarang.


“Ane!” Veronica menyapa sambil melambaikan tangan, saat melihat seorang wanita paruh baya, baru saja datang bersama suaminya.


“Veronica, maaf kami sedikit terlambat,” ucap Marry Anne Williams yang biasa disapa Ane oleh Veronica sejak mereka masih bersekolah dulu.


“Aku rasa kita semua sudah berkumpul di sini. Sebaiknya kita segera memulai acara makan malam kita,” ucap David kepada semua orang yang duduk semeja dengannya.


“Tunggu-tunggu! Mommy, bukannya mommy berniat menjodohkan aku dengan Fergie?” Jericho bertanya karena sangat penasaran dengan apa yang sebenarnya terjadi.


“Fergie yang tadi? Jadi kamu selama ini berpikir bahwa mommy menjodohkanmu dengan Fergie?” Veronica berbicara kepada Jericho dan menatap mata anak laki-lakinya itu dengan penuh tanda tanya.


Jericho menganggukkan kepala. Ia masih menunggu jawaban ibunya.


“Mommy tidak pernah menjodohkanmu dengan Fergie. Mommy menjodohkanmu dengan anak teman mommy yang bernama Ane dan inilah orangnya,” ucap Veronica sambil menunjuk Marry Anne Williams.


“Tapi, bukankah mommy bilang bahwa aku dan dia pernah memiliki masa lalu?” Jericho masih merasa janggal dengan informasi yang baru saja diterimanya.


“Iya, kalian berdua kan sudah saling mengenal sebelumnya. Andrea adalah partner-mu di sekolah dulu. Kalian sama-sama pernah mengikuti lomba karya ilmiah, bahkan terlihat cukup dekat waktu itu,” jawab Veronica kepada putra bungsunya.


“Jadi aku dijodohkan dengan Andrea?” Jericho menatap ayah dan ibunya lagi.


“Iya, J. Kami menjodohkanmu dengan anak dari Mr. Evan Williams dan Mrs. Marry Anne Williams yang bernama Andrea Elaine Williams,” ucap David sambil tersenyum menatap wajah anak bungsunya yang terlihat lucu karena kebingungan.


"Kami belum memberitahunya. Kami punya alasan tersendiri," jawab Ane kepada sahabatnya.


"Jadi, kalian berdua sama-sama tidak tahu," ucap Veronica menyimpulkan.


Sepasang kekasih itu kompak menganggukkan kepala. Mereka memang tidak tahu bahwa perjodohan itu diadakan untuk keduanya.


"Maka dari itu Jericho Marthen Laurent, jika mommy-mu ini berbicara, dengarkan baik-baik dan jangan memotong!" Veronica mencubit lengan Jericho karena gemas.


Andrea sudah mengerti sekarang. Jericho telah salah paham dengan maksud orang tuanya. Kini gadis itu hanya tersenyum melihat wajah kekasihnya. Jericho benar-benar terlihat bodoh di depan keluarga mereka.


“Begini Evan dan Ane, sebelumnya aku minta maaf. Aku rasa kita harus membatalkan perjodohan ini karena anak bungsuku, Jericho tidak mau dijodohkan dengan putrimu.” David memainkan sandiwara untuk menggoda putranya. Ia menatap Evan sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Benarkah? Aku sudah memiliki firasat buruk sebelumnya. Aku sempat ragu apakah putramu yang tampan ini mau menerima putriku yang biasa saja. Aku sengaja belum memberi tahu karena aku takut putriku akan berharap dan terluka. Ia sudah pernah gagal menikah sebelumnya, aku tidak mau melihatnya kecewa lagi," ucap Evan dengan serius padahal sebenarnya ia ikut dalam skenario David.


“Aku mau Dad. Aku meralat penolakanku,” jawab Jericho dengan cepat sebelum semuanya menjadi semakin kacau.


“Bukankah kamu mengatakan bahwa kamu tidak suka dijodohkan J? Bagaimana perasaan tunanganmu jika tahu bahwa kamu memutuskan menerima perjodohan ini?” Veronica ikut memainkan perannya sambil menahan tawa. Ia sangat puas menggoda putra bungsunya malam ini.


"Tunangan?" Ane menatap Veronica dengan aneh dan bingung. Ia datang terlambat sehingga tidak mengetahui ucapan Jericho di awal pertemuan mereka.


“Jika wanita yang dijodohkan denganku adalah Andrea, maka aku mau menerimanya. Aku sudah lama mencintai Andrea. Jadi, jangan bercanda lagi mom,” tutur Jericho malu-malu sambil memegang erat tangan Andrea.


“Saya yakin tunangan Jericho tidak akan marah, tetapi sepertinya saya tidak bisa menerima perjodohan ini, aunty. Saya merasa Jericho lebih berharap dijodohkan dengan Fergie daripada dengan saya. Ia sampai harus memastikan berkali-kali mengapa bukan Fergie yang dijodohkan dengannya," kata Andrea masih ingin menyambung pembicaraan. Gadis itu tidak mau ketinggalan menggoda kekasihnya.


“Jangan bicara sembarangan, An! Jika kamu masih bicara seperti itu aku akan menikahimu malam ini juga,” ucap Jericho diakhiri dengan tawa seluruh orang yang ada di meja itu.


**Akhir Kilas Balik**


🎵🎶🎵🎶


And I choose you in a hundred lifetimes


I’d choose you in a hundred world’s


I’d find you


Andrea memperoleh kembali kesadarannya, saat mendengar singer menyanyikan bagian bridge lagu itu. Gadis itu kini telah berdiri di samping Jericho.


Mr. Evan hendak menyerahkan Andrea kepada Jericho. Namun, sebelum itu ia sempat membisikkan sesuatu ke telinga laki-laki itu.


“Aku menyerahkan kepadamu milikku yang paling berharga. Aku berharap kamu akan menjaganya lebih baik dari yang bisa aku lakukan.” Mr. Evan memeluk Jericho sambil meneteskan air mata.


Laki-laki paruh baya itu tidak segera melepaskan pelukannya. Jericho bisa merasakan betapa ayah mertuanya ini sangat mencintai putrinya.


Andrea mengusap pundak ayahnya. Gadis itu ikut menangis melihat reaksi laki-laki paruh baya itu. Mr. Evan melepaskan pelukannya kepada Jericho dan beralih memeluk putrinya sebelum ia mundur dan menempati tempat yang sudah disediakan.


Kini mereka berdua sudah berdiri di hadapan altar. Pendeta telah memimpin jalannya upacara pemberkatan nikah. Mereka juga telah mengucapkan janji suci di hadapan Tuhan seraya disaksikan oleh seluruh keluarga, kerabat, dan para tamu undangan yang hadir.


🎵🎶🎵🎶


And I'd say, 'I do' for the rest of my life


With all that I have, 'I do' and I will


When the sky is falling


I promise you, I'm all in. No turning back!


Every day, Every moment


Every breath you take... I choose you!


----------


Halo-halo, mohon maaf, saya baru sadar semalam saya sempat salah masukkan File. Semoga anda tidak membaca file yang salah itu. Happy reading. Jangan lupa dukung terus cerita ini!