
Sakit adalah sebuah istilah yang diberikan kepada suatu kondisi tidak normal dalam tubuh, yang membuat si penderita merasa tidak nyaman. Inilah yang terjadi kepada Andrea saat ini. Sepertinya asam lambungnya kambuh lagi. Suhu tubuh Andrea meningkat dan ia sering mengeluarkan keringat dingin. Ulu hatinya terasa perih, seperti ditusuk ribuan pisau.
Bagaimana tidak? Sudah dua malam Andrea tidak tidur dengan baik. Dua malam sebelumnya, ia tidak bisa terlelap karena memikirkan sikap manis Jericho di Bioskop dan di dalam mobil. Mulai dari insiden dipeluk saat jatuh, sabuk pengaman mobil yang sulit dibuka, dahi yang terbentur, sampai gaun malam yang ukurannya pas tanpa dicoba. Sikap manis yang ditunjukkan Jericho, membuat Andrea mulai berangan-angan kembali. Ia membayangkan betapa bahagia dirinya, jika bisa memiliki Jericho.
Andrea lagi-lagi kesulitan memejamkan matanya semalam. Kali ini penyebabnya berbeda. Hatinya hancur saat melihat adegan ciuman laki-laki yang dicintainya sejak lama itu dengan wanita lain. Gadis itu tidak menyangka bahwa singa betina yang ditemuinya kapan hari adalah benar-benar kekasih Jericho. Sosok perempuan yang sangat berbeda karakter dengan dirinya.
Andrea berpikir, jika benar wanita itu adalah tipe Jericho, maka sudah pasti ia tidak memiliki harapan. Dia bukan seorang wanita yang memiliki sex appeal yang tinggi. Dia bukan tipe wanita yang sangat percaya diri dengan pakaian-pakaian terbuka yang menempel di tubuhnya, kemanapun ia pergi. Dia juga bukan seseorang yang akan menggunakan beragam kosmetik untuk sekedar terlihat menawan di hadapan laki-laki.
Sejujurnya, Andrea pernah beberapa kali merasa lelah menanti Jericho. Rasa cinta itu sungguh menyiksanya. Semua pikiran, impian, dan angan bersama Jericho hanya membuat ia menjadi stress. Namun, ia tidak bisa atau bahkan tidak mau berhenti mencintai laki-laki itu. Akhirnya, semua itu mempengaruhi kondisi psikisnya dan berdampak pada kondisi fisiknya. Penyakit asam lambung yang dideritanya, sebenarnya merupakan bentuk dari gangguan psikosomatis yang dialaminya.
-----------------
“Hooeeekkk…… Hoeekkkk………” Andrea mengeluarkan isi perutnya dengan sisa-sisa tenaga yang dimilikinya.
Frans yang pagi itu langsung datang ke apartment Andrea untuk mengantarkan obat, kini sedang menemaninya berdiri di depan wastafel dan memijit-mijit pundaknya.
“Apakah sakit sekali, Elaine?” Frans mencoba mengetahui apa yang dirasakan Andrea saat ini.
“Setelah dimuntahkan, agak ringan. Tidak apa-apa Frans, aku hanya butuh istirahat sebentar.” Andrea memberi tahu kondisinya kepada Frans.
“Apa mau ke dokter saja?” Frans menawarkan.
“Tidak perlu. Aku sudah biasa seperti ini. Ini akan sembuh, setelah aku meminum obat. Terima kasih sudah membelikannya untukku. Aku harus segera pulih, besok kita akan gladi bersih kan?“ Andrea teringat dengan janjinya pada Jericho.
“Kau tidak perlu memikirkan itu. Sekarang yang paling penting adalah kesehatanmu,” ucap Frans kepada Andrea.
Andrea tidak meneruskan percakapan itu. Dia bergegas kembali ke tempat tidurnya. Dia benar-benar butuh membaringkan diri saat ini.
“Kau mau aku buatkan bubur lagi? Kau sudah memuntahkan semuanya, perutmu kosong sekarang. Makan lagi ya?” Frans menawarkan dengan lembut.
“Aku ingin tidur Frans. Nanti saja setelah bangun tidur, aku langsung minum obat dan makan,” jawab Andrea.
“Baiklah, pejamkan matamu! Aku akan ke dapur dan membuat bubur, supaya begitu kau bangun, aku tinggal memanaskan sebentar.” Frans pun meninggalkan Andrea yang tidak lama kemudian terlelap di kamarnya.
Sebagai laki-laki yang sangat mencintai Andrea, Frans tentu merasa khawatir dengan kondisi kesehatan gadis itu. Perhatian demi perhatian dicurahkan untuk membuat sang pujaan hati kembali sehat seperti semula.
Frans tidak tega melihat Andrea kesakitan. Rasanya ia ingin menggantikan posisi Andrea saat ini. Jika memungkinkan, ia ingin mengambil seluruh rasa sakit yang dirasakan Andrea.
📞 ‘Halo’ (Frans)
📞 ‘Dengan Mr. Moreno?’ (Selena White)
📞 ‘Benar. Saya Frans Moreno.’ (Frans)
📞 ‘Mr. Moreno ini saya selena White, manajer dari Mr. Jurgen Clinton. Malam ini, Mr. Clinton kebetulan akan singgah di New York. Bisakah kita bertemu dan membicarakan tentang konser anda?’ (Selena White)
📞 ‘Apakah ini berarti Mr. Clinton bersedia mengisi acara saya?’ (Frans)
📞 ‘Benar, Mr. Moreno. Bisakah kita bertemu? Sebab besok Mr. Clinton harus pergi untuk mempersiapkan show di Jerman. Jadi, ini saat yang baik untuk bertemu.’ (Selena White)
📞 ‘Baiklah kalau begitu! Ms. Selena, Tolong infokan secara tertulis untuk waktu dan tempatnya ya?’ (Frans)
📞 ‘Baik, Mr. Frans. Mohon ditunggu. Sampai Jumpa nanti malam!’ (Selena White)
📞 ‘Terima kasih dan sampai jumpa.’ (Frans)
Hari sudah semakin sore, Frans telah berjam-jam menonton televisi sambil menunggu Andrea bangun. Ia yang kelelahan, akhirnya tidak sengaja tertidur di sofa, namun karena posisi duduknya tidak nyaman, beberapa kali ia terbangun untuk mencari posisi yang tepat. Baru saja ia bisa terlelap, terdengar suara pintu terbuka.
“Frans! Kau masih di sini?” Andrea memastikan keberadaan Frans.
“Kau sudah bangun? Biar kupanaskan bubur untukmu.” Frans langsung bergegas menuju ke dapur dan memanaskan bubur yang dibuatnya tadi.
Andrea mengangguk. Ia menunggu Frans di meja makan. Frans melakukan semuanya dengan cepat dan menghampiri gadis itu.
“ Ini, makanlah! jangan lupa obatmu!” Frans mengingatkan gadis itu.
“Elaine, sebelumnya aku minta maaf. Sepertinya aku tidak bisa menemanimu seharian penuh. Aku sudah ada janji dengan seseorang nanti malam, untuk mengurus beberapa hal berkaitan dengan konserku di akhir bulan,” kata Frans kepada Andrea yang terlihat sedang menikmati buburnya.
“Aku sudah lebih baik, Frans. Tolong, jangan terbeban,” ucap Andrea.
“Aku sebenarnya tidak tega meninggalkanmu. Kau masih pucat, Elaine,” kata Frans dengan ekspresi khawatir.
“Aku pasti baik-baik saja. Tidak perlu cemas. Jangan terlalu baik padaku dan memanjakan ku,” balas Andrea.
“Aku bukan terlalu baik padamu, Elaine. Aku terlalu………..” Frans menahan ucapannya.
“Tolong, jangan mulai lagi Frans!” Andrea menyela.
“Kenapa kau terus menghindariku, Elaine! Kita sudah sama-sama dewasa. Tidak ada yang salah dengan semua ini,” ucap Frans.
“Elaine, aku tahu kau sadar dengan perasaanku. Kau itu bukan orang yang bodoh untuk menyadari apa yang aku rasakan. Aku hanya memintamu, jangan melarang aku untuk menunjukkan perasaanku padamu dan jangan menganggap itu sebagai perbuatan baik!” Frans melanjutkan ucapannya dan kini ia memegang erat tangan kiri Andrea.
“Kau mengatakan padaku untuk tidak khawatir denganmu. Kau Elaineku, aku akan mengkhawatirkanmu setiap hari,” imbuh Frans sambil menatap Andrea dengan intens dan beberapa kali mengeratkan genggamannya.
“Maafkan aku, Frans!” Andrea tidak sanggup berkata apa-apa lagi.
“Sudahlah, Jangan banyak berpikir! Oya, aku memasak bubur cukup banyak. Kau hanya tinggal memanaskan, jika kau ingin makan nanti malam,” kata Frans sambil membelai rambut Andrea.
“Terima kasih banyak.” Andrea membalas sambil tersenyum ke arah Frans.
“Setelah kau menyelesaikan makanmu, aku akan pulang untuk bersiap-siap. Jaga dirimu dan makanlah yang banyak, Elaine! Aku tidak sanggup melihatmu seperti ini.” Frans memegang pipi Andrea dan membelainya dengan lembut.
----------------------
Matahari mulai menghilang dari permukaan langit New York saat ini. Frans juga telah meninggalkan apartment Andrea. Andrea merenung kembali. Ia mengingat semua sikap Frans selama ini padanya.
Seketika, ia merasa jahat karena tidak memberi kesempatan kepada Frans untuk menempati ruang di hatinya. Ia hanya terus menghindar dan menghindar. Tapi bagi Andrea, itu masih lebih baik daripada harus membohongi dirinya dan teman kecilnya itu, dengan berpura-pura mencintainya.
Andrea sangat bingung menghadapi Frans. Di satu sisi, ia tak tega untuk menolak Frans. Di sisi lain, ia juga tidak siap untuk membuka hatinya dan menerima cinta Frans.
Andrea selalu percaya bahwa sesuatu yang dipaksakan tidak akan berbuah manis. Ia tahu bahwa ketika seseorang memaksakan sesuatu yang tidak semestinya, maka ia harus siap bahwa itu akan berakhir buruk. Pada akhirnya, semua akan terluka dan ia tidak ingin melukai Frans lebih dalam. Ia hanya berharap, semoga Frans cepat menyerah dan mendapatkan perempuan yang tepat.
10 menit setelah kepergian Frans, tiba-tiba Andrea mendengar suara ketukan pintu.
“Ada apa lagi Frans? apakah ada……..” Andrea terkejut melihat seseorang yang sudah berdiri di hadapannya saat ini.
-------------
Hai-hai…. Apa kabar? Happy reading!