
Kedatangannya di sambut hangat oleh kedua wanita yang ia sayangi.
Tina membantu Gilang masuk ia masih hawatir karena Gilang baru pulih
"apa kalian suda tidak sabar menunggu kedatangan ku" goda Gilang pada dua wanita tersayangnya
Mona menanggapinya dengan senyuman, sambil ikut masuk ke dalam rumah untuk kemudian menikmati hidangan yang sedari tadi suda mereka siapkan
"wahh, apa ini semua ibu yang masak?" tanya Gilang ketika melihat banyak menu makanan yang terlihat begitu menggoda selera
"ibu masak semua ini bersama dengan Mona" jawab ibu sambil merangkul Mona
Gilang merasa sangat senang ibu dan Mona terlihat begitu akrab
setelah beberapa menit menikmati makanan sambil berbincang kini mereka suda selesai, Gilang pamit pada ibunya untuk mengajak Mona keluar
mereka pergi berkeliling sampai tiba di sebuah pantai dengan pemandangan indah. Gilang menepikan mobilnya di sana ia mengajak Mona untuk turun menikmati pemandangan pantai di sore hari
mereka berjalan menelusuri pantai sambil melihat matahari terbenam di senja hari, bergandengan tangan lalu berhenti pada sebuah tempat duduk Mona bersandar di bahu Gilang
Mona kini telah merelakan kepergian ayahnya, ia kembali di sibukkan dengan berbagai aktifitas, setelah beberpaa hari menikmati waktu liburnya kini ia suda kembali bekerja seperti biasa
ayah Gilang kini suda tidak melarang hubungan anak nya lagi, bahkan ayah Gilang menyarankan agar anaknya segera melamar Mona dan melangsungkan pernikahan
sempat merasa tidak percaya dengan kata-kata yang di ucapkan oleh ayahnya namun saat Gilang kembali bertanya tentang kebenaran dari ucapan ayahnya ia benar-benar merasa senang akhirnya ia kini bisa bersama Mona
hari itu Gilang memesan restoran mewah dengan banyak hiasan dan hidangan khusus untuk diner bersama Mona malam itu
Mona datang dengan gaun berwarna hitam membuat kulit putihnya semakin terlihat bersinar dan memancarkan kecantikan yang membuat Gilang semakin jatuh cinta padanya
saat datang ia merasa sangat takjub dengan apa yang ada di hadapannya, ia tidak menyangka akan mendapati hal yang seromantis itu
"apa semua ini kamu yang menyiapkannya?" tanya Mona
"tentu saja, ini malam spesial buat kita, silahkan duduk" sambil menarik kursi mempersilahkan Mona duduk
malam itu Gilang berencana untuk melamar Mona hinggga ia menyewa tempat itu untuk malam spesialnya
setelah mereka selesai menikmati hidangan, Gilang memberi isyarat seperti yang sudah mereka rencanakan pada pelayan restoran untuk membawa makanan penutup dengan sebuah kado yang berbentuk kotak besar yang suda ia siapkan
setelah pelayan tiba ia memberi sebuah bingkisan untuk Mona, tentu Mona merasa heran hingga ia bertanya "apa ini kado untuknya?"
Gilang membenarkan itu kado untuk Mona, dan meminta nya untuk segera membukanya
dengan rasa penasaran Mona perlahan membuka bingkisan dan saat di buka ia kaget karena balon keluar dari kota bersama dengan sebuah tulisan
yang bertuliskan "maukah kamu menikah denganku?"
Mona merasa benar-benar terharu ternyata malam itu Gilang melamar nya, setelah ia membaca tulisan yang keluar dari kotak kado kini Gilang mendekat ke arahnya sambil membuka sebuah kota kecil yang berisikan cincin yang sangat manis ia lalu mengatakan kalau ia ingin Mona tetap bersamanya menghabiskan waktu bersama untuk waktu yang lama dan ia kembali mengulang kata yang ada di kertas kado
"maukah kamu menikah denganku" kata Gilang sambil memberikan cincin yang ia pegang masih menunggu jawaban dari Mona
butuh waktu yang sangat panjang untuk akhirnya cinta itu bisa bersatu, setelah banyak nya masalah yang mereka hadapi kini perlahan hal baik akan segera mereka rasakan
setelah lamarannya di terima kini Gilang memberi kabar bahagia nya bahwa mereka akan segera menikah, pihak keluarga turut merasa senang baik dari pihak keluarga Gilang ataupun Mona
satu Minggu ke depan mereka kini di sibukkan dengan persiapan pernikahan mereka, di mana untuk gaun pengantin Mona ternyata didesain langsung oleh Felly yang merasa turut senang dengan pernikahan Mona, ia sengaja membuat nya sendiri sebagai bentuk kasih nya pada Mona yang akan melepas masa gadisnya
ia ingin ikut serta dalam merayakan pernikahan Mona yang seperti saudaranya sendiri, terlihat gaun yang di rancang Felly untuk Mona begitu mewah dan sangat anggun
Mona mulai mencoba gaun itu ia terlihat begitu senang karena gaun itu benar-benar cantik dan sangat pas di pakai olehnya
"aku benar-benar sangat menyukai gaun ini, terima kasih karena telah bekerja keras untuk hari spesial ku" ujar Mona sambil memeluk Felly
"tentu saja, kamu harus menjadi perempuan yang paling cantik di hari spesial mu nanti" ujar Felly
di sisi lain Gilang suda mengurus gedung pernikahan mereka serta undangan pernikahan yang siap untuk di sebar
siang itu Mona menelpon Gilang ia bertanya sejauh mana persiapan mereka
Gilang mengatakan kalau semua persiapan suda hampir 80% artisnya sedikit lagi semua selesai tinggal menunggu acara resepsi mereka
Mona merasa lega, ternyata Gilang mengurusnya dengan sangat cepat, lalu memintanya datang untuk mencoba baju pernikahan mereka
setelah mengurus semua persiapan hari yang di nanti kini suda tiba, tepat di hari minggu mereka melangsungkan acara pernikahan yang di gelar dengan begitu mewah, dengan banyaknya tamu undangan yang ikut merayakan momen bahagia mereka
Mona masi berada di sebuah ruangan menunggu waktu untuk segera keluar, dengan di temani ibu Gilang dan juga sahabatnya Felly yang sibuk mengambil gambar mereka
Tina memeluk Mona ia merasa bahagia telah memiliki menantu yang suda dia anggap seperti anak sedari dulu
begitu juga Mona kini ia mendapatkan kehangatan baru dengan bertambahnya anggota keluarga
Mona yang sudah terlihat seperti seorang ratu dengan gaun berwarna putih yang begitu mewah, melangkahkan kaki keluar berjalan menuju mimbar yang suda di tunggu oleh Gilang dengan rasa tidak sabar untuk segera melihat mona
sambil ditemani Felly, Mona berjalan perlahan lalu di sambut oleh Gilang yang begitu terpesona akan kecantikan Mona
pernikahan yang sakral kini telah dilaksanakan hingga kini Mona dan Gilang telah resmi menjadi sepasang suami istri
Gilang mencium kening istrinya dengan lembut terdengar sorakan para tamu undangan beserta keluarga yang ikut merasakan kebahagian kedua pengantin baru
setelah beberapa rangakaian acara selesai tiba saatnya acara foto keluarga
ayah Gilang ikut memberikan selamat pada Gilang dan Mona ia turut merasa senang, wajah yang dulu penuh kebencian kini suda tidak lagi ia suda menerima Mona dengan sepenuh hati
Tidak ada lagi kebencian yang ada hanya tawa canda saling mengasihi dan menyayangi saling merangkul satu sama lain untuk saling menguatkan.
itulah akhir kisah dari perjalanan cinta mereka, yang akhirnya bisa hidup bersama mulai membangun kisah baru dalam biduk rumah tangga.
********sekian dan terima kasih**********