Monalisa

Monalisa
monalisa



"apa hubungan kalian berjalan lancar" tanya Theo


"iya Om, kami masih menyesuaikan diri tapi aku yakin Gilang akan menyukaiku suatu hari nanti" jawaban Elena tentu membuat ayah sangat merasa senang


saat menoleh ke suatu tempat ayah melihat Mona yang berdiri melihat ke arahnya sejenak mereka sama-sama terdiam di tempatnya Mona membungkukkan tubuhnya menyapa Theo


Elena menoleh ke arah ayah Gilang yang seperti mengenal Mona


"Om apa kebetulan kenal dengan gadis itu" sambil menoleh ke arah Mona


ayah Gilang hanya memberikan anggukan membenarkan pertanyaan Elena, Theo tentu tidak menduga akan bertemu Mona disana


Gilang kembali ke dalam mendekati ayahnya yang masih berdiri ditempatnya entah apa yang sedang ia lihat, saat Gilang menoleh ke arah yang di lihat Theo yang ternyata menatap tajam ke arah Mona


"apa ayah akan tetap berdiri di sini tanpa menyapa keluarga Rangga?" tanya Gilang seraya menyadarkan tatapan tajam ayah nya pada Mona


karena tidak begitu nyaman berada di acara Rangga di tambah lagi dengan kedatangan ayah Gilang yang semakin membuat Mona tidak nyaman ia memutuskan untuk segera pulang


selama di perjalanan pulang Mona mengingat wajah seorang gadis yang bersama dengan Gilang, yang mengenalkan diri sebagai kekasih Gilang


meski tahun demi tahun berlalu tapi rasa cinta di hati Mona masih utuh untuk Gilang, ia merasa sangat terpukul pada seorang perempuan yang dengan muda mengenalkan diri padanya kalau Gilang kekasihnya.


setibanya di rumah Mona langsung masuk ke rumah dan memeluk bibinya


"Mona ada apa" tanya bibi merasa heran dengan sikap Mona


"apa ada masalah?" tanya bibi lagi, namun mona masih tetap diam sambil menangis


"Bik aku bertemu dengan nya lagi" ujar Mona seakan sudah tidak bisa menahan kesedihannya sendiri hingga ia memutuskan untuk berbagi kisah pada bibi


bibi tahu siapa yang Mona maksud karena dalam hidup keponakannya itu hanya Gilang satu-satunya laki-laki yang paling ia sayangi.


"lalu kenapa kamu bersedih jika bertemu dengannya lagi? bukankah dulu kamu sangat bersedih saat kehilangannya? harus nya sekarang kamu senang bisa melihat dia lagi" ujar bibi


"dia suda punya kekasih bik" jawab Mona sedih


bibi hanya bisa menepuk pundak keponakan nya itu untuk memberinya kekuatan agar bisa menerima kenyataan yang harus ia alami


"apa dia tahu alasan mu meninggalkannya?" tanya bibi, tapi mona hanya menggelengkan kepala menandakan kalau gilang tidak tahu


"percuma memberi tahunya itu tidak akan merubah apa pun" ujar Mona sedih


***


keesokan hari nya di kantor Mona tidak terlihat baik-baik saja ia terlihat murung dan tidak bersemangat bekerja hari itu, hingga Felly yang melihatnya merasa ada yang aneh pada Mona pagi ini.


"ada apa denganmu? apa kau sakit?" tanya Felly


tanpa mengatakan apa pun atas pertanyaan Felly, Mona langsung mengusulkan untuk segera membuat baju yang di desain oleh nya yang suda di setujui akan segera di buat


di tempat ayah Elena sedang ada pertemuan dua keluarga membahas tentang hari pertunangan anak nya dengan Gilang yang akan di laksanakan secepatnya


Gilang yang suda mengetahui tentang niat orang tua nya akhirnya menerima keputusan ayahnya meski masih terasa berat namun ia meyakini dirinya kalau pilihan itu yang terbaik


"apa karena berita ini Mona menjadi terlihat murung?" batin Felly merasa ikut sedih mendengar kabar Gilang akan segera bertunangan


Mona mencoba menyibukkan diri dengan pekerjaan nya meski di hatinya masih sangat terasa sakit, ia tidak rela kalau Gilang akan bertunangan dengan perempuan lain. meski ia sendiri tidak bisa bersama dengan gilang


saat sedang bekerja karena kurang pokus tangan Mona terkena peniti yang membuat tangannya terluka.


Felly hanya melihat Mona dari kejauhan ia merasa harus membantu Mona menyelesaikan masalahnya karena Mona memilih untuk diam dan menerima kenyataan meski di rasa ia sendiri tidak baik-baik saja.


Felly memutuskan untuk mendatangi Gilang ke kantornya ia akan menemui Gilang secara langsung dan bicara


namun saat tiba di kantor Gilang ia melihat Gilang sedang bersama Elena mereka akan pergi ke suatu tempat untuk mempersiapkan keperluan pertunangan mereka


terpaksa Felly mengurungkan niatnya karena Gilang sedang bersama Elena


Elena meminta Gilang untuk menemaninya ke toko perhiasan mereka akan memesan cincin pertunangan sesuai yang di inginkan.


sesampai nya di toko perhiasan Gilang mengatakan kalau ia akan menunggu di luar dan menyuruh Elena untuk memesannya sendiri


"aku akan menunggu di luar kamu pesan saja bentuk yang kamu inginkan" ujar Gilang yang kurang antusias dalam mempersiapkan pertunangannya


"apa kamu tidak mau ikut memilih cincin pertunangan kita?" tanya Elena


"aku pasti akan suka, jadi kamu saja yang pilih" jawab Gilang


"tapi ukurannya harus disesuaikan dengan jarimu" ujar Elena, yang membuat Gilang akhirnya mengikuti Elena


Gilang masih tidak sepenuh nya menerima pertunangan ini ia terkadang sangat frustasi Karena keinginan nya berlawanan dengan hatinya, disaat ia memutuskan untuk menerima Elena perasaan nya semakin terasa berkecamuk ia bingung apa keputusan nya suda benar tapi kenapa rasanya berat sekali


setelah mengantar Elena pulang Gilang memutuskan untuk mampir ke tempat klab malam tanpa di temani siapa pun


sejenak ia ingin melupakan tentang pikirannya yang selalu mengingat Mona tapi kenyataannya ia akan bertunangan dengan perempuan lain


Gilang mulai memesan minuman dan meneguk nya, semula ia masih baik-baik saja namun karena terlalu banyak minum akhirnya ia mabuk berat


saat itu ia sendirian tanpa supir dikala berjalan saja ia sempoyongan tapi tetap memaksakan diri untuk menyetir mobil.


benar saja baru beberapa menit menyetir mobil nya oleng dan menabrak tiang listrik


warga yang melihat kejadian itu ikut panik dan membantu memeriksa keadaan Gilang lalu mengeluarkannya dari dalam mobil untuk segera di bawa ke rumah sakit.


keluarga yang mendapat kabar kalau Gilang berada di rumah sakit karena terlibat kecelakaan membuat ayahnya sangat panik


setiba di rumah sakit beruntung kondisi Gilang tidak parah ia hanya sedikit luka di bagian dahi. dan saat ini ia suda sadarkan diri setelah tiga jam tidak sadar


saat bangun ia merasa bingung kenapa ia bisa berada di rumah sakit, namun saat itu ia ingat kalau dirinya menabrak tiang listrik


"kenapa kamu menyetir dalam kondisi mabuk? kamu sengaja mau mencelakai dirimu hah"? ujar Theo geram pada Gilang karena membuatnya sangat khawatir melihat keadaan anak nya


"mas jangan bicara begitu ia baru saja sadar" kata Maya membela Gilang


saat itu tina ibu Gilang juga baru tiba ia langsung menanyai kondisi anak nya apa baik-baik saja dengan wajah cemasnya