Monalisa

Monalisa
monalisa



(Tujuh tahun kemudian........)


tujuh tahun berlalu Gilang sudah terbiasa sebagai pimpinan perusahaan. tapi di balik kesuksesannya memimpin perusahaan ada keputusan berat yang dia harus alami, yaitu berpisah dari Mona. entah apa sebabnya tapi kini mereka suda berpisah dan tidak perna bertemu.


saat ini Gilang juga menaruh rasa benci terhadap Mona karena memilih untuk meninggalkan dirinya, padahal mereka Suda berjanji untuk selalu bersama.


sampai hari ini Gilang masih mengingat baik tentang Mona meski ia sangat kecewa pada keputusan Mona yang meninggalkan dirinya.


di lain tempat terlihat Mona suda bekerja sebagai asisten desain ternama, perusahaan di tempat Mona bekerja merupakan Klayen dari perusahaan Gilang, mereka bekerja sama. di mana pakaian yang di buat oleh perusahaan tempat Mona bekerja di jual di salah satu mall milik Gilang.


sama seperti Gilang mona juga sering kali merasa berat bila ingat tentang Gilang ia sangat merindukan Gilang.


disaat sedang termenung sendiri Mona terbayang saat terakhir kali mereka bertemu sekaligus hari terakhir mereka bersama.


(plasbac saat tujuh tahun yang lalu.....)


~~saat itu Gilang rupanya mengambil keputusan untuk pergi dari rumah ayahnya melupakan tentang posisi pimpinan karena ia lebih memilih untuk mencari kehidupannya sendiri dan tetap bersama mona.


Theo sangat murka dengan keputusan Gilang saat itu yang meninggalkan posisi sebagai CEO perusahaan hanya agar bisa terus bersama gadis yang ia sukai yaitu mona.


suatu hari Theo kembali datang menemui mona ia meminta dengan tegas pada Mona agar meninggalkan Gilang kalau tidak maka ia pastikan hidup Mona tidak akan berjalan baik.


tapi Mona tetap pada keputusannya apa pun yang terjadi ia tidak akan meninggalkan Gilang, bahkan Mona mengatakan kalau ayah Gilang boleh berbuat apa saja ia akan terima asal tetap bersama dengan Gilang.


jawaban Mona tentu semakin membuat Theo murka pada dirinya.


saat itu gilang memilih bekerja di salah satu perusahaan mobil dengan posisi sebagai marketing. yang berada tidak jauh dari kediaman ibu nya


setelah Theo menemui Mona, keesokan harinya ia diberhentikan begitu saja di tempat kerjanya tanpa ia tahu apa kesalahannya, bahkan tiap kali ia mencari pekerjaan lain ia selalu saja gagal, hal itu membuat Mona sangat frustasi.


tapi itu semua tidak mengurungkan niat nya untuk tetap bersama gilang, mereka tetap bersama. Gilang juga sering membantu Mona untuk mendapatkan pekerjaan baru. Sampai dimana hari yang paling menyedihkan bagi Mona terjadi.


Mona mendapat kabar kalau bibinya kembali masuk rumah sakit dan kali ini dokter memvonis kalau ternyata bibinya mengidam kanker yang membutuhkan perawatan yang sangat besar untuk pengobatannya dan saat itu Mona bahkan belum punya pekerjaan.


Mona terduduk lemas ketika mendengar ungkapan dokter tentang bibinya.


saat itu Mona benar2 terpuruk ia sedih dan bingung harus bagaimana. tepat saat itu ayah Gilang menelponnya dan memintanya untuk kembali bertemu.


Mona menemui ayah Gilang meski ia tidak tahu apa rencana ayah Gilang yang ingin menemui dirinya saat itu


mereka bicara secara pribadi lalu theo menawarkan kalau ia akan memberi Mona sejumlah uang tapi Mona harus meninggalkan Gilang pergi dan juga pindah dari tempat lamanya kemana pun Mona mau


semula Mona sangat muak dengan ucapan theo ia menolak dengan tegas permintaan ayah Gilang


"maaf tapi anda tidak punya hak mengatur kehidupan saya, hanya karena anda punya segalanya bukan berati anda bisa menentukan jalan hidup saya" jawab Mona tegas


"kami saling mencintai, percuma saja memaksa kami untuk berpisah" sambung Mona sambil menahan air matanya agar tidak terjatuh di hadapan ayah gilang


ucapan Mona saat itu semakin membuat ayah Gilang murka pada Mona


"Baiklah kalau kamu tetap ingin mempertahankan hubungan kalian silahkan saja, itu artinya kamu siap melawan saya" ujar ayah Gilang seraya pergi meninggalkan Mona yang masih duduk terpaku.


saat itu Mona mendapat telpon dari rumah sakit yang mengabarkan kondisi bibi Mona menurun.


Mona semakin terpuruk ia tidak tahu harus bagaimana karena ia tidak punya uang untuk pengobatan bibinya


Mona lalu memikirkan kembali perkataan ayah Gilang yang akan memberinya sejumlah uang. tapi di lain sisi ia tidak bisa melepaskan Gilang


Mona benar2 dihadapkan pilihan yang sulit, setelah berpikir panjang akhirnya keputusan berat harus ia ambil.


ia menelpon ayah Gilang untuk kembali bertemu.


ayah Gilang setuju, dan meminta Mona datang menemuinya di sebuah restoran.


setelah tiba di restoran Mona mencoba menguatkan diri untuk menyampaikan niat nya.


ayah Gilang melihat kedatang Mona, ia langsung menyuruh Mona duduk.


"apa kamu sudah berubah pikiran dan setuju dengan apa yang tadi saya tawarkan" tanya ayah gilang sambil sedikit mengerutkan keningnya seakan meremehkan Mona


dengan berat hati Mona mengatakan permintaannya pada ayah Gilang.


"aku akan meninggalkan Gilang seperti yang anda minta tapi aku punya permintaan" ujar Mona dengan suara yang bergetar


"katakan saja apa itu?


"aku akan pergi dari kehidupan Gilang asal anda sanggup membiayai pengobatan bibi saya di rumah sakit" ujar Mona


ayah Gilang terdiam sejenak ke arah Mona yang tertunduk dihadapannya. ayah Gilang sedikit terharu dengan apa yang terjadi pada gadis di depannya itu.


lalu ayah Gilang menyetujui permintaan Mona, ia akan bertanggung jawab untuk biaya pengobatan bibi Mona asal Mona tidak pernah menampakkan wajahnya lagi di hadapan Gilang.


"hemm" jawab Mona sambil menganggukkan kepalanya dan meneteskan air matanya yang sedari tadi sekuat mungkin ia tahan


ini keputusan yang sangat berat bagi Mona, ia harus merelakan orang yang sangat ia cintai. Mona meminta waktu satu Minggu untuk tetap bertemu dengan Gilang, Mona berjanji setela satu Minggu ia tidak akan perna bertemu Gilang lagi.


ayah Gilang menyetujui permintaan Mona, dan mengingatkan agar Mona tidak ingkar janji kalau tidak maka Mona tanggung akibatnya.


dalam waktu satu Minggu Mona sering bertemu dengan Gilang tapi ia tidak perna menceritakan masalah nya pada Gilang, ia selalu memasang wajah cerianya seakan tidak perna terjadi hal buruk apapun pada dirinya.


Gilang juga tidak menaruh rasa curiga sedikitpun kalau Mona akan meninggalkannya pergi.


setela waktu tinggal sehari lagi Mona lalu mengajak Gilang bertemu di suatu tempat, yaitu di taman tempat biasa mereka bertemu.


Gilang bertanya kenapa tiba-tiba saja Mona meminta mereka bertemu


"apa kamu suda merindukanku lagi, hingga tidak bisa jauh dari ku" Goda Gilang yang belum tahu niat Mona yang sebenarnya


dengan mengumpulkan keberanian dan bersikap sekuat mungkin Mona mengatakan niatnya kalau ia ingin menyudahi hubungan nya dengan Gilang


sambil menarik napas dalam seraya menguatkan diri agar Jangan Sampai menangis Mona menyampaikan maksudnya


"aku ingin kita putus"