Monalisa

Monalisa
monalisa



tentu saja hal itu membuat Gilang kaget, dan menganggap ucapan Mona barusan hanyalah sebuah gurauan saja. hingga gilang tidak begitu menanggapinya


tapi Mona kembali mengatakan nya pada Gilang dengan serius ia meminta Gilang untuk pergi dari kehidupannya.


kali ini Gilang menatap Mona dengan tatapan tajam seakan tidak percaya Mona berkata begtu padanya


"ada apa ini...kenapa kamu bicara hal yang tidak mungkin" jawab Gilang


"lupakan aku.. kita memang tidak cocok untuk bersama, sekarang aku baru sadar bukan kamu yang terbaik untuk ku, dan aku suda memikirkan hubungan kita, sebaiknya cukup Sampai di sini" kata Mona mencoba untuk terlihat tegar mengatakan keinginannya pada Gilang


Gilang meminta Mona untuk menjelaskan apa alasan Mona kenapa tiba-tiba meminta mereka berpisah, Gilang benar-benar tidak bisa menerima apa yang Mona ucapkan


"Mona aku tidak bisa berpisah dari kamu,, aku sangat menyayangimu jadi tolong jangan berkata seperti itu ya"


"tidak Gilang.. aku serius aku sudah tidak mau melanjutkan hubungan kita, aku ingin memulai hidupku yang baru aku ingin bahagia" kata Mona


Gilang terdiam sejenak mendengar ucapan ketus dari mulut Mona


"jadi apa selama ini kamu tidak bahagia saat bersama dengan ku" tanya Gilang merasa kecewa dengan ucapan Mona


"bagaimana bisa aku bahagia dengan semua ini" ucapan Mona bergetar ia merasa tidak sanggup mengatakan nya lagi air matanya terasa sudah ingin menetes


"aku rasa semua suda cukup jelas, aku hanya ingin kita putus dan jalani hidup kita masing-masing"


karena masih tidak percaya Gilang mengulang ucapan Mona


"aku tanya sekali lagi apa benar kamu tidak bahagia selama bersama dengan ku? dan apa keputusan mu ini benar-benar keinginan kamu sendiri yang sudah kamu pikirkan baik-baik" tanya Gilang dengan nada yang sedikit meninggi


"iya " jawab Mona


Gilang benar-benar tidak habis pikir dengan apa yang Mona katakan


"baiklah...kalau itu mau mu, silahkan saja kejar kebahagiaan yang kamu inginkan, mari kita sudahi hubungan kita" kata Gilang lalu melangkah pergi meninggalkan Mona dengan rasa kecewa


setelah gilang pergi, air mata yang tadi masih tersimpan kini tertumpah Mona tertunduk menangis, sambil berkata


"maaf Gilang aku terpaksa melakukan nya aku tidak punya pilihan, aku harus menyelamatkan nyawa bibiku"


setelah menyudahi hubungan mereka Mona kembali ke rumahnya dengan langkah kaki yang goyah. sejenak ia terduduk lemas di tepi jalan sambil memegang dadanya yang terasa sesak menahan kesedihannya.


tepat di hari itu juga Mona rupanya suda merencanakan Tentang kepindahannya dari kediaman lamanya Karena bibi nya harus di pindahkan ke rumah sakit yang lebih baik oleh ayah Gilang. jadi Mona memutuskan pindah rumah yang lumayan dekat dengan rumah sakit tempat bibi nya di rawat.


setela dua hari berlalu sejak ia putus dengan Mona, Gilang bermaksud untuk menemui Mona lagi. karena merasa sangat merindukan Mona sebab suda 2 hari mereka tidak bertemu, Gilang berniat datang ke tempat Mona setidaknya hanya untuk memastikan Mona baik-baik saja.


tapi saat Gilang tiba di rumah Mona. rumah nya terlihat sepi Gilang mengetuk pintu berkali-kali tapi tidak ada yang membukakan pintu


lalu datang tetangga yang mengetahui kedatangan Gilang, ia mengatakan kalau pemilik rumah sudah pindah 2 hari yang lalu.


gilang berdiri terpaku mendengar ucapan tetangga Mona,


"apa buk pemilik rumah ini sudah pindah?" tanya Gilang memastikan kalau ia tidak salah dengar


"tapi apa ibu tahu mereka pindah kemana?" tanya Gilang mulai cemas, ia benar-benar tidak menyangka Mona suda pindah


"kalau itu, ibu tidak tahu mereka pindah kemana, tapi yang pasti rumah itu sudah kosong"


Gilang pulang dengan perasaan yang benar2 hancur ia tidak menyangka pertemuan nya kemarin adalah pertemuannya yang terakhir kali nya dengan Mona, dengan langkah goyah Gilang meneteskan air mata nya.


"kenapa tega sekali kamu meninggalkanku, apa semua ini suda lama kamu rencanakan? batin Gilang meronta tidak terima dengan apa yang terjadi secara mendadak di luar pemikirannya


_


_


_


sejak saat itu mereka tidak perna lagi bertemu, Gilang memutuskan kembali ke tempat ayahnya dan mulai pokus menekuni pekerjaannya sebagai CEO di perusahaan ayahnya.


***


kembali ke masa sekarang Gilang merupakan CEO di mall terbesar di kotanya. ia suda sering bertemu banyak Klayen yang ikut bekerja sama.


Sampai suatu hari ia menghadiri pashion di mall miliknya yang mengeluarkan brand ambassador terbaru yang di pimpin oleh Felly dimana salah satu model fashion tersebut adalah Mona.


Mona selain sebagai asisten dari felly ia juga kerap menjadi brand ambassador dari pakaian milik Felly. karena tubuh dan kecantikan yang ia miliki membaut nya sangat cocok menjadi model pakaian ternama dari perusahaan Felly.


saat itu mereka mengadakan acara untuk mengenalkan pakaian terbaru mereka yang diselenggarakan di mall milik Gilang.


dimana Gilang terlihat menghadiri acara tersebut. ia duduk di tempat yang suda di sediakan.


satu persatu acara di selenggarakan hingga tiba acara dimana semua model bersiap untuk bergaya dengan pakaian yang suda mereka kenakan masing-masing untuk fashion.


satu persatu model maju dengan berlenggak lenggok badan dengan baju yang sangat mewah dan elegan. lalu giliran Mona yang juga ikut maju untuk memperlihatkan baju yang ia kenakan


Gilang yang tadi nya hanya tersenyum sambil sesekali memberikan tepuk tangan pada peserta fashion, saat ia melihat salah satu model adalah Mona ia melongok kaget. merasa tidak percaya dengan apa yang di lihatnya.


"Mona? apa aku tidak salah lihat" kata Gilang sambil mengusap kedua mata nya mengira kalau mungkin ia hanya berhalusinasi atau gadis itu hanya mirip


tapi semakin di lihat semakin jelas kalau itu benar Mona. Gilang terdiam di tempat duduknya.


"kenapa bisa ia melihat Mona lagi" keluh Gilang yang merasa perasaan nya tidak karuan entah rasa senang atau sedih karena setelah sekian lama berusaha keras melupakan Mona ia malah kembali bertemu


setelah acara selesai Gilang suda menunggu di rungan nya untuk bertemu Felly pemilik acara yang sedang berlangsung secara lancar dan meriah disaksikan banyak orang-orang dari kalangan atas


Gilang secara pribadi mengatakan kalau ia menyukai acara fashion hari ini, ia juga memberikan selamat kepada Felly karena acaranya berjalan lancar.


Felly turut merasa senang atas apresiasi dari Gilang ia membungkukkan tubuh seraya berterima kasih atas ucapan selamat dari gilang


tidak lama kemudian ada yang mengetuk pintu, asisten Gilang membukakan pintu dan menyuruh mereka semua masuk, satu persatu model yang tadi tampil di acara Felly masuk ke ruangan Gilang, dan salah satunya adalah Mona.