
Lisa bersiap-siap untuk pergi bersama Hen, dia megenakan dres selutut berwarna hijau tosca. Dia terlihat sangat cantik dengan rambut yang di biarkan tergerai.
"Sudah siap?"tanya Hen dari balik pintu sambil menatap Lisa yang sedang memoles wajahnya dengan make up tipis.
"Sudah, yuk?"ajak Lisa.
"Lha kok gak bawa baju ganti?"tanya Hen.
"Baju ganti untuk apa, apa kita akan menginap?"tanya Lisa.
"Iya kita menginap dua atau tiga hari."jawab Hen.
"Kenapa tak bilang dari tadi Hen."ucap Lisa.
Lisa mengambil kopernya dan memasukan baju-baju nya dan baju Hendrik. Hendrik membantu Lisa memasukan baju.
"Sayang, kita nanti mampir ke toko khusus Underware ya?"ajak Hen.
"Untuk?"tanya Lisa.
"Beli pakaian sexy untuk mu, masa pakaianmu baby dool semua kayak gini kaya anak SD."ucap Hen sembil tersenyum pada istrinya.
"Hen aku gak mau."tolak Lisa.
"Harus mau."
"Ya sudah terserah."
"Sudah kan? Yuk berangkat."ajak Hen.
Lisa berjalan di belekang Hen mereka berpamitan pada Mba Nur untuk pergi selama dua hari.
Hen mengemudikan mobilnya menuju toko khusus underware.
Setelah sampai Hen memarkirkan mobilnya di depan toko tersebut.
"Ayo Lisa turun."ajak Hen.
"Hen, aku malu masa beli pakaian kayak gitu. Gak ah...kamu saja sana yang turun."perintah Lisa.
"Oke, aku yang turun, kamu tunggu di sini, pokoknya kalau kamu gak mau pakai, aku habiskan kamu malam ini."ucap Hen sedikit mengancam dan tersenyum pada Lisa.
"Biarin saja, sudah biasa kamu seperti itu Hen."ucap Lisa sambil menggoda suaminya.
"Jangan menggoda aku di sini Lisa, kalau aku habisi kamu di sini bagaimana?"ucap Hen sambil mengangkat wajah Lisa dan mencium bibir Lisa.
Lisa melepaskan ciuman Hendrik.
"Kalau berani lakukan saja di sini Hen."ucap Lisa lalu memperdalam ciumannya.
"Sial! Dia benar-benar membuatku tegang seperti ini. Sejak kapan dia agresif seperti ini?"gumam Hen dalam hati sambil menikmati lumatan bibir Lisa.
"Lisa, jangan disini bahaya banyak orang."ucap Hen sambil mengatur nafasnya.
"Ya sudah sana turun belikan pakaian sexy yang banyak."ucap Lisa sambil tersenyum.
"Lisa kamu tidak lihat, ini adek ku bangun gara-gara kamu." Hendrik menunjuk ke arah bawah.
Lisa tertawa lepas melihatnya.
"Salah sendiri main cium-cium."
Hendrik meredakan gejolak hasratnya dulu sebelum keluar mobil dan masuk ke dalam toko tersebut. Setelah di rasa sudah lega di bagian celananya dia turun dan langsung masuk ke dalam toko tersebut. Dia memilih beberapa pakaian sexy utuk istrinya. Semua mata melihat ke arah Hen, karena jarang sekali laki-laki membeli lingerie.
"Mas, banyak sekali belinya?"tanya wanita yang juga sedang memilih lingerie.
"Ehh iya mba, untuk istri saya."ucap Hen.
"Wah.....bahagia sekali kalau jadi istrimu mas, sampai di belikan seperti ini."ucap wanita lain yang juga sedang berbelanja di situ.
"Ahh mba nya bisa saja. Ya sudah saya ke kasir dulu mba." Hen menuju ke kasir, saat akan membayarnya dompet Hen tertinggal di mobil.
Lisa yang menyadari dompet Hen tertinggal dengan terpaksa mengantarkan dompet Hen dan masuk ke dalan toko tersebut. Lisa mendapati suaminya yang sedang di depan Kasir dan akan menelfon Lisa untuk mengantarka dompetnya. Tapi, Lisa terlebih dahulu sampai di depan Hen.
"Kamu cari ini Hen?"tanya Lisa yang tiba-tiba muncul di depan Hen.
"Oh iya sayang, aku lupa. Terima kasih."ucap Hen sambil tersenyum pada Lisa.
"Kamu beli sebanyak ini Hen?"tanya Lisa.
"Iya, katanya kamu minta yang banyak." jawab Hen.
"Ini istrinya Mas?"tanya wanita yang tadi.
"Oh iya mba ini istri saya."jawab Hen.
"Wah...cantik sekali, mba beruntung punya suami seperti mas nya." ucap wanita tersebut.
Lisa hanya tersenyum saja. Hen sudah selesai membayar nya. Mereka pergi meninggalkan kasir dan berpamitan pada wanita tadi.
"Mari mba kami duluan."
"Oh iya mas, mba."jawab mereka.
Hendrik dan Lisa kembali masuk dalam mobilnya dan langsung melajukan mobilnya menuju tujuannya. Setelah lama di perjalanan akhirnya mereka sampai juga di tempat tujuan mereka.
Sesampainya di sana mereka di suguhkan pemandangan yang indah dan sejuk. Hendrik langsung menuju ke Villa yang dia pesan. Villa yang bernuansa klasik dengan suasana yang sejuk sekali. Mereka masuk ke dalam Villa diantar oleh penjaga Villa nya.
"Silahkan pak, ini kamarnya, di sebelah sana dapurnya. Kalau ada perlu apa-apa tinggal ke sebelah saja. Saya dan suami tinggal di situ."jelas penjaga Villa tersebut.
"Oh iya bu terima kasih "jawab Hen.
Hen mengajak Lisa masuk ke kamar dan meletakab kopernya di samping lemari. Udaranya sangat dingin sekali apalagi sudah semakin sore. Mereka keluar kamar dan menuju tempat pemandian air panas. Mereka memilih tempat khusus untuk berdua. Iya privat room, mereka masuk untuk berendam air hangat di dalam kolam yang ada disana. Hendrik melepas pakaiannya hanya tinggal celana pendek yang ia kenakan. Lisa juga melepas pakaiannya, dia menutupi tubuhnya dengan lilitan handuk saja. Dan, saat dia berada di smping kolam dia membuka handuknya, Lisa hanya memakai bra dan celana dalam saja yang tadi di belikan Hen.
Lisa menyusul Hen turun ke dalam kolam untuk berendam. Hendrik memeluk Lisa dari belakang.
"Kamu cantik sekali Lisa."bisik Hen dengan suara lembut.
"Kamu baru tau kalau istrimu cantik?"
"Aku tau dari dulu Lisa."ucap Hen.
Hendrik membalikan tubuh Lisa, dia mengangkat wajah Lisa dan mencium lembut bibir Lisa dalam-dalam. Lidah mereka beradu dan terdengar nyaring kecapan lidah mereka. Hendrik meraba setiap lekuk tubuh Lisa. Lisa hanya pasrah menikmati setiap sentuhan Hendrik. Tangan Hen menyusup di balik bra Lisa dan meremas dada Lisa hingga Lisa meleguh dengan nikmat. Puas bermain dada Lisa tangan Hen beralih menuju bagian yang paling sensitif sekali.
"Ahh...." Lisa meloloskan desahannya lirih.
"Hen.....emmmpp.." Jari jemari Hen menyusup ke dalam memainkan bagian yang sangat sensitif hingga lisa mengalami pelepasan berkali-kali. Hen memang pandai sekali membuat Lisa takluk dalam buaiannya. Hen mendudukan Lisa di kursi yang berada di sebelah kolam, dia membuka lebar kaki jenjangnya Lisa dan langsung mengarahkan miliknya ke milik Lisa.
"Hen...jangan di sini."
"Lisa ini ruangan hanya kita berdua, memang aku sewa khusus untuk kita sayang. Please aku sudah menahannya dari tadi waktu di toko itu."ucap Hen.
Sekali lagi Lisa hanya pasrah dengan kemauan Hen. Tapi, kali ini Lisa yang agresif, berkali-kali dia memposisikan dirinya di atas Hen. Hen begitu menikmati permainan Lisa kali ini. Mereka bersama-sama malakukan pelepasan. Dan, tak ada lelahnya untuk Lisa, dia kembali menggoda suaminya dengan sentuhan lembut yang membuat Hen pasrah apa yang istrinya perbuat. Lisa kembali ke pangkuan Hen dengan membenamkan milik Hen ke miliknya.
"Ahhhhh...Lisa.."Hen merancau kenikmatan saat Lisa bermain di pangkuannya.
"Lisa....aaahhh....." Hen sangat menikmati permainan Lisa.
"Kau hebat Lisa..."Hen melumat habis bibir Lisa dan dada Lisa.
"Arrgghht..." Hen semakin mengerang kenikmatan. Lisa semakin panas bermain di pangkuan Hen.
"Hen....aku...ingin..."
"Lepaskan sayang...oohh...."
Mereka melepas hasratnya bersama.
Sudah puas berendam mereka berdua membilas badannya dan berganti pakaian lalu kembali ke villa lagi untuk menikmati makan malam.
Dua hari di Villa mereka hanya menghabiskan waktu untuk bercinta saja. Mereka kembali pulang ke rumah eyangnya hanya untuk menata barang-barang mereka dan segera kembali kerumah mereka. Karena, sudah lama mereka meninggalkan pekerjaan mereka.
"Lisa sudah siap semuanya?"
"Iya sudah Hen."
"Ya sudah ayo kita pulang."
Hendrik dan Lisa pamit dengan Mba Nur untuk kembali pulang ke rumahnya.
.
.
.
.
.
♥happy reading♥