Monalisa

Monalisa
monalisa



hari ini Mona kembali memposting foto ayahnya ia terus mencari keberadaan ayahnya


saat bersamaan ayah Gilang melihat postingan tentang ayah Mona yang ada di beranda ponselnya.


Theo merasa kaget manakala mengetahui ada yang mencari sosok yang ada di gambar ponsel nya, seperti nya Theo mengenal sosok ayah Mona, setela ia melihat berita tersebut Theo langsung menghubungi nomer yang tertera dan meminta untuk bertemu


Mona yang saat itu tidak mengetahui kalau ternyata yang menelponnya adalah ayah Gilang dan begitu juga sebaliknya ayah Gilang juga tidak menyangka kalau yang ia telpon adalah Mona


Theo meminta Mona untuk bertemu di salah satu kafe yang berada tidak jauh dari kantor Theo


mereka janji bertemu, Mona tentu sangat senang karena ada yang mengetahui tentang ayahnya ini merupakan titik terang untuk nya bisa bertemu dengan ayah nya lagi


Mona buru-buru membereskan pekerjaan nya untuk segera pergi, ia izin pada Felly untuk keluar


melihat Mona yang tidak seperti biasanya membuat Felly penasaran apa yang sebenarnya terjadi


"apa ada masalah? hingga kamu terlihat terburu-buru?" tanya Felly


"aku mendapat telpon dari seseorang yang mengatakan kalau ia mengenal sosok ayah ku, dan meminta bertemu siang ini" ujar Mona


Felly turut senang mendengar ucapan Mona setelah sekian lama penantian panjang Mona mencari ayahnya hari ini mungkin menjadi hari di mana kerinduan itu bisa terbalas


"kalau begitu pergilah, hati-hati pastikan kamu bertemu orang itu" pesan Felly


"hemm" jawab Mona seraya berjalan pergi, tapi saat suda hampir tiba di tempat yang suda di janjikan saat itu Theo belum datang. hingga Mona masih menunggu dengan perasaan campur aduk antara senang dan terharu karena akhirnya ada titik terang tentang ayahnya


selang beberapa menit telpon kembali masuk ke ponselnya menanyakan keberadaan Mona, tapi saat itu ada Theo yang masuk sambil menelpon


Mona menoleh ke arah ayah Gilang dalam hati ia suda merasa tidak enak kenapa ayah Gilang bisa datang ke sana juga. namun saat semakin dekat ternyata telpon itu berasal dari ayah Gilang.


mereka sama-sama tidak menyangka dengan kebetulan yang tidak di inginkan itu


"apa kamu putri dari Malik" tanya Theo


Mona tidak langsung menjawab karena masih tidak menyangka dengan apa yang terjadi saat ini sebelum akhirnya bertanya balik kenapa ayah Gilang bisa mengenal ayahnya?


"jadi kamu benar anaknya Malik?" tanya Theo masih merasa tidak percaya mereka masih saling melontarkan pertanyaan tanpa jawaban sebelum ayah Gilang akhirnya menjelaskan kalau mereka adalah sahabat dekat


"ayah mu teman lama ku, kami kembali bertemu suda sangat lama, terahir aku bertemu dengan nya saat usia Gilang masih sangat kecil" ujar Theo


Mona Masi terdiam di tempat duduknya mendengarkan setiap perkataan ayah Gilang dengan sangat serius


"tapi hal buruk terjadi padanya, mobil yang ia Kendari kecelakaan dan jatuh ke jurang hingga merenggut nyawanya, aku tidak tahu harus berbuat apa saat mengetahui kabar tersebut karena aku sama sekali belum sempat bertanya tentang keluarga ayah mu saat itu" lanjut Theo


kali ini penjelasan Theo benar-benar menghancurkan perasaan Mona bagaimana tidak setelah sekian lama ia menunggu hari di mana ia bisa bertemu dengan ayah nya lagi kini harus kandas, harapan itu hilang seketika menjadi duka yang dalam.


"tidak mungkin, itu pasti bukan ayahku, anda pasti salah orang" ujar Mona menangis


Theo memilih pergi meninggalkan Mona tanpa melanjutkan penjelasannya karena melihat Mona yang saat itu masih shock dan sangat terpuruk


namun saat di luar Theo merasa kasihan melihat Mona yang masih terlihat sedih ia lalu memutuskan menelpon Gilang untuk datang.


Theo meminta Gilang untuk segera datang menemui Mona, Theo menjelaskan semua yang terjadi pada Mona.


penjelasan ayah nya membaut Gilang ikut kaget ia juga tidak menyangka kalau ternyata ayah mona yang selama ini ia cari suda tiada.


tidak butuh waktu lama Gilang kini suda berada di cafe tempat Mona yang masih menangis


Gilang berjalan mendekati Mona lalu mendekap Mona untuk menenangkan pikirannya


"tidak mungkin ayah ku suda meninggal iya kan?" tanya Mona tidak dapat menerima penjelasan ayah Gilang


Gilang tidak tahu harus berkata apa ia hanya bisa mendekap Mona erat berharap Mona bisa lebih tegar menghadapi kenyataan ini


Gilang sangat mengerti betapa hancurkan perasaan perempuan yang ia cintai saat ini, karena selama ini Mona sangat berharap bisa kembali bertemu dengan ayahnya, tapi harapan itu kini harus sirna karena tak mungkin lagi bisa bertemu.


"kamu yang sabar, ayahmu suda tenang disana, ia pasti sangat sedih kalau kamu terus berduka seperti ini"


"tidak Gilang, aku yakin ayahku masih hidup, ayah mu pasti membohongiku dengan mengatakan ayahku suda pergi agar membuatku sangat hancur" ungkap Mona tak bisa terima dengan kenyataan yang terjadi, Mona masih berharap ayahnya Masi hidup dan akan segera bertemu dengannya


"sebaiknya kita pulang sekarang, ayo aku akan mengantarmu" ajak Gilang sambil menuntun Mona berdiri dari tempat duduk nya


sesampainya di rumah Mona, Gilang yang mengetahui bahwa saat itu Mona tinggal sendirian ia merasa tidak bisa membiarkan Mona sendirian di rumah, namun ia juga tidak bisa menemani Mona


Gilang akhirnya memutuskan untuk menelpon Felly


tapi Mona meyakinkan kalau dia baik-baik saja dan ia butuh waktu untuk sendiri ia meminta Gilang untuk segera pulang


meski berat hati Gilang terpaksa menuruti permintaan Mona


"aku mohon jangan terlalu larut dalam kesedihan, aku tahu perasaan mu tapi ayah mu suda tenang di sana" ujar Gilang kembali mengingatkan untuk memberi kekuatan pada Mona yang masih terlihat murung dan sedih


Mona mengangguk mencoba untuk menahan rasa sedih nya, saat Gilang pulang ia kembali meluapkan rasa tidak percaya nya kalau ayah nya sudah tiada


"ayah aku selalu menunggu ayah kembali tapi kenapa ayah malah meninggalkan ku tanpa sepat mengatakan apapun padaku" Mona menangis sambil memandangi foto ayah nya


Gilang masih merasa tidak tenang meninggalkan Mona sendiri ia akhirnya kembali memutuskan untuk menelpon Felly agar datang ke tempat Mona untuk menemaninya


mendengar penjelasan dari Gilang , Felly benar-benar shock ia paham betul saat ini bagaimana perasaan Mona, karena tahu tadi siang Mona begitu bersemangat untuk bertemu seseorang yang katanya mengenal ayahnya, namun ia tidak menyangka kalau ternyata orang itu memberi Mona kabar duka


Next episode...