
"Gilang apa kamu tidak apa-apa, apa ada bagian tubuh yang patah ujar ibu Gilang sambil memeriksa keadaan Gilang
"suda mbak, jangan terlalu hawatir dokter suda memeriksa Gilang dan Gilang baik-baik saja" ujar Maya
"syukurlah ibu sangat lega kalau keadaan Gilang baik-baik saja"
Gilang mengatakan pada keluarganya untuk menunggu di luar saja karena ia sangat lelah dan butuh istirahat, belum sempat keluarganya keluar tiba-tiba Elena beserta keluarga datang melihat kondisi Gilang
mereka ikut panik saat mendengar kabar Gilang kecelakaan
setelah memastikan kondisi Gilang tidak terlalu parah anggota keluarga memberi ruang untuk anak nya bicara berdua dengan meninggalkan mereka berdua di dalam.
Elena bertanya kenapa Gilang mabuk sambil menyetir apa mungkin ia sedang tidak baik-baik saja? apa itu karena pertunangan mereka?
Gilang menarik napas panjang entah apa yang harus ia katakan Karena ia sendri masih merasa bingung dengan dirinya
"apa kamu keberatan dengan pertunangan kita, karena kamu terlihat tidak begitu bersemangat?" tanya Elena
"maaf karena aku masih ragu dengan perasaan ku sendiri" ujar Gilang
"aku mengerti perasaan mu karena ini sangat mendadak, tapi aku menyetujui keputusan ini karena aku suda menyukaimu, tapi kamu bisa memikirkan keputusanmu karena aku juga tidak mau kamu melakukannya karena terpaksa" ujar Elena.
sementara Mona yang mendapat kabar kalau Gilang kecelakaan dari Felly terlihat menahan rasa khawatirnya
"apa kamu tahu Gilang mengalami kecelakaan" saat mendengar ucapan Felly pertama kali Mona sangat cemas tapi sebisa mungkin ia menahan perasaan nya karen ia juga tidak bisa datang begitu saja untuk memastikan keadaan Gilang
"aku akan berkunjung, jika kamu mau ikut kita bisa pergi bersama" ajak Felly tapi Mona menolaknya dengan mengatakan kalau ia harus menyelesaikan pekerjaannya.
Felly merasa kesal pada sikap Mona yang tidak mau menunjukkan bahwa ia sangat menghawatirkan keadaan Gilang
"kenapa kamu terus menyembunyikan perasaanmu, seakan kamu baik-baik saja padahal jelas terlihat di wajahmu kalau kamu merasa cemas" ucapan Felly sedikit membuat Mona tersentuh hingga terduduk lesu
"jadi aku harus apa? dia Sudah punya kekasih dan akan segera bertunangan, menurut mu bagaimana aku harus bersikap" ujar Mona tanpa sadar air mata nya menetes
Felly hanya terdiam mendengar ucapan mona karena memang tidak mudah bagi Mona
"kalau pun aku datang mungkin aku akan langsung di usir oleh ayah Gilang" tambah Mona yang membuat felly hanya bisa memandang penuh rasa iba pada Mona
Felly memutuskan untuk datang ke tempat Gilang di rawat namun saat itu ia pergi sendiri tanpa Mona, di dalam ruangan Gilang hanya ada Tina ibunya. Felly menyapanya dan mengenalkan diri sebagai rekan kerja Gilang
ibu mengerti dan membiarkan mereka untuk bicara berdua
"bagaimana keadaan anda apa tidak ada kondisi yang mengkhawatirkan?" tanya Felly
"iya aku baik-baik saja" jawab Gilang
"maaf kalau tiba-tiba aku membahas ini, tapi apa kamu penasaran bagaimana aku mengenal Mona?" tanya Felly yang membuat Gilang terdiam sejenak mencoba menahan dirinya untuk tidak begitu antusias dengan ucapan Felly walaupun sebenarnya ia memang ingin tahu banyak tentang Mona selama ini
Felly melanjutkan ucapan nya menjelaskan kalau ia bertemu dengan Mona enam tahun yang lalu, saat itu Mona terlihat sangat menyedihkan, dia mengingatkan ku pada diriku yang dulu saat aku belum jadi seperti sekarang hal itu yang membuat ku tersentuh untuk membantunya dan perlahan aku bisa merubah dirinya menjadi orang yang punya harapan dalam hidupnya, aku mempekerjakannya di kantorku sebagai model aku membuat nya sibuk dengan pekerjaan hingga pelan-pelan ia bisa kembali bersemangat
"saat ia benar-benar suda membaik aku lalu bertanya tentang masa lalu nya, kau tahu apa yang ia katakan padaku? ia mengatakan kalau dia kehilangan orang yang paling ia sayangi karena keadaan itulah alasan ia merasa tidak punya semangat hidup, dan kamu tahu orang itu adalah dirimu, saat ini aku yakin ia sangat terpuruk dengan kabar pertunanganmu aku berharap kamu bisa memikirkan kembali tenang g keputusan mu kalau masih ada perasaan di harimu untuk Mona" lanjut Felly
penjelasan Felly benar-benar membaut Gilang rasanya ingin segera bertemu dengan Mona untuk bertanya secara langsung kenapa ia sebegitu kehilangan padahal dia yang membaut keputusan untuk pergi dari hidupnya
dihadapan Felly Gilang hanya terdiam mendengar semua ucapan Felly tentang Mona
Felly pamit pulang setelah urusan nya dirasa suda selesai, dan berharap Gilang cepat pulih seperti biasanya
"terima kasih untuk semua nya" ujar Gilang saat Felly hendak pergi
Gilang masih merenung di tempat tidurnya ia merasa sangat ingin bertemu Mona saat itu juga tapi keadaannya tidak memungkinkan hingga ia harus menunggu esok hari.
keesokan harinya Gilang meminta untuk pulang dengan alasan ingin bekerja karena banyak pekerjaan yang harus segera di selesaikan, tapi saat itu dokter belum memberi izin karena Gilang masih belum sepenuhnya sembuh ia masih butuh perawan dokter
Gilang ngotot tetap ingin pulang, ia merasa dirinya suda baikan. hingga membuat Theo turut menentang keputusan anaknya karena dokter mengatakan kalau Gilang belum boleh pulang
"kamu masih perlu perawatan jadi jangan memikirkan tentang pekerjaan dulu biar nanti untuk sementara Edo yang urus" tegas Theo agar Gilang tidak seenaknya ingin pulang disaat kondisinya bahkan belum stabil
"aku tetap ingin pulang, aku suda sehat malah aku merasa akan semakin sakit kalau terus berbaring di kamar" pinta Gilang
karena ia sangat ngeyel akhirnya dokter memberi izin dengan syarat kalau terjadi apa-apa pada Gilang maka itu di luar tanggung jawab dokter
Gilang menyetujuinya tapi tidak dengan orang tua nya, mereka tentu merasa cemas takut nanti malah akan membahayakan kondisi Gilang.
tapi Gilang tetap tidak perduli dengan larangan orang tuanya ia tetap akan pulang dan kekantor.
akhirnya karena tidak bisa menahan keinginan Gilang, terpaksa Theo mengzinkannya dengan meminta supir pribadi untuk menjemput Gilang
Gilang pergi ke kantor dengan supir pribadinya, ia disambut seluruh karyawannya yang turut senang melihat atasan mereka suda kembali bekerja meski masih jalan dengan sedikit pincang
setela tiba di dalam ruangan Edo yang suda sedari tadi berada di dekatnya langsung di minta untuk segera menelpon Mona dan menyuruhnya datang kemari
"tapi ada perlu apa bapak memintanya datang?" tanya Edo yang saat itu suda merasa curiga karena tidak biasanya Gilang sering menyuruh Klayen mereka datang menemuinya
"kamu sampaikan saja perintahku, suruh dia kemari" tegas Gilang
next episode...