Monalisa

Monalisa
Bab 27



♥Hendrik♥


Kenapa aku ini, aku memarahi Lisa dan berdebat masalah kesuciannya, sedangkan aku, aku yang jelas jelas melukai dia, membuat dia selalu menangis.


"Kenapa aku memikirkan Lisa?ahhh sudahlah Hen..berhenti memikirkannya."aku bergumam lirih.


Malam ini aku akan menemui Vian di apartemen ku. Mungkin dia sudah menungguku.


Aku membeli makanan dan cemilan dulu untuk Vian, karena aku akan bermalam di apartemen ku untuk meredakan amarahku pada Lisa.


Aku sudah sampai si apartemen ku, aku turun dari mobil dan langsung menuju Unitku.


Saat aku turun dari mobil aku melihat Vian sedang masuk ke dalam taxi.


"Mau kemana Vian?"ucapku lirih.


Aku masuk ke dalam mobil lagi dan mengikuti taxi yang di tumpangi Vian.


"Mau kemana dia,kenala dia mau pergi tidak mengabariku dulu, tidak biasanya dia seperti ini."lirihku sambil menyetir mobil ku.


Aku mengikuti Vian kemana dia akan pergi.


"Dia mau kemana?"lirihku dalam hati.


Taxi yang di tumpangi Vian berhenti di depan sebuah rumah mewah, Vian turun dan masuk kedalam rumah tersebut.


"Rumah siapa ini? Vian mau menemui siapa, aku hanya menunggu Vian keluar lagi dari rumah tersebut. Hari sudah mulai larut, dan akhirnya aku melihat sebuah mobil keluar dari rumah tersebut. Aku mengikutinya lagi, mobil itu melaju dengan cepat sekali.


Mobil itu berhenti di sebuah restoran.


"Vian? Dan siapa lelaki itu?"ucap ku lirih saat melihat Vian turun dengan seorang pria, dia menggandeng tangan Vian mesra, aku mencoba mengikuti dan masuk ke dalam restoran, aku mengambil tempat duduk di pojok yang tidak bisa terlihat oleh Vian, namun aku bisa mengawasi dia dengan pria itu.


"Mereka mesra sekali, sebenarnya siapa pria itu.? Vian apa kamu mengkhianatiku?"


Aku masih terus mengawasi mereka berdua. Dan akan aku cari tau pria itu siapa sebenarnya.


♥Monalisa♥


Hendrik malam ini pasti tidak pulang ke rumah, dia pasti menginap di Apartemen nya.


Aku berada di ruang kerjaku, aku melanjutkan membuat desain desai baju, tiba tiba hp ku berdering.


"Siapa yang menelfonku?"aku meraih hp ku dan aku lihat siapa yang menelfonku.


"Aldi..?"aku langsung mengangkat telfon ku.


{Aldi......apa kabar?senang sekali kamu menelfonku lagi}


{Baik sayang, bisakah kamu menjemputku sekarang?}


{Jangan bercanda Al, menjemputmu dimana?}


{Aku sedang menuju sebuah restoran, aku dari Bandara, karena sudah agak malam aku pakai taxi ke restoran agar kamu tak usah ke Bandara, jemput aku di restoran kamu yang di kota X ya sayang?}


{Oke..oke...ini kamu tidak bercanda kan?kamu bilang bulan depan kamu kesini.}


{Lisa, kapan aku bercanda dengan mu? aku sudah merindukan mu dan om Rafli sayang. Lagian pekerjaanku sudah selesai disana.}


{Ya sudah aku berangkat sekarang}


{Oke...hati hati sayang..}


{Hmmm...}


Aldi kebiasaan, kalau mau pulang tak mengabariku dulu, aku bersiap Untuk menemui Aldi di restoran ayahku di kota X. Aku mengganti baju ku dan mengambil tas ku.


Aku langsung mengambil mobilku dan melajukannya ke restoran.


Sesampainya di restoran aku langsung turun dari mobilku. Aku masuk ke dalam restoran dan di sambut oleh pelayan rstoran yang mengenali ku.


"Mba Lisa...sendirian kesini?"tanya seorang karyawan ayah.


"Hmmm iya...aku mau menemuai seseorang."jawabku.


Tiba tiba seseorang mengagetkanku dari belakang.


"Lisa" Aldi menepuk pundak ku.


"Aldi,kamu baru sampai?"


"Pasti kamu ngebut naik mobilnya, jangan ngebut ngebut sayang."


"Aku kangen....."aku memeluk Aldi di depan karyawanku.


"Miss u too sayang."


"Oohh iya mas, ini sepupuku anak dari kakak ayahku, bisa siapkan menu special untuknya?"kataku pada pelayan yang melihatku memeluk Aldi.


"Ohhh baiklah mba Lisa, silahkan duduk dulu."


"Oke mas.."


"Ayo Al masuk cari tempat duduk yang nyaman."ajak ku pada Aldi.


Aku dan Aldi mencari tempat duduk yang nyaman buat melepas rinduku pada dia. Tiba tiba seorang pria memanggil Aldi.


"Aldi...."panggil seorang pria yang sedang makan malam dengan seorang wanita. Aldi menengok dan menghampirinya.


"Hai Eric...kamu disini? Datang kapan?" Aldi berjabat tangan dengan pria bernama Eric.


Eric adalah sahabat Aldi saat kuliah di jepang.


"Kemarin siang,kamu kok disini?"


"Aku baru saja sampai, aku ingin menemui saudaraku dan akan menetap lama di sini Ric."jawab Aldi.


"Ohhh...lalu siapa wanita ini? Aldi, kamu bukannya mau menikah dengan Velicia? Lalu dia?"


"Eiiit....jangan salah paham dulu. Ini....."


"Vian?" Aku memotong ucapan Aldi saat aku menyadari wanita yang Sedang bersama Eric adalah Vian kekasih suami ku.


"Emmm...Lis...Lisa....."


"Kalian kenal? Kenalkan Aldi ini tunangan ku Vivian, mungkin sebentar lagi kami akan nenikah."jelas Eric yang membuat aku terkejut.


"Menikah?"jawabku reflek..


"Emmm iya...ohh ya...Aldi kamu belum mengenalkan pasanganmu siapa dia?"ucap Eric.


"Ohh iya...ini Lisa, sepupuku yang paling aku sayangi.."jawab Aldi mengenalkan ku pada Eric dan Vian.


"Ohh...aku kira kamu mau meninggalkan Veli."ucap Eric.


"Sembarangan kamu bro...ini Lisa sudah menikah, tapi aku tak hadir dalam pernikahannya. Sebagai gantinya aku harus menetap di sini lama sekali, curang kan dia."


"Ihhh Aldi, kamu kan janji nya sama ayah bukan dengan ku."jawabku manja.


"Ohh iya kita gabung saja."ucap Eric.


"Emmm boleh lah....apa kalian berdua tak keberatan?"tanya ku pada Eric dan Vian.


"Sama sekali tidak."jawab Eric.


"Ohh baiklah...sebentar aku panggil pelayan lagi untuk menambah menu makananya lagi."ucapku.


"Mas....tolong menu pesananku tadi di tambahin ya...jangan lupa yang special keluarin semua."ucap ku pada pelayan.


"Baik mba Lisa."jawabnya.


Pelayan itu pergi meninggalkan kami.


"Dia mengenalmu?"tanya Vian.


"Ini restoran nya Om Rafli ayah Lisa, ya kenal semua karyawan disini. Tenang ada bu bos disini."jawab Aldi.


"Ahhh kamu itu...sengaja ya kamu ngajak makan di restoranku, biar gratis pakai menu special lagi." Ucapku pada Aldi sambil mencubit lengan nya.


"Sakit tau...kebiasaan nyubit kamu Lis. Mau bagaimana lagi, kan Restoranmu terkenal menu makanannya yang enak. Ya aku kesini,yang cocok di lidahku hanya disini. Dan kebetulan bukan resto nya milik keluarga sendiri."jawab Aldi sambil menarik hidungku.


"Hmmm kebiasaan narik hidung. Iya...iya....ini aku yang traktir semua."ucapku pada Aldi.


"Ohh iya kalian berdua saling kenal? Ucap Eric pada vian dan aku.


"Emmm....kami kenal." Jawabku.


"Lisa itu seorang desainer sayang, dia juga punya butik banyak sekali, aku suka sekali pergi kebutiknya jadi ya aku kenal dengan Lisa. Iya kan Lisa" Jawab Vian dengan memainkan mata denganku.


"Emm...iya...kami kenal karena Vian sering ke butik ku.


"Ohh seperti itu. Bagus dong Lisa desainer, apa kamu bisa membuatkan gaun pengantin yang sangat cantik dan bagus untuk Vian calon istriku."ucap Eric.


"Bisa...bisa....kapan kalian menikah?"jawabku.


"Emmm masih lumayan lama si...kalau bisa, buatkan kami baju pengantin."


"Baiklah....nanti aku buatkan. Aku permisi ke toilet dulu."ucapku.


"Lisa...aku ikut." Seru Vian.


"Ayo.."ajak ku.


Aku menuju toilet bersama dengan Vian.


"Lisa.."


"Iya Vian."


"Maafkan aku."


"Untuk."


"Sebenarnya aku sudah bertunangan denga Eric sebelum aku kembali ke sini. Aku tunangan dengan dia kemarin saat di jepang." Jelas Vian.


"Apa Hen tidak tau?"tanya ku.


Vian hanya menggelengkan kepala.


"Lisa sekuat apapun aku mempertahankan Hendrik, orang tua ku tetap tidak setuju dan akan menikahkan ku dengan Eric. Eric adalah mantan kekasihku juga Lisa. Tolong jangan bilang Hendrik. Biar nanti aku menjelaskannya." Ucap vian.


"Tapi kamu dengan Hen sudah seperti suami istri, apa Eric bisa menerimau dengan baik saat sudah menikah mengetahuimu sudah......"ucapanku terpotong oleh Vian.


"Sebenarnya sebelum aku dengan Hendrik aku sudah melakukannya denga Eric dulu waktu kami masih bersama. Dan setelah itu Eric pergi entah kemana meninggalkan ku, saat itu aku bertemu Hendrik dan menjalin hubungan. Hubungan kami di tentang oleh keluargaku. Hen sudah melamarku berkali kali namun selalu di tolak mentah mentah oleh keluargaku. Dan akhirnya aku di jodohkan dengan Eric. Awalnya aku tidak mau, karena Aku sangat benci sekali dengan Eric yang sudah meninggalkanku tanpa pesan saat sudah merenggut kesucianku. Namun, setelah aku tau kenapa dia sampai meninggalkanku tanpa alasan aku mengerti dan mencoba menerimanya. Walau bagaimanapun aku masih mencintainya, dan aku juga sangat mencintai suami mu Lisa. Aku bingung sekali." Jelas Vian


"Vian...kamu harus menjelaskan semua pada Hen dan Eric agar mereka tidak salah paham."ucapku.


"Untuk Eric, dia sudah tau semua hubunganku dengan Hen. Namun Hen belum tau Lisa."jawabnya.


"Jelaskan Vian, dan tentukan kamu memilih Eric atau Hen."


"Lisa kamu mencintai Hendrik?"


"Emm...emmm..sudah jangan bahas itu."jawab ku.


"Aku tau kamu mencintainya Lisa. Maafkan aku, aku janji setelah ini aku tak akan berhubungan lagi dengan Hen."ucap Vian


"Sudah aku tak mau membahas Hen. Sebesar apapun cintaku pada Hendrik, dia tetap mencintaimu Vian, sampai kapanpun."jelasku.


"Dia akan mencintaimu Lisa, yakinlah suatu saat dia akan mencintaimu."


"Hhhuuhhh...tidak tau Vian. Ayo kita kembali ke meja." Aku mengajak Vian kembali ke meja makan kita.


"Lama sekali kamu di toilet sayang" ucap eric pada Vian.


"Hmm iya....kami tadi mengobrol dulu.iya kan Lis."


"Iya...ayo makan, mari kita cicipi masakan spesial di resto ku ini." Ucapku.


Kami berempat makan malam bersama sambil bercanda dan tertawa.


"Lisa...suami mu tidak di ajak?" Tanya Eric.


"Ohhh dia sedang keluar menemui seseorang, mungkin teman kerjanya."ucapku.


"Uhuk...uhuk...."vian tersedak.


"Hati hati sayang makannya,minumlah.."Eric memberikan minum untuk Vian.


"Terima kasih..."


Aku tau Vian pasti kaget mendengar aku berkata Hen akan menemui seseorang, karena tadi siang dia menelfon Hen menyuruh menemuinya , namun sekarang dia malah pergi dengan Erik.


♡♡♡♡♡♡♡♡♡


Di restoran, mereka berempat masih menikmati makan malam nya. Mereka tak mengetahui kalau mereka sedang di intai oleh seseorang, iya Hendrik memandangi mereka berempat dari kejauhan.


Begitu terkejutnya Hendrik melihat istrinya dengan pria lain di sana bersama vian dan seorang pria.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


♥selamat membaca♥