
keesokan harinya Mona memutuskan mengajak bibi untuk berkunjung ke tempat lamanya ia tiba-tiba merasa sangat merindukan kampung halamannya
bibi tidak menolak ajakan Mona, karena ia juga merasa itu ide yang baik agar Mona bisa sedikit terhibur dan perlahan bisa menerima semua keadaan yang terjadi
Gilang suda mendapat kabar tentang Mona yang ingin pergi ke tempat lamanya, berdua dengan bibi. berniat untuk ikut serta tapi karena padatnya pekerjaan ia terpaksa mengurungkan niatnya karena tidak bisa meninggalkan pekerjaan begitu saja
"apa kamu akan lama pergi nya?" tanya Gilang seakan tidak rela Mona ingin pergi
"hanya beberapa hari saja" jawab Mona
Mona memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya ia rindu tempat tinggalnya itu, yang sedari kecil menyimpan banyak kenangan meski tidak banyak hal yang ia ingat tentang ayahnya namun disanalah tempat ia merangkai mimpi indahnya yang menguatkan setiap hari-hari yang ia lalui
setelah kurang lebih tujuh jam perjalanan, Mona dan bibi kini sudah tiba di kediamannya.
mereka merasa terharu karena tempat itu tidak banyak berubah meski suda berlalu bertahun-tahun lamanya
rumah lamanya masih sama seperti dulu hanya terlihat kotor dan usang karena suda lama tidak di tempati
mereka mulai membersihkan kembali tempat itu, hingga selang beberapa jam rumah lamanya itu suda kembali bersih
"rasanya masih seperti hari itu" ujar Mona sambil merebahkan tubuh nya di kursi
"bik, bagaimana kalau kita ke pasar tempat bibi dulu berjualan kita beli beberapa bahan makanan" ajak Mona
"iya ayo kita pergi, bibi ingin sekali menyapa orang-orang disana"
sepanjang perjalanan Mona sesekali mengambil gambar di ponselnya lalu mengirimkannya pada Gilang
Gilang yang saat itu sedang meeting terlihat senyum-senyum sendiri melihat ponselnya, tanpa ia sadari sikapnya sedang diperhatikan staff yang ikut meeting hari itu
salah satu staff menggoda Gilang dengan mengatakan kalau sekarang sepertinya atasan mereka itu sedang jatuh cinta
barulah saat itu Gilang sadar kalau ia sedang diperhatikan karena sibuk dengan ponselnya
"ahhh...maaf karena terlalu pokus pada ponselku" ujar Gilang yang melanjutkan meeting dengan lebih serius
Mona kembali mengirim pesan ia mengatakan nanti sebelum kembali ia akan berkunjung ke tempat ibu Gilang
Gilang sangat setuju karena ibu nya pasti sangat senang melihat kedatangan Mona
"ibu ku juga pasti sangat merindukanmu" balas Gilang
di pasar bibi mengingat beberapa momen yang dulu perna mereka alami disana, beberapa orang yang mengenal bibi Mona langsung menyapa mereka
bermacam-macam respon mereka mana kala kembali bertemu setela sekian tahun lamanya bibi Mona juga ikut senang bisa kembali bertemu lagi
Mona berdiri tidak jauh dari tempat bibi, ia melihat betapa senang bibi nya bisa kembali kesana Mona ikut tersenyum bahagia melihat bibi yang sangat bahagia bisa bertemu teman seperjuangan
setelah beberpaa jam menyusuri pasar kini mereka telah membeli banyak bahan yang akan mereka masak. Mona mengajak bibi untuk segera pulang
ketika hari suda malam, Mona ingin mencari udara segar menikmati malam ia keluar berjalan kaki menelusuri tepi jalan yang dulu biasa ia lalai saat ia pulang bekerja
tidak terasa langka kakinya sampai pada sebuah taman yang biasa menjadi tempatnya bertemu dengan Gilang
Mona kembali mengambil gambar tempat itu lalu ia kirimkan pada Gilang, dengan menulis Caption "apa kamu masih mengingat tempat ini?"
Gilang yang saat itu baru selesai mencuci muka, saat ia mengambil ponselnya ia melihat foto yang di kirim Mona
"tentu saja, itu adalah tempat yang nyaman untuk bertemu di kala itu" balas Gilang
"iya, aku masih di luar sekarang" balasan Mona membuat Gilang tidak tenang ia lalu menelonya
"kenapa kamu masih keluyuran ini suda malam, cepatlah kembali" pinta Gilang saat Mona menerima telponnya
"aku ingin menikmati waktuku selagi aku masih disini"
"sekarang pulang saja, nanti kamu bisa kembali lagi, mari pergi bersama ku, tunggu aku akan kesana besok" ujar Gilang
tentu kabar itu membuat Mona sangat senang
"benarkan, besok kamu akan kemari?"
"iya, tunggu aku besok, mari kita menghabiskan waktu bersama mengenang kembali masa itu" pinta Gilang
"baiklah, mari pergi bersama, sampai bertemu besok" ujar Mona sebelum mengakhiri telpon Gilang
keesokan harinya sesuai dengan janji Mona ia ingin berkunjung ke tempat ibu Gilang, saat ia tiba disana cafe itu juga tidak banyak berubah, tetap terlihat ramai pengunjung
"silahkan mau pesan apa?" tanya karyawan yang melihat kedatangan Mona
tapi Mona malah bertanya tentang pemilik cafe itu, belum sempat pegawai menjawab pertanyaan Mona, tiba-tiba Tina terlihat baru tiba
saat ia masuk ke cafe nya ia sangat kaget saat melihat Mona disana
Mona langsung memeluk ibu Gilang ia sangat senang akhirnya bisa kembali bertemu
"Mona... apa ini benar kamu" Tina juga tidak kalah senang saat melihat kedatangan Mona
"iya buk..ibu apa kabar?"
"kabar ibu baik, Mona ibu senang sekali kamu Kemabli ibu sangat merindukanmu, kemana saja kamu selama ini, apa kamu tahu Gilang sangat bersedih saat kamu tiba-tiba meninggalkannya" Ungkap Tina dengan mata yang berkaca-kaca
"iya buk, maafkan Mona karena pergi tanpa pamit"
"hmmm..tidak apa-apa karena yang terpenting sekarang kamu suda kembali"
Tina lalu mengajak Mona untuk ke dalam, agar mereka bisa mengobrol lebih banyak lagi dengan nyaman, pegawai yang melihat merasa heran karena mereka belum perna bertemu sebelumnya dengan Mona
"siapa gadis itu? apa dia anaknya?" tanya salah satu karyawan
"setahu ku buk Tina tidak punya anak perempuan" ujar mereka membahas tentang atasannya dan Mona
di dalam Tina masih terus menanyai Mona dengan berbagai pertanyaan hingga tidak terasa mereka suda bersama selama tiga jam
"tapi apa Gilang suda memberi tahu ibu kalau ia akan kemari juga?"
"benarkah, tapi Gilang belum memberi tahu ibu, tapi apa kaki Gilang suda benar-benar pulih, terahir kaki ibu pulang kaki Gilang masih belum sepenuhnya pulih"
"iya buk, Gilang suda pulih, ibu tidak perlu khawatir, sekarang Gilang pasti suda di perjalanan mungkin sebentar lagi ia akan tiba"
"syukurlah kalau begitu, bagaimana kalau kita masak makanan kesukaan Gilang untuk menyambut kedatangannya" ajak Tina
Mona tentu sangat setuju, mereka kini di sibukkan dengan memasak banyak menu makanan, sambil sesekali Mona bertanya keberadaan Gilang yang sebentar lagi akan sampai
kini masakan Mona dan ibu Gilang suda selesai semua suda di hidangkan beberapa menu yang terlihat sangat enak siap di nikmati
setelah beberapa jam menunggu kedatangan Gilang kini ia suda tiba dengan mengendarai mobil pribadi berwarna biru