
"Gilang apa kau mendengar suaraku?" tanya Elena karena tidak mendapat jawaban dari Gilang
"maaf Elena.. nanti aku akan menelpon mu kembali dan menjelaskan semua padamu" jawab Gilang lalu mematikan telponnya
Gilang menelpon ayahnya untuk memastikan kebenaran dari kabar tersebut, namu ponsel Theo tidak tersambung hingga Gilang memutuskan untuk menemui ayahnya secara langsung
Mona saat itu suda kembali ke tempat kerjanya. ia menemui Felly untuk bicara
di ruangan Felly, Mona langsung bertanya apa benar Felly menceritakan semua tentang dirinya pada Gilang?
Felly membenarkan karena ia tidak mau Mona terus berlarut-larut dalam kesedihannya dengan membiarkan cerita sebenarnya ia simpan sendiri
"tapi aku rasa ini bukan waktu yang tepat, karena akan lebih baik Gilang tetap membencinya? ujar Mona dengan wajah sedihnya
"memang nya kenapa?" tanya Felly
Mona mengatakan kalau ia merasa sangat bersalah kalau pertunangan Gilang batal karena dirinya. sejenak Felly merasa ucapan Mona benar namun ia mengatakan kalau Mona tidak perlu merasa bersalah karena kalau pun perjodohan Gilang Batal itu karena mereka tidak saling mencintai akan percuma memaksakan hubungan tanpa rasa suka satu sama lain
setelah mendengar ucapan Felly Mona sedikit merasa tenang, namun ia akan Kembali berurusan dengan ayah Gilang. walaupun sebenarnya Mona tidak punya hutang apapun lagi pada Theo karena uang yang Theo berikan untuk biaya pengobatan bibi nya suda berhasil ia lunasi sejak dua tahun yang lalu.
Theo duduk santai di ruang kerjanya ia suda tahu kalau Gilang pasti akan datang menemuinya untuk membicarakan tentang pernikahannya
selang beberapa menit Gilang memang datang menemui ayah nya
"kenapa ayah memutuskan sesuatu sebelum meminta persetujuan dari ku?" tanya Gilang dengan Wajah kesal nya
"dengar Gilang ayah suda tidak mau berdebat tentang gadis itu lagi, jadi setujui saja pernikahan mu karena dari awal kamu memang tidak ditakdirkan untuk gadis yang bernama Mona" ujar ayah Gilang dengan tenang
"itu semua karena ayah"
"itu adalah keputusan nya sendiri" ujar Theo
"terserah ayah mau bicara apa, aku hanya ingin mengatakan kalau aku membatalkan pertunangan atau bahkan pernikahan ini" Gilang lalu pergi dari ruangan ayahnya setelah mengatakan hal tersebut
Theo masih terdiam duduk di sofa ruangan hanya memandang kepergian Gilang
"Suda ku duga gadis itu kembali mengacaukan kehidupan Gilang" ucap Theo geram
Gilang meminta Elena untuk bertemu, ia ingin menyampaikan secara langsung tentang niat nya agar semua cepat selesai
saat tiba di tempat yang suda mereka janjian Elena terlihat lebih dulu datang menunggu Gilang, ia tahu niat Gilang menemuinya karena Elena tahu perasaan Gilang masih tidak sepenuhnya menyukai dirinya, di tambah lagi dengan kehadiran Mona cinta lama nya yang kini kembali, tapi saat itu Elena pura-pura tidak tahu tentang Gilang yang mengajaknya bertemu
"mari pesan makan dulu karena aku merasa lapar" ujar Elena
Gilang setuju dan menyuruh Elena untuk segera memesan makanan apa yang ingin ia makan
"Elena kamu pasti akan merasa kecewa dengan apa yang ingin aku sampaikan, jadi aku ingin meminta maaf terlebih dulu, aku benar-benar minta maaf karena harus membatalkan pernikahan kita, aku tidak bisa bohong pada perasanku sendiri bahwa aku suda lebih dulu jatuh hati pada perempuan lain" ujar Gilang
"iya" jawab Gilang membenarkan ucapan Elena
"apa kamu tidak marah atau bahkan kecewa pada ku" tanya Gilang lagi
"aku bisa apa, karena bukan aku yang kamu sukai, akan percuma jika aku memaksakan diri untuk menikah dengan orang yang bahkan tidak menyukai ku" ujar Elena dengan menunjukkan sedikit senyum di wajahnya
Gilang merasa sangat lega atas sikap Elena yang bisa memahami keputusan nya
pelayan datang menyajikan pesanan mereka, Elena meminta mereka menghabiskan makan dulu sebelum berpisah
"aku rasa ini akan jadi makan malam kita yang terakhir, jadi mari di nikmati" pinta Elena, Gilang mengangguk setuju
"terima kasih sudah bisa mengerti keputusanku" ujar Gilang tersenyum haru menatap Elena yang sedang menikmati makanan mereka
setelah menikmati makanan Elena permisi ke toilet sebentar dan meminta Gilang untuk menunggu nya. namun rupanya di dalam toilet Elena menangis mengeluarkan kesedihannya yang sedari tadi ia coba tahan.
bagi Gilang Mungkin ini keputusan terbaik tapi bagi Elena ia merasa keputusan ini membuatnya sangat hancur ia sudah menaruh harapan besar untuk bisa bersama Gilang meski ia baru saling mengenal tapi ia suda jatuh hati sejak mereka bertemu, namun sayang hari ini jadi hari terakhir kandasnya hubungan mereka. entah bagaimana ia akan bersikap pada orang tua nya dan juga Theo orang tua Gilang.
setelah beberapa menit di toilet Elena Kembali ke meja menemui Gilang, dan mengajak mereka untuk segera pulang
Gilang bermaksud mengantar Elena pulang namun Elena menolaknya dengan alasan ia akan pulang naik taksi saja.
sambil sedikit membungkuk Elena pergi meninggalkan Gilang yang masih berdiri di tempatnya.
kabar batalnya pernikahan Gilang suda sampai di telinga orang tua Elena, ia merasa sangat marah karena telah mempermainkan perasaan anak nya dengan membatalkan pernikahan begitu saja
"sudalah ayah, mungkin memang ini yang terbaik" ujar Elena, namun ucapan Elena tidak terlalu di dengarkan oleh ayahnya ia bermaksud bertemu langsung dengan Theo dan juga Gilang
"ayah mau kemana? tanya Elena saat ayahnya bergegas pergi dengan membawa kunci mobil
"ayah harus bertemu dengan Theo, ini tidak bisa di biarkan begitu saja" tegas ayah Elena dengan wajah yang sangat marah
"jangan ayah, biarkan saja pernikahan ini batal" ujar Elena mencoba menenangkan ayahnya namun tetap saja tidak perduli dengan omongan Elena
ayah Elena datang menemui Theo di kediamannya, Elena tidak bisa membiarkan ayah nya pergi sendiri ke rumah Theo hingga ia juga ikut menemani ayahnya
di jalan Elena menelpon Gilang untuk datang ke tempat ayahnya dan menjelaskan kalau mereka sedang menujuh ke rumah ayah Gilang karena ayah nya tidak bisa menerima keputusan Gilang
mendengar kabar itu Gilang yang masih berada di mobil nya langsung memutar arah untuk ke tempat ayah nya
ayah Elena langsung meminta penjelasan kenapa keluarga Theo begitu seenaknya saja membatalkan pernikahan anak mereka
"aku sangat meminta maaf atas keputusan anak saya yang tentu membuat keluarga malu, tapi aku juga tidak bisa berbuat banyak" ujar Theo yang saat itu juga baru tahu kalau ternyata anaknya suda mengatakan ingin membatalkan pernikahannya
next episode...