
"apa...jadi aku hanya perlu memberikan berkas ini" tanya Mona kesal
"tentu" jawab Gilang santai
"tapi kenapa tidak dari tadi saja, jadi aku tidak harus menunggu lama" tegas Mona sambil menatap tajam ke arah Gilang, tapi ingatan tentang ciuman itu kembali terngiang mana kala ia melihat ke arah bibir Gilang
"kenapa apa ada yang ingin kamu sampaikan?" tanya Gilang
Mona berfikir sejenak ia merasa perkataan Gilang mengarah pada kejadian semalam, namun Mona enggan membahasnya ia tetap memilih pura-pura tidak ingat.
"Baikla...kalau begitu aku permisi" sambil berjalan meninggalkan ruangan Gilang
"bagaimana ini...ia pasti memikirkan kejadian kemarin" kata Mona menyesali kesalahannya sambil terus berjalan menjauh
Gilang tersenyum merasa penuh kemenangan melihat Mona yang keluar dengan rasa kesal, tapi ia merasa sedikit kecewa karena sikap Mona yang seperti tidak mengingat kejadian semalam
"apa dia tidak ingat, atau hanya pura-pura lupa" gumam Gilang
telpon Gilang berdering, terlihat di layar ponselnya Elena yang telpon
"iya elena ada apa? tanya Gilang setelah menjawab telpon
"bisa kamu luangkan waktu mu hari ini" tanya elena sebelum mengutarakan niat nya
"memang nya ada apa?"
"aku ingin kamu menemaniku di acara pernikahan sepupuku" ajak elena
Gilang tidak langsung menjawab karena merasa tidak begitu tertarik untuk pergi, tapi ia juga tidak punya alasan yang tepat untuk menolak
"Baikla" jawab Gilang yang membuat elena senang
"kalau begitu aku tunggu jam tujuh malam" ujar elena sebelum Telpon terputus
Gilang mencoba untuk membuka hati dengan mengenal elena lebih dekat, Gilang tidak mau ambil pusing memikirkan sesuatu yang suda hilang dalam hidupnya, ia berusaha keras untuk memulai hidupnya tanpa bayang-bayang Kisa masa lalu
ia mencoba untuk membuka hatinya pada perempuan lain agar bisa melupakan Mona walau terkadang saat melihat Mona keinginan untuk dapat bersama Mona begitu besar.
Sampai hari ini Gilang tidak tahu alasan yang sebenarnya atas keputusan Mona meninggalkannya. ia masih beranggapan bahwa Mona senagaja meninggalkannya untuk mencari kebahagiaannya sendiri yang tidak ia rasakan saat masih bersama dengan dirinya
setelah pulang dari kantor Gilang bersiap-siap untuk pergi menjemput elena.
Theo yang suda mendengar kabar kalau gilang akan pergi ke acara pernikahan sepupu elena atau anak dari teman baiknya memberi kabar pada Gilang kalau ia juga akan datang untuk memenuhi undangan dari sahabatnya itu
Gilang hanya mengiyakan dan mengatakan Sampai bertemu di tempat acara
Gilang pergi ke tempat elena ia di sambut hangat oleh kedua orang tua elena yang suda mengetahui kalau anak nya resmi berpacaran
"Gilang.. ayo masuk dulu, elena masih siap-siap di kamar nya, mari ngobrol di dalam" sapa ayah elena ramah tapi saat itu Gilang sedang malas untuk bercengkrama ia mengatakan kalau ia menunggu elena di luar saja karena sepertinya sebentar lagi elena akan keluar "
meski merasa agak sedikit kesal dengan sikap Gilang yang seperti nya kurang bisa menghargai orang lain, tapi ayah elena mencoba memahami ucapan Gilang.
selang beberapa menit elena keluar dari rumah nya dengan gaun berwarna merah muda, ia tampil sangat cantik tapi sayang ny Gilang seperti nya tidak terpukau dengan penampilan elena ia bahkan tidak mengatakan apapun tentang elena
"bagaimana menurutmu apa aku terlihat cantik malam ini" ujar elena karena Gilang tidak mengatakan apapun
"iya" jawab Gilang singkat
elena hanya menarik nafas panjang mendengar ucapan singkat dari Gilang sambil mengatakan dalam hati kalau mungkin memang begitu sifat Gilang
sesampainya di tempat acara elena menggandeng tangan Gilang, meski merasa sangat terganggu atas siap elena yang namun Gilang mencoba untuk membiarkannya
saat masuk ke dalam dan berniat untuk menyapa kedua mempelai Gilang sangat kaget karena ternyata mempelai laki-laki itu adalah Rangga seseorang yang ia kenal semasa SMA.
"Rangga" ujar Gilang kaget dan begitu juga sebalik nya, Rangga juga tidak menyangka mereka akan bertemu lagi bahkan di saat hari bahagianya
"senang bisa bertemu dengan mu lagi" ujar Rangga menyapa gilang
"tapi apa kamu tidak datang dengan Mona" sambung Rangga
"kenapa kamu menyebut perempuan lain, Suda jelas aku orang yang bersama dengan nya" jawab elena merasa sedikit kesal pada sepupunya itu
"oh iya baikla maaf kan aku" ujar Rangga, namun ia sangat penasaran kenapa gilang bisa putus dengan Mona
"selamat atas pernikahanmu" ucap Gilang sambil menjabat tangan rangga
"baikla terima kasih" jawab Rangga
disaat itu juga terlihat dari kejauhan Mona juga ternyata memenuhi undangan dari Rangga, malam itu ia datang sendirian ke acara pernikahan Rangga
saat Mona hendak memberi ucapan selamat pada Rangga tiba-tiba jalan nya terhenti saat ia melihat Gilang yang berada di dekat Rangga. sejenak ia berpikir apa ia pergi saja dari sana karena rasanya sangat tidak nyaman
tapi saat ingin beranjak pergi tiba-tiba panggilan Rangga terdengar ke arahnya yang membuat orang menoleh melihat dirinya termasuk Gilang.
Mona tidak mungkin pergi begitu saja karena Rangga Suda melihatnya ia terpaksa berjalan mendekat ke arah Rangga dan istrinya
mona mengucapkan selamat pada teman baik nya itu setelah beberapa tahun berpisah kini bisa bertemu lagi walau dalam keadaan yang jauh berbeda
"selamat ya atas pernikahan mu" ujar Mona pada Rangga beserta istri
Gilang masih berdiri di tempatnya, bersikap biasa saja ketika Mona menghampiri Rangga yang berada di dekatnya. saat itu Rangga merasa ada yang salah dengan Gilang dan Mona namun ia tidak mau terlalu ikut campur karena di rasa bukan momen yang tepat untuk menanyakan Maslah pribadi mereka
"kalian rupanya suda tidak lagi bersama" ujar Rangga, namun baik Gilang ataupun Mona hanya diam saja tidak memberikan tanggapan apapun tentang ucapan Rangga
namun ucapan Rangga membuat elena paham kalau Mona adalah kekasih masa lalu Gilang
"rupanya kalian saling mengenal kebetulan sekali bisa bertemu di sini, oh iya perkenalkan aku elena pacar gilang" ujar elena yang membuat Mona merasa kaget sekaligus kecewa dengan ucapan elena
"iya aku Mona" ujar Mona menunjukkan seakan dia baik-baik saja sambil mengulurkan tangan menjabat tangan elena
saat itu entah karena Masi sangat mencintai, perasaan Gilang merasa kesal saat elena memperkenalkan diri sebagai kekasihnya di hadapan Mona, gilang melepas tangan elena dan berjalan pergi
"Gilang tunggu kamu mau ke mana?" ujar elena sambil berjalan mengikuti Gilang
Gilang berjalan keluar disusul oleh elena ia bertanya kenapa Gilang tiba-tiba pergi
belum sempat menjawab pertanyaan elena, ayah gilang datang dengan menyapa mereka berdua
"kenapa Kalian berdiri di luar?" tanya ayah gilang
"om Theo, senang bisa bertemu om juga disini" sapa elena
"iya elena...ayo kita Kembali masuk bersama ke dalam" ajak Theo pada Gilang dan elena, tapi gilang menolaknya dengan mengatakan nanti ia akan menyusul jadi duluan saja
next episode.....