Monalisa

Monalisa
monalisa



"aku tahu perasaan mu pasti akan sangat marah dan kecewa, tapi sekali lagi aku hanya bisa meminta maaf, aku benar-benar tidak menyangka anak ku akan membatalkan pernikahan ini" tambah Theo meyakinkan ayah Elena


"apa kamu pikir hanya dengan kata maaf bisa merubah kenyataan? semua orang suda tahu berita tentang pernikahan anak ku kalau batal begitu saja, kami benar-benar kecewa dan tentu merasa malu" tegas ayah Elena murka


tidak berapa lama Gilang datang di tengah-tengah perdebatan orang tua nya. Gilang mencoba untuk meyakinkan orang tua Elena agar tidak marah


"aku benar-benar minta maaf ini memang salah ku, tapi aku tidak bisa memaksakan perasaan ku karena kami tidak saling mencintai" jelas Gilang


"kamu pikir sekarang cinta itu penting? dengar Gilang harga diri keluarga kami jauh lebih penting dari perasaan cinta" ujar ayah Elena


Elena mencoba untuk membantu menenangkan ayahnya dengan mengatakan, kalau semua ini adalah keputusan mereka berdua


"ayah aku mohon sudahla, ini semua sudah menjadi keputusan kami" ujar Elena sambil memohon dengan memegangi lengan ayahnya


sejenak ayah Elena terdiam di tempatnya mencoba mengontrol emosi nya, sebelum akhirnya menarik tangan anaknya untuk segera meninggalkan tempat itu.


tanpa pamit ayah Elena pergi begitu saja meninggalkan Gilang dan ayahnya yang masih berdiri hanya bisa melihat kepergian orang tua Elena dengan rasa bersalah


"apa kau puas sekarang? kau suda menghancurkan perasaan teman ayah, dan juga Elena dengan perbuatanmu yang hanya mementingkan perasaanmu sendiri tanpa perduli dengan perasaan orang lain" bentak Theo


Gilang hanya tertunduk di tempatnya ia tidak bermaksud menghancurkan perasaan keluarga Elena


"pergilah.. urus saja hidupmu sendiri" pinta ayah Gilang merasa sangat kecewa, sambil berjalan pergi membiarkan Gilang yang masih terpaku di tempatnya berdiri


Maya yang dari tadi hanya berdiam diri tanpa ikut bersuara mencoba menenangkan Gilang


"kamu yang sabar ya, Tante mengerti kamu hanya ingin bersama dengan wanita yang kamu cintai" ujar Maya sambil menepuk pundak Gilang


***


Gilang kembali ke rumah nya masih dengan pikiran dan rasa bersalahnya


"harusnya dari awal aku tidak perna setuju dengan perjodohan ini, jadi tidak ada yang akan merasa kecewa" batin Gilang


ia lalu menelpon Mona. saat itu Mona masih di lokasi kerja karena masih banyak pekerjaan belum selesai jadi ia harus lembur.


"bisa kita bertemu?" tanya Gilang saat Mona mengangkat telpon


"aku masi di tempat kerja sekarang, aku rasa aku tidak bisa bertemu karena aku masih banyak pekerjaan" jawab Mona, tapi telpon langsung terputus tanpa jawaban apapun dari Gilang


rupanya saat itu Gilang menuju ke tempat kerja Mona, selang beberapa menit ia sudah sampai di depan kantor Mona.


Gilang bertanya pada penjaga untuk mengantarnya ke ruangan kerja Mona, tanpa banyak bertanya penjaga yang kebetulan juga suda tau dengan Gilang ia langsung menemani Gilang ke ruang kerja Mona, meski dalam hati ia merasa sedikit aneh kenapa pak Gilang bisa datang secara langsung menemui Mona


"ini adalah ruang kerja buk Mona" ujar penjaga


"baiklah. terima kasih"


"baik pak, kalau begitu saya permisi" ujar penjaga sambil sedikit membungkuk


tanpa mengetuk pintu Gilang langsung membuka pintu dan masuk, Mona kaget melihat kedatangan Gilang secara tiba-tiba


"Gilang kenapa tiba-tiba kemari, apa ada masalah?" tanya Mona


"aku hanya merindukanmu" jawab Gilang seraya mendekat ke arah Mona dan memeluknya


mona merasa saat ini Gilang sedang menyembunyikan perasaan yang sebenarnya


"apa ada masalah?" tanya Mona lagi


"kalau begitu bisa tunggu aku selesai bekerja" pinta Mona menyuruhnya untuk duduk manis di sofa kerjanya karena ia harus menyelesaikan pekerjaan dan tidak mau Gilang mengganggunya.


Gilang mencoba menuruti permintaan Mona, meski lama-lama ia merasa bosan tapi ia tetap bersabar menunggu sampai pekerjaan Mona selesai.


sambil melihat ruangan kerja Mona yang di penuhi dengan beberapa desain pakaian


"apa ini semua karyamu?" tanya Gilang sambil menunjuk ke arah gambar desain dari Mona


"hemmm" jawab Mona


"ternyata selama ini kamu punya bakat dalam mendesain pakaian, ku kira kamu hanya tertarik di bidang kue" ujar Gilang yang tidak mendapat respon apapun dari Mona karena masih pokus dengan pekerjaannya


Gilang kembali duduk di sofa sambil memandangi Mona


"kamu terlihat sangat cantik kalau sedang pokus bekerja" goda Gilang


"terima kasi untuk pujiannya" jawab Mona tanpa ekspresi


"aku serius kamu sangat cantik" tegas Gilang karena merasa jawaban Mona terlalu terlihat cuek


Mona menatap Gilang yang saat itu masih terus mengganggunya dengan mengajak nya berbicara


"aku menyuruh mu untuk menunggu dan tidak menganggu ku" ujar Mona sambil menatap tajam ke arah Gilang


"iya baikla, abaikan saja ucapan ku, anggap saja aku bicara sendiri" jawab Gilang sambil berjalan mendekat ke arah Mona yang masih mendesain di depan komputer nya


"wow.. ini sangat keren, tapi aku rasa kalau di tambah sedikit sentuhan warna keemasan ku rasa akan semakin mewah" ujar Gilang sambil menunjuk bagian yang ia maksud


"aku tidak memintamu memberikan pendapat" jawab Mona


"aku suda membatalkan pernikahan ku" kali ini ucapan Gilang membuat Mona berhenti memandang laptopnya, lalu menoleh Gilang


sejenak Mona hanya terdiam memandang ke arah Gilang dia tidak tahu harus berkata apa perasaan nya rasanya bercampur antara senang dan sedih mendengar keputusan Gilang


"tapi apa semua baik-baik saja?" tanya Mona


"hmmm... semua pasti akan baik2 saja" jawab Gilang. sedangkan Mona Masi menatapnya seperti tidak sepenuhnya mempercayai ucapan Gilang


"kau tidak perlu merasa bersalah karena ini keputusan ku bukan karena dirimu, tapi aku membatalkannya karena kami tidak saling menyukai" tambah Gilang


"bagaimana dengan ayahmu, apa dia sangat marah padamu?" tanya Mona


"tidak perlu di pikirkan ayah akan mengerti keputusan ku adalah yang terbaik"


setelah mendengar ucapan Gilang, Mona merasa kehilangan fokusnya untuk menyelesaikan desain baju yang ia buat, yang membuat nya hanya memandang ke arah desain yang ia buat tanpa menyelesaikannya


sedangkan Gilang masih menunggu nya, bahkan sampai tertidur di sofa.


Mona mendekati Gilang yang suda tertidur karena menunggunya terlalu lama menyelesaikan pekerjaannya, ia menatap Gilang yang terlelap tidur dangan membelai lembut wajah Gilang.


"akankah akhirnya kita bisa bersama? apa kali ini semua benar-benar akan baik-baik saja?" ujar Mona lalu perlahan Gilang membuka matanya dan melihat wajah Mona yang berada dekat dihadapannya, Gilang menyentuh wajah Mona dengan mengatakan apa kamu ingin mencium ku lagi? gurauan Gilang membuat Mona kembali berdiri dari posisinya ia merasa sedikit gugup dengan ucapan Gilang yang memang senagaja menggoda nya


"aku hanya ingin membangunkan mu, pekerjaanku suda selesai mari kita pulang" ajak Mona dengan sedikit gugup


next episode....