
keesokan paginya Mona pergi ke tempat kerja, setiba di kantor ia di tugaskan untuk memberikan beberapa presentasi dari pakaian yang mereka buat dalam meeting hari ini.
Mona merasa sedikit keberatan karena kali ini ia harus presentasi di saksikan langsung oleh Gilang, hal itu tentu membuat nya canggung.
tapi Mona juga tidak berani menolak perintah yang buk Felly berikan untuknya.
Mona mulai mempelajari apa yang harus ia presentasikan ia tidak mau ada hal yang membuatnya terlihat buruk di hadapan Gilang.
meski ia sudah terbiasa untuk presentasi tapi kali ini ia sangat gugup, takut tidak bisa tampil maksimal.
beberapa kali Mona minta pendapat pada Felly yang masih berada disana.
"bagaimana? apa presentasi ku bagus atau ada yang perlu di tambahi?" tanya Mona yang tanpa ia sadari sikap nya membuat Felly sedikit aneh karena tidak biasanya Mona meminta pendapat darinya tentang presentasi yang suda biasa dia lakukan.
"aku rasa suda cukup bagus, lagi pula kamu suda ahli dalam bidang itu jadi aku rasa tidak ada masalah" ujar Felly sambil sedikit tersenyum dan kembali melanjutkan pekerjaannya
beberapa staf suda menghadiri meeting termasuk Mona suda duduk di kursinya walaupun ia merasa tidak nyaman.
mereka masih menunggu kedatangan Gilang untuk memulai meeting.
selang beberapa menit Gilang memasuki ruangan meeting, semua staf yang hadir memberikan salam pada Gilang dengan membungkukkan tubuh mereka, lalu kembali duduk setela Gilang duduk di kursinya
Mona maju ke depan untuk memulai presentasinya dengan menghela napas panjang mencoba menenangkan dirinya dan pokus pada presentasi itu.
tapi di tengah-tengah presentasinya Gilang menghentikannya dengan mengatakan kalau presentasi dari Mona kurang menarik, apa Bahkan Mona suda menyiapkan presentasi itu dengan baik?
semua mata tertuju pada Mona, karena ucapan Gilang yang tiba-tiba menghentikan presentasinya.
Mona juga merasa kesal dalam hati ia mengumpat Gilang yang sepertinya sengaja membuatnya malu di hadapan banyak orang di ruangan itu.
"dia jelas sengaja bersikap begini pada ku, ada apa dengan nya kenapa ia tidak bisa membedakan urusan pribadi dan pekerjaan?" batin Mona
"ulangi lagi presentasinya dari awal, lakukan dengan baik" pinta Gilang
terpaksa Mona menuruti perkataan Gilang terhadapnya, ia mengulangi lagi presentasinya. kali ini Gilang tidak menyela dan membiarkan mona menyelesaikan presentasinya tapi gilang mengabaikan Mona yang berusaha menyelesaikan presentasinya dengan baik.
setelah presentasi Mona selesai tanpa memberikan tanggapan apa-apa Gilang mengakhiri meeting hari itu
"baiklah meeting kita cukup Sampai disini" lalu berjalan ke luar meninggalkan semua karyawan yang merasa bingung dengan sikap Gilang, sebelum akhirnya menuruti perintah dari atasan nya itu
Mona Kembali ke tempat duduk nya, ia merasa sangat kesal dengan sikap Gilang
"bagaimana bisa dia bersikap begitu" sambil merapikan semua berkas dan laptop yang ia bawa lalu keluar
salah satu karyawan yang mengenal Mona ia bertanya kenapa Gilang bersikap demikian, padahal menurut nya Mona suda presentasi dengan sangat baik
"entahlah mungkin dia sedang punya banyak masalah" jawab Mona mengajak rekannya itu segera pergi tidak perlu memikirkan tentang meeting hari ini
Mona kembali ke tempat kerjanya dengan wajah kesalnya, Felly yang melihat nya kemudian bertanya
"Mona...kenapa wajah mu terlihat kesal, apa presentasinya berjalan lancar?" tanya Felly
"harusnya begitu, tapi karena sikap yang tidak profesional dari pak Gilang jadinya presentasi ku hari ini seperti sia-sia saja" jelas Mona
"kenapa bisa seperti itu? tanya Felly kurang mengerti dengan ucapan Mona
"apa kalian sebelumnya saling mengenal" lanjut Felly
Mona menjelaskan kalau mereka memang pernah dekat beberapa tahun yang lalu sebelum akhirnya berpisah.
Felly mengerti dan tidak mau terlalu ikut campur urusan Mona dengan mencari tahu banyak hal tentang masa lalu nya. ia hanya mengatakan agar Mona bisa sedikit sabar dalam menghadapi Gilang, karena menurut Felly Gilang memang tegas dalam bekerja.
Mona masih termenung di depan meja kerjanya sambil melihat beberapa desainer baju terbaru mereka
"andai kamu tahu alasan ku meninggalkanmu pasti kamu tidak akan terlalu membenci ku" batin Mona sedih
***
Gilang berada di dalam ruang kerjanya lalu telpon berdering terlihat di layar hp tertera nama ayah Gilang. Gilang mengangkat telponnya
"iya ayah ada apa"?
"ayah mau mengingatkan mu untuk datang ke pertemuan yang suda ayah siapkan, temui wanita itu di alamat yang ayah kirim kemarin"
"tapi ayah, Gilang sedang sibuk saat ini, jadi sepertinya Gilang tidak bisa"
"Gilang ini perintah ayah temui saja gadis itu mengerti" tegas ayah Gilang sebelum menutup telponnya
Gilang hanya bisa menghela napas panjang, ia tidak bisa mengabaikan perintah ayahnya begitu saja.
Gilang melihat jam di tangannya, ia lalu memanggil sekertaris nya untuk menyelesaikan tugas yang harus ia tinggalkan karena ada urusan.
setelah menitipkan pesan pada sekretarisnya ia lalu pergi untuk memenuhi janji orang tua nya.
Gilang suda berada di restoran mewah untuk menemui gadis yang ayah nya suruh.
ia melihat ke sekeliling tempat itu tapi tidak melihat seroang gadis yang duduk sendirian. sebelum akhirnya ia memutuskan untuk menelpon gadis itu ke nomor yang sudah di kirim oleh ayah nya
"hello...ini aku Gilang, apa kamu Suda tiba di tempat pertemuan kita?" tanya Gilang langsung ke intinya saat gadis itu menjawab telponnya
"maaf sepertinya aku akan sedikit terlambat, bisa kamu menunggu ku sebentar lagi?" tanya gadis itu
"baiklah, aku akan menunggu" jawab Gilang sebelum mematikan telponnya
Gilang duduk di salah satu meja makan disana, ia memesan segelas minuman.
selang beberapa menit gadis yang bernama Elena datang. ia menelpon Gilang bertanya di sebelah mana Gilang duduk.
tapi Gilang yang melihat nya dari kejauhan lalu melambaikan tangan pada Elena. yang juga melihat ke arahnya lalu mendekat ke arah Gilang
setela berada di dekat Gilang, ia mengulurkan tangan mengenalkan diri
"hy...aku Elena" sapa elena dengan mengulurkan tangannya dengan tersenyum Masin di hadapan Gilang
"aku Gilang" membalas uluran tangan elena
"maaf suda membuatmu menunggu lama" ujar elena merasa tidak enak
"tidak masalah, aku bisa bersantai sambil menikmati minuman ku" jawab Gilang santai
"silahkan pesan makan terlebih dulu" pinta Gilang
"baikla" jawab elena sambil memanggil pelayan untuk memesan makanan
seraya menunggu pesanan datang mereka membahas masalah pertemuan mereka hari itu.
"aku rasa kamu bukan laki-laki yang mudah menerima perjodohan, melihat dirimu sepertinya kamu tipe banyak perempuan" ujar elena
Johan hanya tersenyum tipis menanggapi ucapan elena.
"aku rasa kamu wanita Karir yang hanya pokus pada bisnis hingga tidak menyadari setiap perasaan laki-laki yang mengagumi mu" balas Gilang yang membuat elena tertawa kecil
obrolan mereka terhenti sejenak saat pelayan datang mengantarkan makanan yang mereka pesan.
next episode...