Monalisa

Monalisa
monalisa



setelah acara selesai Gilang terpaksa membantu Serly pulang dengan memapahnya ke mobil


Mona melihat Gilang memapah Serly, ia merasa batin nya masih tidak bisa terima kala ia melihat Gilang dengan wanita lain


Felly mendekat ke arah Mona yang masih berdiri ditempatnya sambil melihat Gilang dari kejauhan


"apa dia laki-laki itu?" tanya Felly mengingat kenangan dulu saat Mona sangat terpuruk sebelum bertemu dengannya.


"sudahlah tidak perlu membahas cerita masa lalu" ujar Mona seraya pamit pulang


Felly hanya tersenyum melihat tingkah Mona, ia tahu betul perasaan Mona seperti apa, karena tidak muda melupakan cinta lama yang dulu sangat dia sesalkan kepergiannya kini mala harus bertemu lagi.


Mona yang pulang dengan taksi, tiba-tiba meminta taksi segera berhenti saat ia melihat mobil Gilang berhenti di depan sebuah hotel.


"kenapa ia berhenti di hotel? apa jangan-jangan....? otak Mona seperti mengarah pada sesuatu yang tidak seharusnya di lakukan Gilang pada Serly


Gilang benar-benar membawa Serly masuk ke hotel itu, dengan keadaan Serly yang masih harus di papah karena tubuhnya kehilangan keseimbangan akibat dari mabuk


Mona semakin melotot melihat tajam ke arah Gilang yang masuk ke hotel bersama Serly


"dasar laki-laki mesum, kenapa ia membawa Serly ke hotel" batin Mona sangat kesal dan tidak bisa tenang ia akhirnya memutuskan untuk turun disana agar bisa memastikan sendiri apa yang ingin di lakukan gilang


Gilang membawa Serly masuk ke salah satu kamar, ia mengambil kunci di dalam tas Serly dan membuka pintu hotel itu.


"awas saja kalau dalam 5 menit kamu tidak keluar dari kamar itu" ujar Mona sambil menunggu tidak jauh dari kamar Serly


rupanya di dalam Serly memang meminta gilang mengantarnya ke hotel itu, karena dalam beberapa hari ini ia memang tidak pulang ke rumah


"beristirahatlah, aku akan segera pulang" ujar Johan tapi Serly tiba-tiba muntah hingga tanpa sengaja ia mengenai jas Gilang.


"aisssss, sial kenapa kamu malah muntah" ujar Gilang saat melihat muntahan Serly sedikit mengenai jasnya tapi Serly tidak sadar ia kembali berbaring


Gilang terpaksa membersihkan bajunya sebelum pergi, ia melepas jas karena tidak nyaman memakai jas yang sudah kotor


Mona Masi menunggu di luar ia melihat jam di tangannya suda lebih dari 5 menit gilang di dalam kamar hotel


"Gilang...kamu..... dasar brengsek" ujar Mona meluapkan kekesalannya tapi saat itu Gilang keluar dari kamar Serly. hingga membuat Mona kaget dan langsung memalingkan tubuhnya agar Gilang tidak melihatnya.


Gilang turun ke bawa dan meminta pelayan hotel untuk membantu membersihkan kamar Serly.


beruntung gilang sama sekali tidak melihat mona, ia pergi Kembali ke mobil nya


tapi saat ia memajukan mobil nya dari kaca ia malah Melihat Mona yang berjalan ke luar


"bukankah itu Mona, tapi kenapa ia bisa ada disini?


Mona sibuk memesan taksi online hingga ia tidak sadar kalau Gilang masih berada di sana dan melihatnya.


tidak butuh waktu lama taksi yang tadi ia pesan telah tiba. Gilang melihat taksi Mona melewati mobilnya. tapi ia masih merasa heran kenapa Mona juga ada di hotel itu. sebelum akhirnya Kembali memacu mobilnya.


di dalam mobil pun Gilang masih terngiang di pikirannya saat Mona memberinya ciuman. sejenak ia tersenyum kala mengingat tingkah Mona, sebelum akhirnya ia menyadarkan diri kalau ia tidak boleh memikirkan Mona lagi.


****


keesokan hari di tempat kerja pikiran Gilang masih saja tidak bisa pokus, ia memanggil Edo dan memintanya untuk menyuruh Mona datang kemari


"hmmm" jawab Gilang


"tapi apa yang harus saya sampaikan untuk memintanya kemari"


Gilang melihat Edo sejenak ia berpikir dan mengatakan kalau Mona belum menyerahkan berkas presentasinya kemarin


"Baik pak, akan segera saya sampaikan" ucap Edo sambil izin keluar


Mona yang tengah sibuk mendesain baju terbaru mereka tiba-tiba ada yang mengetuk pintu dan mengatakan kalau mona di minta datang ke kantor pak Gilang


"kenapa aku harus ke sana?" tanya Mona bingung


"kami mendapat telpon dari sekretaris pak Johan kalau beliau ingin anda datang untuk menyerahkan berkas presentasi kemarin" jelas staf Mona


"oh baik la kalau begitu"


Mona mengeluarkan bekas yang kemarin ia bawa, ia memang lupa meninggalkan berkas itu pada Gilang.


"apa harus aku yang menyerahkannya" kata Mona sedikit keberatan kalau harus berhadapan dengan Gilang lagi


sejenak ia merebahkan tubuhnya di kursi kerjanya sambil memejamkan mata mencoba menenangkan diri agar tidak perlu gugup atau takut ia harus profesional kerja.


Mona meyakinkan diri kalau mereka tidak punya hubungan apa-apa lagi jadi ia tidak perlu gugup. tapi seketika ia mengingat sesuatu yang membuatnya kaget


"astaga ingatan macam apa yang ku ingat" ujar Mona manakala ia mengingat saat ia mencium Gilang


Mona menggelengkan kepalanya agar tidak mengingat hal yang tidak-tidak


"tapi tunggu, apa aku benar menciumnya" batin Mona saat iya benar-benar merasa ingat ia kemarin mencium Gilang


"bagaimana ini, aku harus bersikap bagaiman kalau bertemu dengannya nanti" ucap Mona panik


"apa aku harus minta maaf....tidak mungkin bagaiman cara aku mengatakan permintaan maaf pada nya"


akhirnya Mona pergi ke kantor Gilang dengan pura-pura tidak mengingat kejadian kemarin. ia berjalan masuk ke ruangan Gilang seakan tidak terjadi apa-apa dan berniat langsung memberikan berkas presentasinya sambil sedikit memberikan penjelasan lalu pergi


tapi saat berada dalam ruangan Gilang ia malah di minta menunggu dulu karena Gilang beralasan ia masih sangat sibuk


setelah kurang lebih satu jam mona menunggu di sana hanya memandangi dinding dan langit-langit ruangan dan juga Gilang yang masih duduk di kursi kerjanya yang masih terlihat sibuk dengan urusannya tanpa menghiraukan Mona yang suda sedari tadi menunggu diruang itu.


Gilang sepertinya sengaja membuat Mona lama menunggu karena sesekali ia melirik dengan sedikit tersenyum saat melihat ke arah Mona yang terlihat Suda sangat bosan duduk diam di ruangan gilang


"apa pekerjaan mu masih lama? ujar Mona memberanikan diri untuk bertanya


"hmmm, tunggu saja Jagan berisik" pinta Gilang yang membuat Mona merasa kesal dan mengumpat nya dalam hati


"kenapa bisa dulu aku sangat mengaguminya hingga membuat hidupku hampir putus asa karena kehilangannya, padahal ia hanya laki-laki menyebalkan" batin Mona


setelah beberapa jam akhirnya Gilang memanggilnya


Mona cepat mendekat takut kalau Gilang akan beruba pikiran, Mona bermaksud menjelaskan isi dari berkas itu. namun Gilang hanya memintanya dan mempersilahkan Mona untuk pergi


next episode...