Monalisa

Monalisa
Bab 37



Sesampainya di rumah Hen merebahkan tubuhnya di tempat tidur, dia merasa sangat lelah sekali. Sedangkan Lisa, dia menata baju-baju nya yang bersih di dalam lemari dan setelah itu mencuci sisa baju kotornya. Hen beranjak dari tempat tidurnya dan menghampiri Lisa ke belakang.


"Kasihan dia susah lelah masih saja bergelut dengan pekerjaan rumah."gumam Hen sambil melihat istrinya yang sedang sibuk memasak dan menunggu cucian selesai di mesin cuci.


"Lebih baik aku telfon mamah untuk mencarikan asisten rumah tangga, aku tak tega istriku kelelahan." Hen berkata lirih sambil melangkahkan kaki ke kamarnya untuk mengambil ponsel.


Hen menelfon Mamahnya untuk mencarikan asisten rumah tangga.


Mamah Marta yang sedang asik berbincang dengan Papah Arif di ruang keluarga mendengar ponselnya berbunyi, dengan segera Mamah Marta mengambil ponselnya dan melihat siapa yang memanggilnya.


"Hen? Ada apa dia telfon? Apa dia baik-baik saja dengan Lisa?"ucap Mamah Marta sambil melihat layar ponselnya.


"Siapa mah?"tanya Papah Rafli.


"Hen menelfon pah."jawabnya.


"Angkat saja, barangkali ada penting."ucap Papah Arif.


Mamah Marta mengangkat telfonnya.


{Hen, kamu baik-baik saja nak? Ada apa nak?}


{Mamah, Hen baik-baik saja, Hen dan Lisa sudah pulang ke rumah Hen, baru saja sampai tadi sore}


{Lisa sedang apa Hen?}


{Dia sedang memasak mah, oh iya mah, Hen minta tolong carikan asisten rumah tangga, Hen kasihan pada Lisa, dia yang mengerjakan semua pekerjaan rumahnya mah, mulai dari masak, nyuci, nyapu, ngepel. Kan kasihan capek dia pasti apalagi dia sampai malam kadang di butik.}


{Kenapa baru sekarang kamu peduli dengan dia?}


{Mah...please..janga ungkit itu lagi, Hen nyesel mah, mah tolongin Hen ya, carikan asisten rumah tangga, kalau ada secepatnya.}


{Iya...iya...nanti mamah carikan, besok mamah ke rumahmu.}


{Oke mah terima kasih.}


Hendrik menyudahi menelfon mamahnya, Lisa sudah selesai memasak dia melihat Hen yang berdiri di depan ruang tengah habis menelfon. Lisa mendekati Hen yang masih berdiri di sana.


"Siapa yang telfon Hen?"tanya Lisa.


"Oh tadi aku menelfon mamah, untuk mencarikan asisten rumah tangga Lisa."jawabnya


"Untuk apa mencari asisten rumah tangga?"tanya Lisa.


"Untuk bekerja di sini, biar kamu tak kelelahan sayang. Lihat, baru saja kamu pulang, kamu langsung bersih-bersih rumah, masak, mencuci. Kamu istriku Lisa, bukan pembantu."ucap Hen.


"Itu memang sudah tugasku Hen."


"Tugasmu itu melayani aku Lisa. Tidak seperti itu, kamu nanti lelah sayang."


"Ini juga melayani kamu kan Hen, nyiapin makanan, mencucikan bajumu. Bukankah ini yang namanya melayani."ucap Lisa


"Turuti aku sayang, mau yah ada asisten rumah tangga di rumah?"bujuk Hen


"Kamu sudah masaknya?"tanya Hen.


"Sudah, yuk makan. Aku sudah ambilkan kamu nasi juga."ucap Lisa sambil mengajak Hen makan malam.


Mereka berdua menikmati makan malam bersama.


"Tuhan, aku benar-benar di manjakan oleh istriku. Terima kasih Tuhan, sudah mengirimkan seorang istri seperti Lisa. Aku menyesal telah menyakitinya. Aku janji Tuhan aku tak akan membuat dia kecewa lagi."ucap Hen dalam hati.


Hendrik menatap Lisa yang sedang menikmat makanannya.


"Hen, jangan menatapku seperti itu."ucap Lisa mengagetkan Hen.


"Kamu cantik Lisa."ucap Hen.


"Kamu bilang seperti itu terus Hen dari kemarin." Hen hanya tersenyum pada Lisa.


Mereka sudah selesai makan malamnya, Lisa membereskan meja makan dan mencuci piring dan gelas kotor yang tadi mereka pakai untuk makan malam.


Selesai mencuci piring Lisa keluar menemui Hen yang sedang berdiri di teras depan. Lisa memeluk Hen dari belakang.


"Kamu mengagetkan saja Lisa"ucap Hen.


"Hen boleh aku bertanya sesuatu?"


"Tanya apa Lisa?"


"Apa kamu masih mencintai Vian?"tanya Lisa yang membuat Hen berbalik badan dan melihat wajah Lisa.


"Kenapa tanya seperti itu?"


"Aku takut suatu hari nanti kamu kembali lagi dengan Vian lagi Hen." jawabnya.


"Lisa, jangan takut aku tak akan kembali pada Vian, dia juga akan menikah."


"Aku pegang kata-katamu Hen, jika kamu mengingkarinya, aku tak mau kembali lagi padamu."ucap Lisa.


Hendrik memeluk Lisa erat, Hen sudah merasakan cinta dari Lisa, kasih sayang dan kesabaran Lisa membuat Hen tak ingin kehilangan Lisa.


"Aku janji Lisa, tak akan meninggalkanmu, tak akan kembali lagi pada Vian."ucap Hen sambil memeluk Lisa.


"Aku pegang janji mu Hen."ucapnya sambil mengeratkan pelukannya pada Hen.


"Sudah, jangan khawatir lagi Lisa, aku tak akan meninggalkanmu. Ayo tidur, sudah malam, besok.kamh ke butik kan?"


"Iya Hen besok aku ke butik."


"Yuk tidur, aku juga besok ke kantor, sudah lama aku meninggalkan pekerjaanku."


Lisa dan Hendrik masuk ke dalam kamarnya untuk istirahat.