
"baiklah" jawab Edo
setelah mendengar perintah dari Gilang, Mona juga merasa bingung kenapa ia harus datang lagi bahkan kali ini ia tidak di beri tahu alasan yang pasti, namun ia juga senang karena itu artinya Gilang suda sehat dengan kembali kekantor lagi.
Mona memberi tahu Felly tentang perintah Gilang, Felly hanya sedikit tersenyum dan mengatakan agar Mona segera pergi.
melihat Felly atasannya bahkan menyuruhnya untuk pergi Mona tidak punya pilihan lain selain menemui Gilang.
Mona berpikir ini juga bisa jadi alasannya untuk tahu keadaan Gilang
Gilang suda menunggu kedatangan Mona sedari tadi ia tidak sabar untuk Mona cepat datang
saat ada yang mengetuk pintu ternyata benar Mona yang datang
Mona menghadap mendekat ke meja Gilang yang suda duduk di kursinya dengan tatapan yang tidak biasa membaut Mona sedikit gugup
"maaf tapi ada apa saya di minta untuk datang?" tanya Mona dengan sopan
Gilang berdiri dari tempat duduk nya berjalan mendekat ke arah Mona ia kembali menatap mona tajam membuat Mona merasa sedikit tidak nyaman
"pada hari itu kenapa kamu melakukannya?" tanya Gilang langsung membuat Mona merasa tidak enak pikirnya Gilang bertanya tentang kejadian hari itu saat tanpa sengaja ia mencium Gilang
"aku benar-benar minta maaf aku tidak sengaja melakukan nya saat itu aku tidak sadar karena masih dalam pengaruh alkohol" jelas Mona agar Gilang bisa mengerti dan memaafkannya
Gilang sedikit bingung dengan jawaban Mona sebelum akhirnya menyadari kalau Mona berpikir hal lain, ia tersenyum memandang Mona yang malah salah paham dan menjelaskan tentang kejadian waktu itu, hingga Gilang menggodanya dengan mengatakan kalau Mona sangat berani
"aku benar-benar minta maaf" ujar Mona sambil membungkukkan tubuhnya
Gilang maju mendekati Mona hingga tubuh Mona terus terdorong ke belakang hingga ke dinding, saat ia tak bisa mundur lagi Gilang semakin mendekatinya Mona merasa sangat tidak nyaman akhirnya ia menginjak kaki Gilang yang membuat Gilang meringis
"ahh....,kenapa menginjak kakiku, bukannya merasa prihatin karena aku sedang terluka" ujar Gilang sambil memegangi kaki nya, membuat Mona merasa bersalah
"apa kamu tidak apa-apa" tanya Mona panik melihat Gilang tertunduk kesakitan
"bagian mana yang sakit, aku benar-benar tidak sengaja, karena kamu terus mendekat" ujar Mona sambil membantu Gilang berdiri
tapi Gilang kemudian memeluk Mona, Mona sangat kaget dengan sikap Gilang tiba-tiba memeluk nya
"lepaskan, kenapa kamu memelukku?" ujar Mona sambil mendorong tubuh Gilang yang semakin erat memeluknya
"sebentar saja, aku mohon diam sebentar saja, aku sangat merindukanmu?" ujar Gilang sambil membelai rambut Mona yang masih berada dalam pelukannya
sejenak Mona mengikuti permintaan Gilang karena ia juga sangat merindukan Gilang. namun status mereka bukan seperti dulu lagi Gilang akan segera bertunangan
"tidak seharusnya kamu memelukku, kau akan bertunangan" ujar Mona
"itu baru rencana, belum terjadi"
"aku bertanya tentang hari itu di saat kamu memutuskan untuk meninggalkanku, aku tahu alasan mu bukan itu jadi tolong katakan kenapa kau meninggalkan ku saat itu?" tanya Gilang sambil melepas pelukannya
"aku rasa percuma menjelaskannya itu tidak akan merubah apa yang suda terjadi saat ini, kamu akan segera bertunangan"
"jelaskan padaku, aku ingin tahu alasan yang sebenarnya" tanya Gilang serius
karena Gilang terus mendesak Mona untuk cerita alasannya akhirnya ia berkata jujur pada Gilang
Gilang mengatakan kalau sebenarnya ia tidak benar-benar menginginkan pertunangan ini, aku setuju hanya karena supaya bisa melupakanmu tapi aku salah keputusan ku malah membuat ku semakin tidak tenang, aku tidak bisa membohongi perasaan ku, Karena aku masih mencintaimu" ujar Gilang
Mona hanya bisa memandang Gilang dengan tatapan sendu. ia tidak tahu harus bagaimana karena jika pertunangan Gilang batal orang tua Gilang akan kembali membenci dan mengusik hidupnya karena menyalahkan dirinya
"mari lupakan tentang masa lalu, dan memulai kembali hubungan kita" ajak Gilang
"apa kau tidak marah lagi pada ku atau bahkan membenci ku?" tanya Mona
"aku rasa selam ini aku tidak perna membencimu, aku hanya tidak bisa menerima keputusanmu, jadi ayo kita mulai lagi dari awal" pinta Gilang meyakinkan Mona
Mona tidak bisa setuju begitu saja meski di hatinya tidak bisa di jelaskan dengan kata-kata betapa senang nya ia saat ini. karena ia juga tahu bagaimana perasaan Elena jika tiba-tiba Gilang membatalkan pertunangan mereka
"aku tidak mau jadi penyebab pertunangan mu batal" ujar Mona
namun Gilang meyakinkan Mona kalau pun pertunangannya batal itu bukan karena Mona tapi karena memang Gilang tidak memiliki perasaan pada Elena
"ini bukan salah mu, tapi aku la yang tidak bisa menerima pertunangan ku, aku mohon kali ini mari tetap bersama ku" ungkap Gilang sambil memegang tangan Mona
namun di saat bersamaan ayah Gilang tiba-tiba datang masuk ke ruangan Gilang dia datang untuk membantu Gilang barang kali kesulitan menyelesaikan pekerjaannya karena kondisi yang belum sepenuhnya pulih.
Theo tentu sangat kaget saat membuka pintu ia melihat Gilang sedang berdua dengan Mona
saat itu Theo tidak mengatakan apapun dia hanya menatap Mona dalam diam nya, namun tatapan itu adalah sebuah kemarahan. Theo memilih pergi meninggalkan ruangan Gilang setelah memergoki anak nya masih memiliki hubungan dengan Mona
"batalkan pertunangan Gilang karena kita akan langsung menggelar acara pernikahan" ujar Theo bicara dalam ponselnya sambil berjalan pulang
Mona Masi berada di ruangan Gilang ia juga kaget karena tiba-tiba ayah Gilang datang.
"sudahla tidak usa pedulikan ayah. mungkin ia suda tahu kalau aku hanya akan bersama dengan mu, percuma saja memisahkan kita" ujar Gilang meyakinkan Mona
"tapi aku rasa ayah mu tidak akan semuda itu menerima aku kembali"
"kau pergi juga karena perbuatan ayah, mungkin ia tau kalau ia suda salah besar karena telah membuat kita berpisah"
"tapi akulah orang yang menyetujui persyaratan ayahmu" jelas Mona
Gilang memeluk Mona sambil mengatakan agar Mona tidak meninggalkannya lagi demi alasan apapun itu
"aku mohon tetaplah bersama ku, aku tidak akan membiarkan kamu pergi lagi" pinta Gilang
***
Elena suda mendapat kabar kalau ia dan Gilang akan langsung menikah tidak perlu ada pertunangan
"kenapa tiba-tiba? apa Gilang juga suda setuju?" pikir Elena yang merasa kaget karena mereka akan langsung menikah
Elena memutuskan untuk bertanya langsung pada Gilang prihal pernikahan mereka seperti yang di sampai kan oleh orang tua nya, ia menelpon Gilang untuk memastikan tentang kabar yang ia dapat
"aku hanya ingin memastikan apa benar kita akan langsung mengadakan pernikahan tanpa perlu pertunangan?" tanya Elena saat Gilang menjawab telpon dari nya
Gilang tentu sangat kaget karena ia sama sekali belum mendengar kabar tersebut, ia bahkan belum menjawab pertanyaan Elena karena masih tidak percaya kalau ayahnya malah menginginkan mereka langsung menikah
next episode....