
MONALISA
♡Vivian♡
Aku tak menyangka Lisa tau semuanya. Aku malu....aku seperti perusak rumah tangga orang. Dan yang lebih terkejut respon Lisa sangat baik pada ku. Perempuan mana yang tidak sakit hatinya melihat suaminya berkhianat di depannya,terlebih mereka baru saja menikah. Tapi kenapa Lisa terlihat biasa saja. Namun raut wajahnya tetap menyiratkan luka yang sangat dalam. Aku tak bisa membayangkan jika aku yang berada di posisi Lisa. Walaupun aku tak mencintai suami ku pasti aku Sangat marah sekali jika melihat hal seperti tadi.
"Ahh...kenapa aku memikirkan Lisa. Bukannya mereka menikah karena di jodohkan. Tapi sepertinya Lisa begitu mencintai Hendrik, dan Hendrik dia juga seperti menyesalinya. Ada apa dengan mereka. Sudahlah aku tak mau tau. Yang penting aku masih bersama dengan Hendrik untuk beberapa waktu kedepan." Gumam ku dalam hati sambil menatap Hendrik yang fokus menyetir. Aku tau dia gelisah, merasa bersalah pada istrinya begitupun aku. Seharusnya aku tak kembali ke Indonesia, aku tetap di Jepang. Dan mungkin aku harus Menuruti semua keinginan orang tuaku. Aku memang lama berpacaran dengan Hendrik. Namun berkali kali Hendrik melamarku, orang tuaku menolaknya. Dan aku hanya pasrah dengan semua ini.
Kepergianku ke Jepang kemarin karena paksaan orang tuaku. Mereka memaksa aku untuk bertunangan dengan Eric lelaki pilihan orang tua ku sekaligus mantan pacarku dulu semasa kuliah. Aku tidak mau dengan dia. Aku tau Eric seperti apa orangnya. Namun sekuat apapun aku menolaknya orang tua ku dan orang tua Eric memaksa kami untuk bertunangan. Dan ya...kemarin saat aku di Jepang aku bertunangan dengan Eric. Dan mungkin beberapa bulan lagi aku akan menikah dengannya. Dulu aku mencintai Eric. Sangat mencintai, tapi dia berkhianat padaku . Setelah berhasil merenggut kesucian ku dia pergi meninggalkanku tanpa kabar. Dan akhirnya aku dan dia putus, lalu aku mengenal Hendrik sampai sekarang. Aku begitu nyaman saat bersama Hendrik. Memang aku selalu manja dengan nya. Dan dia juga memanjakan ku. Aku sangat mencintainya, tapi sekarang posisi kami sama sama salah. Sudah mengkhianati pasangan baru kami sendiri. Hendrik mengkhianati Pernikahannya dengan Lisa dan aku mengkhianati Pertunanganku dengan Eric.
Walaupun aku sudah lama melupakan Eric yang dulu meninggalkanku tanpa alasan, namun Eric berusaha menjelaskan kenapa dulu dia meninggalkan ku. Ternyata dulu dia pergi ke jepang membantu usaha orang tuanya yang di ambang kebangkrutan, dan orang tua ku lah yang ikut membantunya agar perusahaan ornag tua nya tidak bangkrut. Jadi Eric terpaksa meninggalkan ku. Pada saat itu orang tua ku mulai kagum dengan Eric dan dari dulu ingin sekali menikah kan aku dengan Eric. Namun aku sudah Berpacaran dengan Hendrik. Aku selalu tidak mau di jodohkan dengan Eric. Bagiku kembali dengan nya adalah hal yang menyakitkan. Karena terpaksa aku pun mau di jodohkan dengan dia.
Aku dan Hendrik sudah sampai di Apartemen. Kami masuk ke dalam Unit kami. Aku masuk ke dalam kamar dan pergi ke kamar mandi untuk mandi. Hendrik merebahkan tubuhnya di ranjang. Dia hanya dia saja dari tadi. Mungkin dia merasa sangat bersalah pada Lisa. Aku mencoba menyapanya dan tidur di samping Hendrik.
"Hen....Are you okey...?"
"Hmmm....sudah mandinya sayang...sini mendekat "
Aku mendekati Hendrik. Dia memeluku.
"Vian....apa hubungan ini akan tetap di lanjutkan?"
"Hen...jangan tinggalkan aku. Please.."
"Iya...aku akan tetap disini."
"Temani aku sebelum aku benar benar pergi menjauh dari kamu."
"Maksudmu?"
"Tidak...tidak ada maksud apa apa Hen. Aku sangat mencintaimu Hen."
"Aku juga Vian.."
"Kamu akan menginap disini atau akan pulang.?"
"Kalau aku pulang apa kamu mengizinkan?"
"Emmm iya...pulanglah..."
"Baik aku pulang. Maafkan aku Vian. Kamu gak apa apa sendiri disini?"
"Kan biasa sendiri Hen...kamu disninya kalau siang dan habis pulang kerja saja."
"Yasudah aku pulang. Baik baik di sini. Love you.."
"Love you too Hen."
Hendrik pun pulang. Ya aku membiarkan dia pulang kerumahnya. Aku tau posisi dia sekarang dan status dia sekarang bagaimana. yang aku inginkan sebelum aku menikah dengan Eric aku ingin selalu di dekatnya.
Aku kembali masuk Kedalam kamarku dan kulihat hp ku ternyata ada beberapa pesan di WA dari Eric. Dia masih seperti dulu tak berubah. Suka mengirimkan kata kata romantis yang membuat hati ini terbang melambung tinggi karen kata kata romantisnya. Aku senyum senyum sendiri membaca nya. Dan akhirnya aku melanjutkan chat dengan Eric hingga aku tertidur..
♥Hendrik♥
"Lisa...maafkan aku...baru saja 1 hari setelah pernikahan aku sudah membuat mu selalu menangis, aku tak tau akan seperti ini jadinya." Lirihku sambil mengendari mobilku.
Aku langsung menuju ke rumah untuk meminta maaf pada Lisa. Aku tak bisa seperti ini terus.
"Sial....aku yang memulai sandiwara ini tapi aku yang seakan akan ingin mengakhirinya." Ucapku sambil memuluk setir mobil.
Aku benar benar ingin berbaikan dengan lisa dan memulainya dari awal. Tapi ini semua sudah terlanjur dan apa aku bisa menerima Lisa yang sudah tidak suci lagi. Dan apa Vian masih suci ketika bersamaku. Tidak...dia sudah tidak suci, tapi aku sangat mencintainya. Aku sungguh sangat frustasi sekali.
Sesampainya aku dirumah aku Langsung memarkirkan mobilku ke dalam garasi dan aku masuk ke dalam rumah. Pintu tidak terkunci aku langsung masuk dan mengunci pintunya. Aku melihat kamar Lisa yang sedikit terbuka. Dia tak menguncinya. Aku beranikan diri masuk ke dalam kamarnya dan aku lihat Lisa sudah tertidur pulas. Ada bekas air mata di sudut matanya. Aku tau dia tertidur sambil menangis.
"Lisa maafkan aku...." aku berbisik Lirih pada Lisa dan membelai rambutnya. Baru pertama kali aku membelai rambutnya. Begitu halus dan lembut sama seperti sifatnya. Entah kenapa seperti ada yang Mendorongku untuk mengecup kening Lisa. Ku kecup kening Lisa dan Lisa terbangun melihat ku ada di depannya sedang mengelus kepalanya.
"Sudah pulang?"
"Iya...maafkan aku Lisa."
"Iya Hen, tidurlah hen sudah malam. Balik ke kamar kamu."
"Lisa boleh aku tidur disini. Aku suami kamu Lisa."
"Iya Lisa...aku tau...aku janji tak akan macam macam jika tidur disini."
"Hmmm terserah kamu Hen."
"Jadi boleh aku tidur disini malam ini?"
Lisa hanya mengangguk kan kepalanya saja.
"Aku ganti baju dulu."
"Iya"
Aku keluar dari kamar Lisa dan menuju kamarku untuk mengganti pakaian ku dengan pakaian tidurku.
♥Monalisa♥
Mengapa Hendrik seperti ini,tiba tiba minta tidur di kamar ku. Padahal kemarin dia bersih keras tidak mau tidur dengan ku. Aku tidak boleh berfikir terlalu jauh.
"Lisa...Hendrik tidak lagi mencintaimu..jangan terpancing okey..." lirihku sambil menata tempat tidurku karena suami ku akan tidur di sini. Aku tak habis fikir kenapa aku mau memaafkan dia dan mau menerima dia tidur di sini bersama ku. Padahal tadi sore dia sudah sangat menyakitiku dengan Perbuatan yang menjijikan sekali.
Aku ke kamar mandi dan mencuci muka ku agar terlihat segar kembali karena mata ku benar benar sembab sekali. Aku mengganti pakaianku dengan setelan piyama celana panjang. Karena tadi aku tertidur dengan menggunakan dres yang begitu mini sekali. Aku takut itu terlalu menggoda Hendrik. Walau bagaimana pun dia suami ku. Aku takut dia tergoda. Aku belum siap sekali jika dia melakukannya dengan ku. Apalagi dia tidak mencintaiku dan tadi habis melakukannya dengan wanita lain. Betapa jijik nya jika Hendrik malam ini melakukannya denganku.
Tak lama kemudian Hendrik masuk ke dalam kamarku. Dia menggunakan piyama juga. Dan ternyata piyamanya warnanya sama dengan piyama yang aku kenakan. Yah...warnanya navi, sama sama navi.
"Lisa....kok belum tidur?"
"Hmmm iya tadi dari kamar mandi. Tidurlah sudah aku tata tempat tidurnya."
"Iya...hei...kenapa piyama kita sama warnanya?"
"Ehh...iya....aku juga baru menyadarinya."
"Yasudah tidurlah Lisa..besok kamu ke butik?"
"Iya..."
Aku merebahkan tubuhku di samping Hendrik. Dan ada rasa gugup sekali.
"Tuhan...detak jantungku kenapa kencang sekali?" Aku bergumam dalam hati. Aku tidur membelakangi Hendrik dan tiba tiba Hendrik memeluku dari belakang.
"Boleh aku memelukmu Lisa?"
"Sudah memeluk kenapa baru minta izin tuan Hendrik?" Jawabku sambil tersenyum tipis.
"Hmmm iya....tapi boleh kan?"
"Iya"
Hendrik memeluku dan membelai tangan ku. Entah mengapa ada perasaan nyaman sekali. Tanpa menunggu lama aku tertidur di pelukan Hendrik.
♥Hendrik♥
Aku tidur dengan istriku malam ini. Ya...tidur di kamar dan ranjang yang sama. Entah apa yang mendorongku untuk menemani Lisa tidur. Lisa sudah tidur dan aku memeluknya.
"Kenapa walau memeluknya ada rasa nyaman tersendiri untuk Diriku ini." Aku bergumam dalam hati. Lisa sangat pulas sekali tidurnya. Aku membelai rambut lisa, dan aku mencoba memejamkan mataku. Tanpa menunggu lama aku tertidur dengan memeluk Lisa.
.
.
.
.
.
.
.
♥happy reading♥