
Felly meminta Mona menikmati pestanya malam ini, seraya pergi meninggalkan Mona sendiri. karena sebentar lagi acara inti akan segera di mulai Felly harus bersiap-siap
sesekali Mona menoleh ke arah Gilang yang masih bersama dengan Serly. karena terlalu sering mengarahkan Pandangannya pada Gilang tanpa di sengaja Mona salah mengambil minuman.
ia yang tidak biasa mabuk, malah mengambil minuman mengandung kadar alkohol tinggi. dan langsung meneguknya. sampai menghabiskan segelas alkohol.
"minuman apa ini rasanya lumayan juga" ujar Mona sambil memandang gelas kosong yang suda ia minum isinya
selang beberapa menit kepalanya mulai terasa pusing. hingga beberapa kali ia menggerakkan kepalanya yang terasa berat.
Mona hendak pergi ke toilet untuk sedikit membasahi wajahnya karena terasa panas. ia berjalan dengan langkah yang tidak seimbang sepertinya alkohol yang ia minum membuatnya sedikit kehilangan keseimbangan.
ia berjalan sambil memegangi tembok takut kalau tubuhnya akan tumbang. gilang menoleh ke arah Mona ia melihat mona yang berjalan sempoyongan. tapi Gilang berusaha untuk mengabaikannya ia tidak ingin ikut campur pada gadis yang sudah menoreh rasa kecewa di hatinya itu
namun tidak berapa lama tubuh Mona benar-benar tumbang untung saja ada laki-laki yang menangkap tubuhnya hingga ia tidak terbentur jatuh ke lantai.
Gilang yang tadi berusaha abai kini suda tidak bisa menahan diri ia segera berlari mendekat ke arah Mona, dan menyingkirkan laki-laki yang tadi menahan tubuh Mona,
"minggir, biar aku saja, Mona kamu kenapa?"" ujar gilang lalu menggendong tubuh Mona, Felly yang melihat nya juga ikut panik kenapa Mona bisa seperti ini, ia lalu menyuruh Gilang untuk membawa Mona ke salah satu ruangan yang tidak jauh dari tempat acara.
Gilang mengikuti Felly ia membaringkan tubuh Mona di atas sofa, tapi saat itu Mona belum sepenuhnya pingsan ia masih setengah sadar ia melihat wajah Gilang lalu bergumam
"ada apa dengan wajah ini, kenapa selalu ada di pikiranku" ujar Mona melantur sambil mengarahkan tangan nya di wajan Gilang
Felly sadar sepertinya Mona saat ini sedang mabuk
"dasar bodoh kenapa ia tidak bisa membedakan mana minuman biasa dan mana yang beralkohol" keluh Felly
acara inti sudah di mulai, Felly bingung ia harus bagaimana, akhirnya ia meminta Gilang untuk menjaga Mona karena ia harus segera pergi untuk Kembali ke acara.
setelah mengutarakan niat nya tanpa menunggu jawaban dari Gilang, felly langsung meninggalkan mereka begitu saja.
hingga di dalam ruangannya itu hanya ada mereka berdua
Gilang memandangi wajah Mona dengan rasa rindu di hatinya, sesekali ia mengelus pipi Mona, sejenak ia lupa tentang gadis yang ada di hadapannya itu kalau ia perna sangat kecewa.
Gilang terus memandangi nya tanpa berniat untuk segera beranjak dari tempat itu. tapi di saat bersamaan Mona yang tadi sempat memejamkan mata nya kini membuka mata menatap sendu wajah Gilang yang berada dekat di hadapannya.
Tanpa ia sadari ia perlahan mendekatkan tubuhnya menatap tajam ke arah laki-laki tampan di hadapannya itu ia memandangnya dengan sangat tajam lalu mendongakkan kepalanya sambil melingkarkan tangannya pada leher Gilang dan tanpa ia sadari ia melayangkan ciuman di bibir Gilang sebelum akhirnya kembali terjatuh dan kali ini sepertinya Mona benar-benar pingsan.
Gilang menarik napas panjang mencoba mengontrol dirinya mana kala Mona mengagetkannya dengan melayangkan kecupan di bibirnya.
"ada apa dengan mu Gilang, kendalikan dirimu" batin gilang
tidak bisa di pungkiri jiwa laki-laki Gilang bergejolak menimbulkan hasrat yang luar biasa, yang membuat tubuhnya menegang mana kala di ruangan itu hanya menyisakan mereka berdua, di tambah lagi sikap Mona yang membuat nya semakin berhasrat.
tiba-tiba Felly membuka pintu kembali masuk ke ruangan itu yang mengagetkan Gilang hingga ia langsung beranjak dari posisinya dan duduk di sebelah Mona yang masih pingsan.
"bagaimana ini apa ia masih belum sadar juga" tanya Felly terlihat cemas
"dia masih dalam kondisi mabuk, biarkan saja Mona tertidur nanti saat dia bangun keadaannya pasti akan lebih baik" jawab gilang sambil berdiri beranjak dari tempat duduknya
"aku harus pergi, bisa tolong kamu jaga Mona" pinta Gilang
saat keluar dan menutup pintu Gilang mengelus dada sambil menarik nafas dalam dan menghembuskan nya secara perlahan. ia benar-benar tidak bisa pokus setelah kejadian tadi.
setelah kurang lebih 30 menit kini Mona suda sadar, ia memegangi kepalanya yang masih terasa sedikit pusing.
"dimana aku, kenapa aku ada di ruangan ini" tanya Mona merasa bingung saat ia sadar
"tadi kamu mabuk dan pingsan" ujar felly
"apa.... kenapa aku bisa mabuk?"
"tentu saja karena kamu minum alkohol" jawab Felly ketus
"ayo bangun sekarang kamu membuat ku kerepotan di acara spesial ku" kata Felly sambil membantu Mona bangun dari tempat tidurnya
"apa acaranya Suda selesai"? tanya Mona kaget
"suda jangan banyak tanya ayo kembali ke depan, dan ingat pastikan kamu tidak meneguk alkohol lagi" tegas Felly seraya mengajak Mona untuk Kembali bergabung karena acara masih belum selesai
Gilang merasa lega saat melihat Mona keluar bersama Felly ia terlihat Suda Sadar.
tanpa disadari ia kembali mengkhawatirkan Mona yang selama ini suda berusaha ia lupakan.
di samping Gilang duduk ada Serly yang juga terlihat suda mabuk ia terus meneguk minumannya.
"suda cukup Serly, kamu suda mabuk berat" ujar Gilang sambil menahan tangan Serly yang ingin menghabiskan minuman di gelasnya
"ayolah, ini acara spesial, nikmati minuman mu juga" pinta Serly sambil menuangkan minuman pada Gilang tapi Gilang menyingkirkannya
"aku tidak bawa supir ke sini" kata Gilang menandakan ia harus menyetir mobil sendiri saat pulang nanti jadi ia tidak mau mabuk
Serly terlihat Suda biasa mabuk ia minum suda sangat banyak tapi masih terlihat sadar berbeda dengan Mona yang tidak biasa minum hingga segelas alkohol suda membuatnya teler.
"permisi apa kamu suda baikan?" tanya laki-laki yang tadi menangkap tubuh Mona
"ah iya, maaf aku sudah merepotkan mu" jawab Mona sambil sedikit membungkukkan tubuhnya, ia ingat laki-laki itu menolongnya, tapi sepertinya ingatan Mona hanya Sampai pada saat tubuhnya Tumbang setelah itu ia tidak mengingat kejadian yang lainnnya.
Gilang mengepalkan tangan saat melihat laki-laki tadi menyapa Mona.
Gilang masih terus kepikiran, tiap ia menoleh ke arah Mona ia mengingat kejadian barusan. hingga ia memutus kan untuk Keluar sebentar dari ruangan itu untuk mencari udara segar.
"hei kamu mau kemana, di sini saja temani aku" ujar Serly
"aku akan keluar sebentar, suda jangan minum lagi" ujar gilang sambil mengambil botol minuman di meja Serly dan membawanya keluar
seorang laki-laki yang juga berada di luar sambil memegang sebatang rokok dengan kedua jarinya. ia yang melihat Gilang keluar lalu menawarkan rokok. tapi Gilang menolaknya dengan mengatakan kalau ia tidak merokok.
"apa kamu mau minum" tanya Gilang yang membawa sebotol minuman saat ia keluar.
aku tidak bisa mabuk malam ini, karena harus mengantar kekasihku" ujar laki-laki tadi
Gilang mengerti dan menyingkirkan minuman yang tadi ia bawa karena ia juga tidak bermaksud ingin meminumnya ia membawanya agar Serly tidak semakin mabuk.