Monalisa

Monalisa
monalisa



dengan masih sedikit terasa mengantuk, Gilang bangkit dari sofa dan melihat jam ditangannya suda menunjukan pukul sepuluh lewat


"apa kamu sering lembur semalam ini"? tanya Gilang


Mona hanya mengangguk sambil membereskan pekerjaan nya dan mematikan komputernya


"aku harus bekerja keras agar bisa sebanding denganmu" gurauan Mona


Gilang hanya diam memandang wajah Mona


"haruskah kita pergi jauh meninggalkan semua ini agar tidak ada yang menjadi penghalang hubungan kita"


"sudahla ayo kita pulang, jangan bicara omong kosong" kata Mona


di dalam mobil Gilang bertanya apa Mona setiap pergi selalu naik taksi atau bus? Mona membenarkan pertanyaan Gilang dan menjelaskan kalau ia tidak bisa menyetir jadi lebih baik naik taksi


"apa kamu mau belajar menyetir? aku akan mengajarimu sampai bisa" ujar Gilang bersemangat


tapi Mona menolaknya dengan alasan ia tidak mau karena tidak berani untuk mengendarai mobil sendiri.


"kalau begitu aku akan mempekerjakan seorang supir pribadi untuk mu" ucapan Gilang langsung di tolak ia tidak mau Gilang melakukan hal itu untuknya


"lagi pula sekarang aku punya orang yang sesekali bisa jadi sopir untukku" goda Mona


Mona kembali membahas tentang Masalah pernikahan Gilang yang sudah di batalkan, namun karena enggan memikirkan Masalah itu berlarut-larut Gilang mengalihkan pembahasan dengan mengajak Mona untuk mampir ke restoran karena mereka belum makan.


"kita akan mampir makan dulu" ajak Gilang


"apa kamu lapar?" tanya Mona balik


"tentu saja, bukankah kamu juga belum makan?"


"bagaimana kalau aku yang memasak untuk mu" ajak Mona yang membuat Gilang sangat senang karena merasa selama ini ia memang belum perna mencoba masakan Mona


"aku sangat menyukainya" jawab Gilang dengan tersenyum manis ke arah Mona


"tapi apa kita harus mampir dulu untuk membeli sesuatu yang ingin kamu masak?" tanya Gilang


Mona mengatakan kalau di rumah nya masih ada persediaan yang bisa di Masak


selang beberapa menit mereka suda tiba di depan rumah Mona tanpa ia sadari Mona merasa ada yang aneh kenapa Gilang bisa tahu tempat tinggalnya padahal itu hari pertama Gilang datang ke tempat nya


"tunggu...sejak kapan kamu tahu tempat tinggalku?" tanya Mona penasaran


"aku perna mengikutimu" jawab Gilang sambil keluar dari mobil dan membukakan pintu untuk Mona


"jadi diam-diam kamu mengikutiku?" Mona sambil keluar dari mobil


"hmmm, sudahla ayo cepat kita masuk aku suda tidak sabar untuk mencoba masakan mu" ajak Gilang


Mona membuka pintu dan mempersilahkan Gilang masuk, tapi di rumah Mona terlihat sepi tidak ada siapa-siapa, bahkan bibi nya juga tidak ada


"apa kamu memang tinggal sendirian?" tanya Gilang karena tidak melihat ada orang di rumah Mona


"aku masih tinggal berdua dengan bibi, tapi bibi sedang berkunjung ke rumah paman ku" jawab Mona


Mona berjalan ke arah dapur mulai mengotak atik dapur untuk memasak ia bertanya pada gilang ingin ia masak apa untuk Gilang


"apa saja pasti akan aku makan kalau kamu yang buat"


"bagaiman kalau nasi goreng" tawaran Mona langsung di setujui oleh Gilang, karena Gilang juga sangat suka menu nasi goreng


saat sedang sibuk memasak Mona bertanya kabar ibu Gilang yang sudah lama sekali tidak bertemu. bahkan saat Mona pergi beberapa tahun yang lalu ia juga tidak sempat pamit pada ibu Gilang


"aku merasa sangat bersalah karena tidak sempat berpamitan pada ibu mu"


"tadi pagi ibu ku pulang setelah aku keluar dari rumah sakit" ujar Gilang


"benarkah? sayang sekali aku tidak sempat bertemu ibu mu, padahal aku sangat ingin menyapa nya" ujar Mona dengan wajah sedikit sedih


"apa kamu tahu waktu itu ibu ku juga ikut bersedih dan berusaha mencari keberadaan mu" jelas Gilang yang membuat Mona semakin merasa sangat ingin bertemu ibu Gilang


nasi goreng spesial buatan Mona suda siap dinikmati dengan tampilan yang sangat manis bertabur daging dan sosis serta telor ceplok yang berbentuk love


"kenapa nasi nya lucu sekali, aku jadi merasa tidak tega untuk memakannya" ujar gilang membuat Mona tersenyum bahagia


Gilang memuji nasi goreng buatan Mona benar-benar enak setelah ia menyendok nasi goreng hingga memakannya sampai hanya menyisahkan sendok dan piringnya saja


"aku rasa kamu berbakat dalam banyak hal" ujar Gilang setelah selesai menghabiskan nasi goreng nya


tapi Mona hanya memandangi Gilang sejak tadi tanpa ikut makan.


"kenapa kamu tidak ikut makan?" tanya Gilang melihat Mona yang sedari tadi hanya memandanginya makan


"apa semua ini nyata, apa orang yang berada di hadapanku saat ini benar dirimu, apa kita banar-benar kembali lagi" Mona merasa tidak percaya ia bisa bersama dengan orang yang ia cintai


"apa kamu tahu aku selalu merasa bersalah pada mu atas keputusan ku waktu itu yang memilih meninggalkanmu pergi"


"aku tahu kamu tidak punya pilihan lain Karana harus menyelamatkan bibi mu, tapi saat ini tolong jagan lakukan hal itu lagi apapun alasannya" pinta Gilang


"hmmm, aku tidak akan melakukannya lagi" jawan Mona


tidak terasa hari sudah begitu larut, Mona menyuruh Gilang untuk segera pulang karena besok mereka harus bekerja lagi


Gilang terlihat malas untuk pulang dengan alasan kalau ia masih ingin bersama dengan Mona, tapi Mona tidak menghiraukan ucapan Gilang dan tetap menyuruhnya untuk segera pulang


"Baiklah aku akan pulang" ujar Gilang sambil mendekat dan menarik Mona dalam pelukannya


"terima kasih suda Kembali lagi dalam hidupku" ucap Gilang sambil memandang wajah cantik Mona yang terlihat sangat natural dengan rambut di ikat sedikit tidak rapi karena selesai memasak


Mona menatap Gilang dengan haru mendengar ucapan Gilang yang sedari tadi ingin ia katakan suda terwakilkan olehnya


setelah pulang dari rumah Mona, ingatan tentang pernikahan yang ia batalkan kembali hadir di pikirannya manakala ia sendirian, dalam hati Gilang merasa sangat bersalah ia sangat menyesal kenapa dari awal ia harus menyetujui perjodohan mereka.


setiba nya di rumah Gilang menghubungi Elena, setidak nya ia harus bertanya tentang keluarga Elena terutama ayahnya


"apa ayahmu masih sangat marah padaku" tanya Gilang saat Elena menjawab telpon darinya


"tak apa, nanti seiring waktu semua akan kembali membaik"


sebenarnya Elena sendiri masih sangat sedih dengan batalknya pernikahannya namun benar kata nya semua pasti akan kembali membaik seiring waktu


"tapi... aku mungkin akan menerima perjodohan lagi oleh orang tua ku karena tidak mau jadwal pernikahan yang suda di tentukan batal begitu saja" jelas Elena


"ini semua salahku, aku benar-benar minta maaf karena suda menyulitkanmu"


"iya Gilang tidak apa-apa, aku juga ingin sekali menikah jadi aku rasa aku akan menerima laki-laki manapun yang dipilihkan orang tua ku"


next episode...