Monalisa

Monalisa
monalisa



setelah menutup telpon dari Gilang, Felly langsung bergegas ke tempat Mona. setibanya disana ia menemui Mona yang masih menangis disudut kamarnya


Felly langsung memeluk Mona yang suda seperti adiknya sendiri yang sedang sangat berduka di hadapannya


"tenangkan dirimu, aku tahu kau sangat terpukul dengan kabar ini, tapi pikirkanlah ayah mu suda tenang disana ia akan sangat sedih melihat putri nya begitu terpuruk" ucap Felly berharap Mona bisa lebih baik


Felly membaringkan Mona di tempat tidurnya, ia menyuruh Mona untuk beristirahat sejenak agar lebih tenang. seraya menunggu Mona, Felly menelpon bibi untuk memintanya agar cepat pulang.


***


Gilang menemui ayah nya untuk memastikan tentang orang tua Mona yang kebetulan adalah sahabat ayahnya, setiba di rumah Theo, Gilang langsung bertanya


"apa benar ayah mengenal orang tua Mona?"


"iya " jawab Theo singkat


"apa ayah yakin? mungkin saja ayah salah orang?" tanya Gilang meragukan tentang ungkapan ayahnya


"akan sangat bagus andai ayah salah orang" jawaban ayah Gilang seperti nya juga tidak habis pikir kenapa bisa anak dari sahabat lamanya adalah Mona gadis yang selama ini tidak perna ia sukai


Gilang hanya bisa menghela napas panjang sambil membaringkan tubuhnya di sopa yang tidak jauh dari ayahnya


"kasihan Mona, selama ini dia suda berusaha keras mencari keberadaan ayahnya" keluh Gilang


"tapi...bagaimana ayah bisa kenal dengan ayah Mona?" tanya Gilang penasaran sangat ingin tahu


"kami berteman baik sejak masih SMA, lalu berpisah untuk mencari jalan hidup masing-masing, namun kami Kembali bertemu setelah sama-sama suda punya keluarga masing-masing, ayah Mona mencari ayah untuk meminta bantuan agar ia bisa bekerja karena dia tahu kalau ayah suda memiliki usaha sendiri, saat itu peran ayah Mona sangat penting ia ikut berjasa dalam membangun usaha ayah yang bisa memiliki pencapaian yang luar biasa hingga bisa seperti sekarang, namun kejadian naas yang menimpa nya ia terlibat kecelakaan yang merenggut nyawa nya" penjelasan ayahnya membuat Gilang paham ternyata mereka bersahabat


"bagaimana perasan Mona sekarang?" tanya Theo


"aku berharap dia akan segera baik-baik saja" jawab Gilang sambil melihat ponselnya ia ingin menghubungi Mona tapi ia takut kalau ternyata Mona suda tidur.


akhirnya Gilang memutuskan untuk bertanya pada Felly yang saat itu berada di rumah Mona


"bagaimana keadaan Mona?" tanya Gilang


"seperti nya dia suda sedikit lebih baik, sekarang dia tertidur"


"sebaiknya kamu tidak pulang malam ini, tetaplah di sana temani Mona" pinta Gilang, namun Felly mengatakan kalau hal itu tidak perlu Gilang katakan karena tentu saja dia tidak akan meninggalkan Mona begitu saja


Gilang merasa lega karena setidaknya Mona tidak sendirian


***


keesokan harinya Mona merasa sedikit lebih baik mencoba untuk menerima kenyataan pahitnya, saat bangun ia melihat ada Felly yang ikut tertidur di sampingnya.


"ternyata dia menemaniku semalaman hingga tidak pulang"ujar Mona sambil memeluk tubuh Felly ia merasa sangat terharu pada Felly yang memperlakukannya sangat baik, berkat Felly ia seperti memiliki saudara yang bisa menjadi tempat berkeluh kesah


"kenapa membangunkan ku" ujar Felly masih dengan wajah kantuk nya


"ayolah kita harus pergi bekerja" ujar Mona sedikit bersemangat


"apa sekarang kamu suda baikan?" tanya Felly memastikan


"kamu tidak perlu bekerja hari ini aku memberi mu libur agar kamu bisa menenangkan diri"


"tak apa, aku akan lebih baik jika bekerja" jawaban Mona ada benarnya hingga Felly menyetujui ucapan Mona


saat melihat ponselnya Mona suda mendapati banyak telpon dari Gilang yang tidak di angkat, begitu juga dengan pesan Gilang yang begitu banyak


"apa bahkan ia tidak tidur, kenapa dia mengirim pesan begitu banyak?"


"dia sangat menghawatirkan dirimu, aku rasa dia tidak bisa tidur nyenyak" ujar Felly sambil Kemabli melanjutkan tidurnya


balasan pesan dari Mona sangat di tunggu oleh Gilang yang sedari tadi memandangi ponselnya hingga saat pesan Mona masuk ia langsung melihatnya dengan perasaan senang, Mona membalas pesan dengan mengatakan kalau dia suda baik-baik saja dan ingin bertemu dengan ayah Gilang hari ini untuk memastikan lebih jelas tentang ayahnya


kali ini ia merasa lebih tegar untuk mendengar cerita tentang ayahnya


Gilang menyuruh Mona untuk menunggunya karena ia sendiri yang akan menemani Mona bertemu dengan ayahnya


saat itu Mona juga ingin memastikan di mana ayahnya di makamkan agar ia bisa berziarah


setelah bertemu dengan ayah Gilang, Mona yang terlihat lebih kuat dari pada saat kemarin saat ia baru tahu.


Theo kembali menjelaskan tentang Malik ketika mereka masih bersama, ia juga menunjukkan foto lama yang masih ia simpan sebagai bukti kalau ia tidak salah orang


Mona hanya bisa meneteskan air mata manakala orang yang ada di foto yang diperlihatkan oleh ayah Gilang adalah benar orang yang sama dengan foto ayahnya


"foto ini diambil dua hari sebelum kecelakaan terjadi" ujar Theo


namun Mona tidak mengatakan apa-apa ia hanya memandang foto ayah nya dalam-dalam dengan Deraian air mata


Gilang yang saat itu ikut menemani Mona mencoba mengelus lembut kepala Mona yang tertunduk memandang gambar ayahnya


"aku akan langsung ziarah ke makam ayah" ujar Mona yang di setujui oleh Gilang ia akan menemani mona


saat di perjalanan bibi menelpon Mona ia suda tiba di rumah. Mona langsung menyuruh bibi untuk ikut bersama mereka dan meminta bibi untuk menunggu karena mereka suda di jalan


mereka tiba di depan rumah Mona, bibi terlihat begitu tidak sabar menunggu keponakannya tiba saat melihat Gilang yang ikut keluar dari mobil bibi tersenyum haru, karena setidaknya salah satu orang yang berharga dalam hidup Mona tidak pergi meninggalkannya.


Mona memeluk bibinya mereka hanya bisa menangisi apa yang suda menjadi jalan hidup mereka dan berusaha untuk saling menguatkan


"bibi ayo kita pergi sekarang" ajak Mona


mereka segera menuju pemakaman yang suda di beri tahu ayah Gilang alamatnya


sesampainya di pemakaman, Mona merasa sangat terpuruk rasanya kaki tak sanggup berdiri tegak, manakala ayah yang selama ini ia rindukan yang suda lama ia nantikan untuk bisa bertemu kini hanya bisa memandangi makam tanpa sempat bertemu sapa.


"ayah...ini Mona, maaf karena baru bisa datang sekarang" ujar Mona dengan air mata yang sedari tadi menghiasi pipinya


bibi dan mona hanya bisa saling merangkul untuk saling menguatkan.


ternyata selama ini ayah Mona bukan tidak menemuinya kembali tapi memang tidak dapat untuk menemui Mona lagi.


next episode...