Me And The Beasts

Me And The Beasts
09



"Sini mendekatlah dan tutup matamu" ucap Zero.


"hah maksudnya apaan nih, jangan macam macam kamu"ucap Raline waspada.


"Ga cuma satu macam ja, hehe ....kamu itu pasanganku kalaupun aku mau, aku bisa memakanmu tapi aku tidak mau tanpa persetujuanmu, cepatlah sini katanya kamu lapar"ucap zero sambil menarik paksa tangan kanan Raline untuk mendekat.


Raline yang ditarik terkejut hingga menabrak dada bidang Zero.


"Tutup matamu, bayangkan padi atau yang kau sebut beras itu menjadi makanan seperti yang kamu inginkan. bagaimana prosesnya atau bentuknya, percayalah padaku"ucap zero.


"Benarkah? apa bisa membuat lauk pauk walau bahannya tidak ada disini?" tanya Raline.


"Mungkin bisa dicoba" ucap Zero meyakinkan.


"Baiklah"ucap Raline menurut. Setelah memejamkan mata Raline membayangkan bagaimana proses membuat nasi dan lauk pauknya juga.


Zero mengarahkan tanganya ke kepala Raline agar dia bisa membaca pikirannya. Setelah cahaya itu keluar nasi dan lauk pauk yang da dipikiran Raline sudah tersedia. nasi yang sudah matang ada sayur asem,ikan asin, tahu, tempe, sambal terasi, jengkol.( maaf othor pengen makan itu jadi yang keluar itu deh, maaf ga sesuai ekspetasi🀭, anggap aja makanan yang enak enak yaπŸ™πŸ™πŸ™)


Zero langsung membawa Raline ke danau kembali untuk makan tanpa menyuruh Raline membuka mata. Zero melesat dengan cepat tanpa disadari oleh Raline.


Zero menatap intens mata,hidung dan bibir ranum raline yang sangat menggoda itu seakan melambai lambai ingin dikecup, tanpa ba bi bu zero langsung mencium bibir Raline yang berwarna merah muda itu, yang menggodanya dari tadi. Raline terkejut akan serangan dadakan yang diberikan zero padanya. Raline yang belum pernah berciuman hanya bisa membelalakkan matanya. tanpa membalas ciuman itu. karena dia bingung harus apa.


Setelah cukup dirasa Raline yang akan kehabisan oksigen, zero menyudahi aksinya itu," ingat bernafas, Ini adalah kompensasiku karena kau sudah membuat spiritual ku hampir habis" ucap Zero. Benar kata Zero, cahaya biru itu menghabiskan banyak energi spiritualnya. Dia Berubah seperti semula.



"Kamu makan dulu baru aku akan menjawab semua pertanyaanmu"ucap Zero.


"emm" jawab Raline menganggukkan kepalanya dan langsung duduk. Makanan Yang ada didepan matanya sangatnya enak untuk disantap. Tanpa merasa enggan Raline memakan makanan dengan lahap. Raline merasa seperti di saung Sunda. makanan kesukaan Raline.


Setelah selesai makan Zero menceritakan semua yang ingin diketahui oleh Raline, dan menjawab semua pertanyaan yang Raline ajukan.


Tanpa sadar mereka berbincang bincang sampai sore hari.


"Baiklah karena ini sudah hampir malam, setelah makan kamu istirahat, jika kamu masih belum percaya besok kita akan pergi mengelilingi dunia beasts tapi itu tidak gratis. untuk malam ini aku memaafkanmu mungkin kamu butuh waktu untuk menerima semua ini. tapi ingat kamu adalah pasanganku jadi besok malam persiapkan dirimu menerima kenyataan ini." ucap zero sambil mengedipkan matanya.


"iya terimakasih " ucap Raline.


Mereka akhirnya pergi kekamar utama. tapi malam ini Zero tidak ingin sekamar bersama Raline takut di kelepasan. Zero pergi ke tempat kerjanya. dimana disana ada asistennya untuk memberikan informasi mengenai semua informasi yang didapat hari ini.


...****************...


maaf yah hari ini up 1 dulu hari Minggu metime ma keluarga πŸ™πŸ™πŸ™πŸ™