
"Keluar kalian semua," ucap zero. zero tidak ingin diganggu Raline butuh ketenangan. mungkin dia masih shock baru datang kedunia beast terus sekarang dia akan menjadi ibu dengan cepat. "termasuk kau rick" lanjut Zero tanpa menatap Rick yang da disudut sana. Rick berat untuk meninggalkan Raline. ada sedikit sesak yang menjalar di dadanya tapi Rick tak menggubrisnya.
Zero menghampiri Raline yang sedang melamun.
"Sayang apa yang kamu pikirkan Hem" ucap zero pelan.
Raline tersadar dari lamunannya. Raline menatap Zero dengan tatapan sendu sambil meneteskan gelenyar air dipipinya. Zero yang tak tega melihat Raline seperti itu langsung menghambur kepelukanya.
"Maafkan aku sayang mungkin ini terlalu cepat bagimu, mengertilah sayang kita jalani bersama. ku mohon jangan bersedih memikirkan yang tidak tidak, ingatlah aku ada selalu bersamamu" ucap Zero menenangkan.
"Aku takut zero, aku takut" lirih Raline tumpah sudah air matanya yang tertahan. rasa takut akan melahirkan anak zero. sebagai manusia dia memikirkan keturunan manusia dengan beasts ga logis bagi Raline. bagaimana bisa.
"Ada aku, apa yang perlu kau takuti,hem ... apapun yang kau inginkan aku akan turuti tapi jangan pernah kau menyakiti anak kita, jika kau terus seperti ini kasihan anak kita sayang, ku mohon, sungguh aku mencintaimu?"
Raline mendengar pernyataan cinta dari Zero merasakan sedikit gelenyar aneh di dadanya. Raline sangat senang walau di hatinya belum sepenuhnya menerima, setidaknya dia senang dicintai sepenuhnya dengan kesetiaan melebihi manusia. apa yang harus ditakutkan. ini di dunia beast berbeda dengan manusia. bagaimana nanti itu bukan omongan tetangga jika keturunan kau berbeda. kau cukup menerima kenyataan.
Raline masih tetap berada didekapannya merasakan kehangatan dalam pelukannya. Raline mencium aroma tubuh zero seakan dia tak mau lepas dari dekapan itu.
"Tetaplah seperti ini, ini sangat nyaman, mualku hilang" ucap Raline sambil mencium aroma tubuh Zero. Zero yang merasakan kegelian ada sesuatu yang ingin dilampiaskan. tapi dia tahan dia tidak mau membuat Raline tambah sakit.
"emm" ucap zero
...****************...
Beastman macan, Beastman singa, sudah siaga satu untuk menjebak Beastman serigala. Sebelum itu rakyat yang berada di pemukiman sudah diamankan terlebih dahulu. Raline disembunyikan secara terpisah karena Zero tak ingin Raline terganggu tidurnya. Raline tetap tidur dengan nyenyak disebuah gua dengan perlindungan energi spiritual milih Zero. walaupun dia tertidur, didepan gua dia dijaga oleh Beastman beruang.
Dipemukiman sengaja ada bara api dikelilingi boneka sehingga terlihat seperti ada Beastman. dan beberapa beast man diluar terlihat seperti berpesta dan mabuk. padahal mereka sedang berakting mabuk.
Rick yang sebagai umpan sudah ada di tengah tenda pemukiman. dia tidak ikut berpesta dia berada di sangkar. pesta itu seperti kemenangan akan tertangkapnya rubah ekor sembilan. padahal Rick sudah bersiap untuk makan malam hari ini. untuk meningkatkan kekuatannya lagi.Ya zero meyakini serigala serigala itu semakin kuat karena spiritual yang tinggi. Sehingga Rick mau menjadi umpan.
Menjelang tengah malam diatas gunung segerombolan serigala berbaju zirah sedang mengamati cahaya merah dari api unggun di bawahnya. ya disana adalah pemukiman yang ditempati Beastman macan.
"Apa benar gumiho itu ada disini" ucap raja serigala.
"Benar tuan, saya mendapatkan informasi aroma rubah ekor sembilan menuju ke arah sana, kemungkinan saat terluka dia ditangkap oleh mereka!" ucap salah satu Beastman serigala yang berpangkat sebagai panglima perang beast serigala.
"Bukankah disana itu tempatnya beastsman macan?" tanya raja serigala yang bernama Simon.
"Benar tuan" Jawab panglima yang bernama Joni.
"Aku ingin rubah itu hidup hidup, aku tunggu di goa sumbing" ucap Simon sambil memberikan energi spiritualnya besar besaran para semua pasukan beastman serigala. Simon tidak ingin bertarung, dia hanya menunggu hasil. dia tidak mau badannya kotor terkena darah.
Simonpun menuju jalan rahasia yang hanya tau beast serigala. ternyata diam diam serigala mengintai semua Beast. hanya tinggal menunggu kapan dia akan menguasai semuanya.