Me And The Beasts

Me And The Beasts
28



Sesampainya didepan goa, Zero dengan nafas terengah engah membelalakkan matanya saat pintu goa itu tertutup dengan tanah dan bebatuan. Beastman beruang berusaha membuang batu dan tanah itu. tapi percuma bebatuan dan tanah itu tetap tidak bisa cepat masuk kedalam goa.


Zero dengan api amarahnya mengeluarkan energi spiritualnya dengan kekuatan penuh. dia ingin cepat menyelamatkan Raline dari sana. tidak bukan hanya Raline saja tapi juga calon anaknya.


Tapi apa yang di dapat kekuatan itu tidak berpengaruh dengan tanah. ini dia kelemahannya dia emang kuat tapi di dunia ini tidak ada yang sempurna.


"Raline ... tidak ... kau tidak boleh meninggalkan aku. tidak ku mohon. anakku tidak .... tidakkkkkkkk" teriak Zero.


Zero merasa frustasi sehingga dia berteriak. Teriakan itu menggema ke seluruh penjuru. Rick yang saat itu sedang membereskan daging daging panggang itu menuju ke arah suara.


Rick membelalakkan matanya saat zero dan Beastman beruang mencoba menggali pintu goa itu dengan tangannya.


"Raline ku mohon bertahanlah ... bertahanlah" ucap zero. Ada suara isakan tangis disana. zero sekarang ada di titik terendahnya. andai waktu bisa terulang dia tidak akan membiarkan dia sendiri.


Rick yang mendengar itu langsung bergegas membantu Zero dan lainnya. dia mencoba dengan energi barunya yang didapat dari memakan energi Beastman serigala.


"Zero menyingkirlah aku akan mencoba kekuatanku" ucap Rick. dia mengeluarkan cahaya merah dari dalam tubuhnya.


"emm" zero menyingkir.


Ternyata energi itu bisa menembus tanah itu seperti mata bor. Zero dan kedua pengawal beast beruang mengikuti Rick dari belakang. saat disana dia menemukan batu yang sebelumnya ditiduri Raline. tapi Raline menghilang tidak ada noda darah ataupun aroma Raline.


Tidak terendus aroma Beastman ataupun Raline kecuali bau tanah.


"Tidak ada tuan saya bersumpah tidak ada Beastman lain, selain saya yang berjaga di depan". ucap salah satu pengawal beast beruang.


"Bagaimana bisa kalian tidak pecus dalam menjaga satu orang, sedangkan dia sedang tidak berdaya, hah!" teriak Zero.


"Maafkan kami tuan" sesal pengawal itu.


"Zero sudahlah Raline pasti akan baik baik saja,mereka tidak bersalah aku curiga goa ini punya pintu rahasia" ucap Rick menenangkan.


"Kita harus menyelidikinya aku tidak suka tempat ini, ku kira Raline akan aman ditempat ini ternyata ..." ucap zero sambil mengepalkan tangannya. Dia tidak akan memaafkan siapa saja yang menculik Raline.


Mereka akhirnya keluar dari goa itu.


"Tuan bagaimana keadaan nyonya raline" ucap Beastman macan yang sudah menunggu Zero keluar. Tapi tidak melihat nyonyanya keluar.Saat mendengar terikan Zero tadi, ga cuma Rick saja yang bergegas ke goa tapi juga Beastman macan tapi dia kalah cepat datangnya.


"Raline menghilang, aroma tubuhnya juga tidak ada. didalam hanya ada tanah dan bebatuan, aku berharap dia masih hidup." ucap Rick.


Zero hanya diam tak menjawab. Zero hanya menatap lurus dan berjalan tanpa mengindahkan Beast yang ada disana. dia langsung terbang entah kemana menenangkan dirinya dan mencari tau barangkali penculiknya tidak jauh dari lokasi kejadian.


"Aku tidak akan memaafkannya siapa yang berani menculik raline.aku pastikan dia akan aku bakar hidup-hidup" ucap Rick. entah dia tak terima penyelamatnya pergi meninggalkannya. atau dia tidak mau kehilangan Raline. Yang pasti di dalam hati Rick sangat khawatir dan ada sesak didadanya jika sampai Raline terluka atau bahkan meninggal.