Me And The Beasts

Me And The Beasts
36



Pertemuan rapat yang diselenggarakan dadakan itu mengundang banyak respon positif karena banyak yang akan disampaikan para raja beast mengenai banyaknya masalah yang menggangu ketentraman rakyatnya.


Diruang rapat terdapat meja kayu yang panjang dan kursi kursi kayu yang sudah tersusun rapi.


Satu persatu raja beastman datang dengan membawa asisten pribadinya dan juga pengawalnya. setelah mereka berkumpul. sebagai ketua para raja beastman zero memberi sambutan dan beberapa patah kata ucapan terimakasih sudah datang yang jaraknya jauh diatas awan.


walau menggunakan sihir teleportasi hanya Beastman tertentu yang bisa melewatinya. karena isyarat Beastman burung sangatlah tinggi dan tertutup dari Beastman manapun.


Mereka mendiskusikan beberapa hal.


" Tuan zero sebaiknya kita harus bertindak, semakin lama kita tidak bisa membiarkan Beastman serigala memberontak" ucap raja beast barat.


" Benar tuan zero banyak betina kami diculik, jika semua betina diculik maka kami tidak akan bisa mempunyai keturunan" ucap raja beasts timur.


" mereka juga merampok bahan makanan kami secara terang terangan jika rakyat kami tidak memberikan maka nyawa rakyat kami dipertaruhkan" ucap raja utara.


" Baimana jika begini .... " ucap Beastman selatan.


sudah lama mereka membicarakan rencana rencana yang harus segera dilaksanakan, dari rencana a,b, dan c jika gagal maka ada rencana d. semua rencana di susun dengan sangat apik sehingga bisa menjadi senjata ampuh memancing raja beastman serigala.


...****************...


Raline yang selalu mendapatkan perhatian perhatian kecil dari raja beastman serigala sudah terbiasa akan perhatian yang ia dapatkan. raja beasts serigala seperti seorang suami yang siap siaga selama dua puluh empat jam merawat dan menjaga Raline.


Raline merasa raja beastman serigala tidaklah seburuk apa yang dilihat saat dia dikejar oleh kawanan serigala yang seakan memakanan hidup hidup.


Janji yang diberikan Raline saat sehat keluar dari rumah beastman serigala itu sia sia, nyatanya saat diajak pergi Raline selalu muntah muntah. kesehatan Raline yang dibilang rentan. menjadikan alasan Beastman serigala mengulur waktu membuktikan kalau zero sudah mati. dan itu membuat Raline tidak bisa kabur dari sana. nyatanya rumah pribadi Beastman serigala juga ga main main, pulau besar yang bisa terbang ke udara dan hanya dibatasi kayu pembatas. jika dilihat dari kayu pembatas maka dibawahnya hanya kumpulan awan putih dan tak tahu di bawah itu adakah daratan atau tidak karen terhalang oleh awan hitam itu.


Saat Raline pernah berjalan jalan di pagi hari Raline pernah melihatnya. dan Simon juga memberitahukannya setiap detail rumah pribadinya. Simon tidak takut Raline kabur karena hanya dengan teleportasi maka dia bisa kabur dari rumah ini. atau disebut juga pulau terbang milik serigala. tidak jauh berbeda dengan beast central.


Selama Raline tinggal di sana Raline menyuruh Simon untuk membuat makanan manusia beralasan kalau dia nyidam dan sebagai pedomannya adalah dia mendapatkan buku itu dari perpustakaan Beastman burung. jadi ia ingin memakannya. jadi Simon tidak curiga.


berbagai makanan yang hanya bisa disajikan yang penting ada nasi bagi Raline. apapun sayur dan lauknya dia akan menerima sesuai stok yg tersedia. Simon sendiri yang memasak dengan alat dapur yang sesuai perintah Raline.


Selama lima bulan ini Simon sudah mahir dalam memasak apapun perintah Raline. apa yang diinginkan wanitanya dia akan turuti agar dia bisa mendapatkan hatinya. walau kalau di dalam ruang kerja dibikin pusing akan pertempurannya dengan para Beastman lainnya.


"emm, kenapa perutku sakit banget ... apa mau melahirkan tidak ini tidak mungkin ini belum waktunya" batin Raline.


"Simon ... Simon ..." teriak Raline dalam kamarnya. mukanya semakin pucat. dia berjalan tertatih tatih sambil berteriak memanggil Simon agar memanggilkannya ahli ramuan.