
telur itu retak semakin lebar. dan lama kelamaan terdengar suara yang begitu memekakkan.
oeee oeee oeee
Raline yang mendengar suara itu langsung datang tanpa mempedulikan apapun,raline sekarang hanya memakai kain pendek yang melilit tubuhnya yang masih basah. rambutnya tergerai panjang sedikit meneteskan air dari ujung rambut.
Raline melihat telor yang satu sudah pecah setengah. telor sang anak yang selama ini ditunggu tunggu akhirnya menetas juga. bayi mungil bersayap itu yang berjenis kelamin pejantan itu dinamai rizef, ia menangis karena dia mau turun tidak bisa karena terlalu tinggi.
Dilihatnya tidak ada siapa siapa rizef hanya bisa menagis sekencang kencangnya. dan tangisan itu yang bikin Raline panik dan langsung keluar.
"Anakku kau sudah lahir nak, ini bunda nak.jangan menagis maaf bunda tinggal, bunda sedang mandi nak cup cup cup". ucap Raline sambil menimang dan mencium gemas pipi rizef. ada rasa haru dan bahagia melihat anaknya sudah lahir.
Simon yang menyiapkan makanan untuk Raline juga terlihat panik saat dia mendengar suara yang memekakkan di kamar Raline. dia segera lari merubah dirinya seperti serigala agar cepat sampai kamar Raline. dan sampai kamar dia terkejut dengan pemandangan yang sangat memukau. yang membuat sedikit menelan ludahnya. bagaimana tidak Raline hanya menggunakan kain tipis yang hanya dililitnya ditubuhnya.
kain yang hanya lebar semeter itu melilit dengan asal sehingga lekukan tubuhnya terlihat seperti gitar spanyol. saat melihat tubuh Raline Simon langsung merubah bentuknya seperti manusia.
saat Raline mendengar nafas yang sangat kasar dia menengok.
"Simon lihatlah rizef sudah lahir, dia sangat tampan. ah bayi lucu ini sangat menggemaskan" ucap Raline sambil menoel hidung rizef.rizef yang ada digendongan Raline tangisnya langsung mereda.
Simon langsung berjalan menuju lemari dan mengambilkan kain panjang. setelah mengambil kain itu dia langsung berjalan ke Raline. dia melilitkan kain itu ketubuh Raline.
"Linlin jangan menguji imanku kalau kau terus begini aku memakanmu!" ucap Simon sambil mengecup lehernya Raline sampai merah. memberikan tanda kalau dia sayang sama Raline.
"Maaf tadi aku terburu-buru ingin melihat anakku, lihatlah dia tampan dan lucukan? ucap Raline mengubah pembicaraan.
"emm, dia sangat tampan." ucap Simon sambil mengelus pipi bayi itu.
bayi mungil itu mengusak usaj gundukan yang ada disampingnya, dia mencari sumber makanan pendampingnya, setelah menemukan ujungnya dia langsung menyedotnya membuat sang empu menahan sakit. "akk" Raline mengasuh dan mencari duduk untuk memposisikan anaknya menyuusuu dengan benar. Simon yang melihat rizef dengan kuatnya menyuusuu semakin dibuat panas.
Jiwa pejantanya diuji disini. dia tidak mau memaksakan Raline untuk menjadi pasangan sahnya karena dia masih dalam pemulihan. untuk mengalihkanya dia mengambil kain lagi untuk mengeringkan rambut Raline agar dia tidak pusing.
"Kuat sekali dia minum, sampai sampai ada yang juga pengen" ucap Simon. sambil mengeringkan rambut Raline.
"Simon jangan ngada ngada deh masa ngiri sama bayi malu ah" ucap Raline.
"tapi akukan belum pernah coba boleh donk aku sebelahnya" ucap Simon gamblang.
"ish, tidak ini untuk elifan. ah ga sabar aku menunggu elifan lahir. aku seharian ini mau menunggu elifan lahir. aku takut Eli nangis kaya rizef"ucap Raline.
"Yaudah sekarang kamu pakai pakaianmu terus makan. kita tunggu bareng-bareng gimana?" ucap Simon.
"Baiklah mumpung rizef tertidur aku akan ganti baju dulu" ucap Raline. ternyata tidak lama rizef menyuusuu langsung tertidur pulas. karena dia merasa sudah kenyang.