Me And The Beasts

Me And The Beasts
08



"Nasi ya ... Nasi terbuat dari beras yang direbus menggunakan air"ucap Raline.


"Beras??? disini tidak ada yang namanya beras"ucap Zero.


"Kalau ga gini aja dimana persediaaan makanan yang kamu simpan, aku mau masak sendiri makananku, aku sudah lapar dari kemarin, aku tidak merasa kenyang hanya makan buah buahan dan kacang kacangan. Setelah makan baru kita bicara lagi. Bagaimana kamu setuju ga? please" ucap Raline sambil memohon pada zero dengan mengatupkan kedua tanganya.


"Baiklah aku antar kau kesana, pilihlah makanan sesukamu" ucap Zero.


Setelah sampai di ruang penyimpanan makanan, Raline mengamati setiap peti kayu yang dilewatinya, di ruangan penyimpanan terdapat berbagai macam kacang kacangan seperti kedelai, kacang hijau, kacang tanah dan lain sebagainya.


Saat Raline mencari bahan makanan yang bisa dimakan olehnya dia menemukan padi yang belum menjadi beras.


"Nah ini dia beras, tapi kok masih belum dibuka kulitnya. ya kali aku kupasin satu persatu. lama donk makannya, keburu jamuran deh aku" gumam Raline sambil mencebikkan bibirnya.


"Raline kenapa dengan padinya?" tanya Zero.


"Ah iya ini ...ini berasnya, tapi belum dikupas jadi masih berbentuk padi. Biasanya di rumahku padi ini digiling dipenggilingan padi terus menjadi beras. setelah menjadi beras di rebus jadilah nasi. nah nasi itu adalah makanan pokok untukku agar menambah staminaku, Tapi ... bahkan disini tidak ada penggilingan padi masa aku harus kupas satu persatu kaya gini" ucap Raline mencebikkan bibir sambil mengupas padi satu persatu.


"pffft ... kamu itu lucu yah, makin tambah manis saja" ucap Zero sambil menoel dagu Raline.


"Ih apaan sih aku tuh lagi lapar dan kalau lapar itu bawaannya emosi terus tau ga, roar?" ucap Ralin kesal sambil mengaum seperti macan yang sedang mengaum diikuti oleh tanganya yang seperti mencakar.


"Hahahah, lucu sekali sih wanitaku, baiklah aku akan membantumu, bagaimana kalau begini" ucap Zero. tangan kanannya mengeluarkan cahaya berwarna biru menghampiri padi itu dan tiba-tiba saja padi itu berubah menjadi beras.


"Wah ... kamu hebat sekali ... yey ..." ucap Raline kegirangan tanpa sadar Raline memeluk Zero. Zero yang kaget akan perlakuan Raline hanya bisa tersenyum dan membalas pelukan Raline.


"Aku senang kalau kamu juga senang" bisik zero ditelinga Raline.


"ehem ... itu ...emm itu ga sengaja" ucap Raline.


"Sengaja pun juga boleh sini peluk lagi" ucap Zero, tapi Raline malah menepisnya.


Zero hanya bisa terkekeh melihat tingkah Raline.


Raline tidak bisa menemukan bahan untuk dijadikan lauk pauknya.


"Yah ga da yang bisa dibikin buat lauk pauk.huh ... terpaksa deh makan nasi aja. yang penting isi perut dulu pake nasi lauknya nyusul. oh iya alat masaknya dimana?" batin Raline.


"Em Zero alat masaknya dimana yah?" tanya Raline.


"Alat masak itu apa?" ucap Zero.


"Itu alat untuk membuat makanan mentah jadi matang" ucap Raline. Zero masih berfikir alat masak yang seperti apa?sedangkan dia ras burung mana ada burung memasak. kayanya Raline lupa ada dimana.


Sesaat kemudian Raline baru menyadari kalau perkataanya salah. Raline harus memutar otaknya agar dia bisa makan. Dan terlintas ide gila agar dia bisa masan dengan cepat. mungkin saja dengan cahaya yang Zero keluarkan tadi bisa mengubah beras menjadi nasi.


"Aku sepertinya lupa aku ada dimana!" ucap Raline. "ah ... aku punya ide gimana kalau kamu ngeluarin cahaya biru tadi untuk ngubah beras ini jadi nasi. bagaimana?"lanjut Raline.


"Apa?" Zero tersentak tak habis pikir kekuatan spiritualnya digunakan untuk alat memasak.


...****************...


Kira kira bisa ga yah kekuatan spiritual buat memasak. klo ga bisa kan kasihan Raline ga makan cuma gara-gara nasi doank.


author : diet diet Raline lemak numpuk diperut tolong kondisikan.


Raline: enak aja perut aku langsing begini juga.othor kali perutnya perlu dikondisikan


author : eh tau ja 🤪🤪🤪