
"kenapa? apa kau keberatan, seharusnya kau bersyukur anak tanpa ayah ini bisa mendapatkan kedudukan sebagai pangeran di seluruh negri ini" ucap simon.setelah melepas mencium leher Raline dan memberikan tanda disana.
"kau jangan asal bicara dia bukan anak ..." ucapan Raline terbungkam karena benda kenyal itu menutup mulutnya. Raline berusaha terlepas dari ciuman itu, semakin Raline memberontak semakin dalam ciuman itu.
ciuman yang menuntut itu terasa asin bercampur dengan air mata. Raline yang menagis menghentikan kegiatan itu.
"kenapa menangis? kau pasanganku, kau wanita satu satunya yang menolak ku? apa perlakuanku selama ini kurang bagimu? hum...! aku juga punya kesabaran" ucap Simon sambil berdiri. Raline yang sesegan terbang dari pangkuan Simon diletakkan dikursi seberang Simon.
"makanlah dan nikmati soremu, jangan sampai bayi dalam kandunganmu kelaparan" ucap Simon. Simon memang perhatian sama Raline dan anak dalam kandungan Raline. sebagai ayah sambung dia sedikit belajar dari Lucy untuk memperhatikan Raline dan anaknya. dia mengklaim dirinya sendiri klo anak dari kandunganya anaknya tanpa persetujuan Raline. Simon percaya diri kalau dia adalah pasangan raline.walau Raline menolak Simon. Simon tetap mengklaim Raline kalau dia pasangannya. walau terbukti tidak ada tanda serigala ditubuh Raline.
Raline yang ditinggalkan begitu saja hanya bisa menagisi nasibnya. baru saja dia akan memantapkan hatiny untuk zero dan tidak mau menghianatinya tapi sekarang apa? dia menjadi pasangan Beastman saat dia terbangun dari tidur karena sakit. dan tadi ciuman pertama mereka. membuat Raline merasa bersalah pada zero.
Sore yang indah itu harus menjadi sore yang penuh dengan rasa sedih.
"Tidak aku harus tetap berfikir positif, zero pasti juga sedang mencariku. aku harus bertahan Samapi dia menemukanku. walau harga diriku diinjak. setidaknya tidak ada ta da serigala itu. mungkin kehamilan ku ini menjadi tameng agar aku tidak menjadi pasangan serigala itu" batin Raline.
Raline pun akhirnya meninggalkan taman itu dan langsung menuju kamarnya
...****************...
Tak henti hentinya dia mencari keberadaan Raline. walau dia sudah membasmi banyaknya serigala tapi tetap saja kesetiaan kawanan serigala itu membungkam mulutnya dengan melawan hingga akhir. dan akhirnya dia memilih bunuh diri dari pada menghianati klam ras serigala.
sejak goa itu runtuh zero mencari jejak walau sekecil apapun. dia meyakini pasti ada harapan menemukan jejanya. terbukti dia menemukan sehelai bulu serigala disana dan itu membuktikan kalau Raline diculik oleh kawanan serigala.
Tapi untuk menemukan markas Beastsman serigala membutuhkan waktu lama. beberapa kali dia menemukan tapi hasilnya zonk yang ada hanya kawanan serigala saja tidak menemukan keberadaan Raline. Beastsman serigala begitu apik menyembunyikan dirinya tanpa terendus sedikitpun baunya.
Semakin dia telusuri semakin yakin jika Beastman serigala akan memberontak. Zero dan semua raja beasts masing masing akan mengadakan pertemuan yang biasanya setahun sekali sekrang dipercepat karena urgent. Dan pertemuan rapat itu akan diadakan BSK pagi di beast central.
"Raline kau dimana? bagaimana dengan anak kita apa mereka sudah lahir? ini sudah sepuluh hari setelah kepergian mu. apa kau ingat kata ahli ramuan kau akan melahirkan sepuluh hari setelah pemeriksaan, dan itu hari ini. apa kau kesulitan melahirkan anak kita? apa kau baik baik saja? apa kau sakit. aku takut dengan keadaamu, aku takut kau lemah melahirkan anak kita. kau harus kuat Raline bertahan sebentar lagi aku pasti akan menemukanmu, aku janji" batin Zero.
Sorepun menjadi malam, seperti malam malam biasanya sepuluh hari kepergian Raline zero hanya bisa memandangi kamar raline. di mencium samar aroma tubuh Raline sambil membayangkan jika Raline berada disana. Zero membaringkan tubuhnya menghadap kiri, dimana bayangan Raline berada. dia melihat Raline tersenyum kepadanya sambil mengusap rambut zero.
"Sayang tidurlah kamu butuh istirahat, besok kita akan pergi kau sudah janjikan padaku akan memperlihatkan dunia ini padaku" ucap Raline.
Zero hanya menganggukkan kepalanya tanda dia menyetujuinya dan memejamkan matanya sambil membekap kedua tangan ke badannya seakan dia memeluk tubuh Raline dalam dekapannya. Dia pun terlelap ke dalam mimpi.