Me And The Beasts

Me And The Beasts
20



Pagi menjelang zero terbangun duluan. Dia langsung pergi mencari Tristan untuk mempertanyakan apa yang terjadi kemarin.


"Tristan" suara bariton zero menggema di luar gubuk itu. " Apa yang terjadi kemarin kenapa rubah itu bisa ada disini, kenapa kau tidak lapor padaku" ucap Zero.


"Kemarin terjadi pertempuran satu lawan lima tuan, rubah itu melawan lima beastsman serigala. yang berakhir rubah terluka parah dan serigala itu mati. Saya membawanya kemari karena saya diperintahkan Nyonya Raline, tapi saya menemukan ini tuan dekat tubuh rubah itu. maaf tidak melapor karena nyonya melarangnya" ucap Tristan sambil memberikan plat yang bergambarkan burung rajawali tapi plat itu plat lama yang belum diperbarui.


Zero heran plat lama dari kerajaan beasts central berada ditangan rubah ekor sembilan itu. zero menerima plat itu dengan kepala mengkerut. berpikir siapa rubah itu dan apa hubungannya dengan plat lama istana Beast central.


Setelah itu zero pergi menemui rubah ekor sembilan itu. Dan di sinilah mereka di ruang yang hanya ada Zero, Tristan dan rubah yang ada disangkar itu.


rubah itu walau sudah diobati tapi masih lemah kekuatan spiritual masih belum sepenuhnya pulih. hanya bisa tidur sambil melingkarkan tubuhnya,menyenderkan kepalanya di kakinya.


rubah itu pasrah hidup atau mati hanya keberuntungan saja.


Saat rubah itu membuka mata Zero sudah da didepan matanya. dia duduk dengan menyenderkan tubuhnya di kursi, kaki menyilang kepalanya disenderkan di tangan kanannya. tapi sanyapnya tidak ada. Dia juga melihat Beastman lain dengan tubuh tegap berdiri dengan sayap yang berwarna hitam.


"Kamu siapa? dan apa tujuan kau kemari" ucap Zero to the poin.


"Apa urusannya denganmu jika kau ingin bunuh aku bunuh saja, aku tidak berselera hidup lagi.ini sangat menyakitkan bagiku. bangun dari kultivasi ku kira makin kuat ternyata aku masih lemah." rubah itu tiba-tiba jadi sendu.


"Aku bisa saja membunuhmu tapi istriku ingin menjadikanmu peliharaannya terdengar sangat lucu kan? aku tidak ingin membuat istriku kecewa" ucap zero dengan tegas.


"istrimu?" ucap rick


"Ya wanita yang kau datangi tengah malam itu adalah istriku. Kenapa kau bisa sampai sini?"tanya zero.


"apa pedulimu"ucap rubah.


"Itu milikkku kembalikan, roar" ucap rubah sambil meletakkan kakinya dijeruji besi itu dengan tampang marah. ingin sekali memakan zero.


"Milikmu? aku rasa tidak! ini milik kerajaan beast central, apa hubungannya denganmu?" ucap zero.


"Aku tidak akan bicara padamu kecuali kau adalah raja beasts central bahkan kau tidak tercium seperti beastman central seperti disampingmu?" ucap rubah sambil merebahkan tubuhnya lagi karena masih sakit untuk banyak bergerak.


"Kau meremehkan ku" ucap zero. dia memperlihatkan wujud aslinya dihadapan rubah itu karena dia merasa diremehkan.jadi dia membuktikan bagaimana kuatnya dia, gagahnya dia saat dia menggunakan sayap perak yang indah itu.


Saat rubah itu melihat kalau dia benar adalah raja beasts central sungguh, beruntungnya bertemu dengannya.


"Akhirnya aku menemukanmu" ucap rubah senang telah menemukan secercik harapan kehidupannya setelah dia keluar dari goa yang sangatlah gelap. hanya bertemakan sepi dan kegelapan menyertai.


"Maksudumu?"ucap zero mengerutkan dahinya.dia tidak tau apa yang dimaksud rubah.


"Perkenalkan namaku Jerico biasa dipanggil Rick, aku adalah keturunan raja rubah ke dua tapi keluargaku dibantai oleh pamanku yang kini entah kabarnya bagaimana. sebelum ayahku terbunuh ayahku memberikan plat itu padaku, berharap aku bisa diselamatkan. dia menyuruhku datang ke Beast central dengan plat itu setelah aku menyelesaikan kultivasiku. tapi aku malah tertidur di goa itu. dia berkata aku akan selamat jika aku bertemu dengan raja beast central"ucap Rick dengan jujur.


"Sekarang usiamu berapa?" ucap Zero


"Kalau tidak salah ingat umurku 23 tahun" ucap Rick.


"Tapi aku tidak pernah mendengar tentang ras rubah sebelumnya. tapi plat itu di perkirakan dibuat sekitar 200 tahun lalu. plat lama dari kerajaan beast central" ucap Zero.


"apa?"