Me And The Beasts

Me And The Beasts
53



Esok paginya zero melihat Raline tertidur pulas tanpa pakaian sehelai benangpun. ada rasa nyeri di lubuk hatinya tapi dia tak mau egois. dia harus ikhlas menerima semua ini.


"Simon seberapa buasnya kau sampai Raline tidur dengan raut kelelahan seperti itu, aku harus memberi peringatan padanya" batin Zero sambil mengepalkan tangannya. dan jangan tanyakan Simon, pagi pagi buta dia sudahpergi ke Selatan.


Zero tak tega membangunkan Raline dalam tidur nyenyaknya. Ternyata Eli dan Rizef sudah terbangun. Zero menggendong Rizef dan Elifan untuk berjemur dipagi hari, walau usianya sudah berumur lima bulan.


" ya .. yah ...." ucap Eli. Rizef hanya diam saja sambil mengucek matanya.


"Iya sayang ayo kita berjemur seperti biasa" ucap zero sambil membawa Eli dan rizef dalam dekapannya. " rizef jangan makan tanganmu" lanjut zero mencegah tangan mungil rizef yang disesapnya. ya itu kebiasaan rizef. dia sangat senang menyesap jempol tangan kanannya ke dalam mulut mungilnya.


" Ayah hari ini akan memandikan kalian, biasanya kan papa Simon, karena papa Simon sedang pergi jadi gantian ayah ya, maafin papa yah jarang ada untuk kalian tapi mulai sekarang ayah akan selalu bersamamu, muah muah" ucap zero sambil mencium gemas putra putrinya.


Zero meletakkan Eli dan rizef di kursi balkon kamarnya disana terdapat kursi kayu yang disediakan untuk menjemur Eli dan rizef.


Rizef yang sedang dijemur memperlihatkan dirinya yang sedang merubah dirinya menjadi burung elang yang sangat indah dengan aura merah dan biru



perpaduan antara aura Simon dan zero. ya sejak dalam kandungan Simon juga memberikan energi spiritualnya untuk menambah energi Raline. semakin hari saat itu Raline semakin pucat Simon tak tega sehingga tanpa sepengetahuan Raline Simon memberikan energi spiritualnya. Bayi yang dikandung Raline menyerap energi itu sehingga rizef dan Eli mempunyai energi spiritual milik Simon.


Tapi Eli tidak bisa mengubah bentuknya seperti rizef yang bisa mengubah dirinya menjadi burung elang. Elifan hanya bisa mempunyai sayap saja tapi kecerdasan Eli lebih mendominasi ketimbang Rizef.


Eli hanya bisa berguling guling diatas kursi itu. menikmati hangatnya sinar matahari.


Zero yang melihat itu hanya tersenyum senang.


Rizef yang mendapatkan pertanyaan itu hanya menggeleng walaupun rizef dan Eli belum bisa bicara tapi mereka cepat tanggap dalam perkataan Beastman.


"Baiklah ayo kita belajar. Eli kau jangan kemana mana dulu yah kamu disitu saja aku akan mengajarkan kakakmu untuk terbang! ucap zero. Eli hanya mengangguk dan melihat zero menggendong Rizef yang saat itu menjadi burung rajawali.


Saat ini Rizef sedang dipinggiran balkon. Zero segera merubah dirinya menjadi rajawali.


"Kepakkan sayapmu seperti ini tutup matamu rasakan angin yang berhembus. setelah itu kepakkan sayapmu seperti ini" ucap zero. dia terbang ke atas balkon dan memperlihatkan keahlian terbangnya.


Rizef yang diintruksi langsung mempraktekkannya tapi di percobaan pertama gagal dia terjun bebas untung Zero cepat menangkap.


Tak bosan bosan Zero mengajarkan cara terbang dan kini Rizef sudah bisa terbang dengan bebasnya.


Tanpa disadari Eli sudah tidak ada ditempatnya, Zero melihat balkon dan tidak melihat Eli panik dan langsung cepat turun kebawah memastikan kalau Eli baik-baik saja.


"Eli ..." teriak Zero.


"ya yah" ucap Eli.


Tanpa diduga dan disangka bayi mungil nan cantik itu hanya mendengarkan zero mengajari kakaknya bisa terbang sendirinya.


Zero yang tadinya panik langsung tersenyum lebar saat Zero melihat Eli terbang diatas.