Me And The Beasts

Me And The Beasts
12



Raline yang belihat kelinci mungil itu berbinar binar ingin mendekat tapi dihalangi oleh Zero.


"Mau apa?"ucap zero tegas menghalangi langkah Raline yang ingin lebih dekat dengan kelinci itu. Zero tau tatapan itu tatapan kagum. Zero tidak ingin Raline melihat Beastman lain selain dirinya. posesif emang karena Zero tidak mau miliknya diambil oleh orang lain.


"ih awas aku mau lihat dia, lucu tau, ingin sekali aku me..."ucapa Raline terpotong saat Zero menatapnya dengan tajam.


"Apa dimatamu aku tidak lucu, jika ingin mengelus atau memeluknya kau bisa gunakan aku, kenapa kau mau dia?" Zero berbisik ditelinga Raline membuat si empunya bergidik ngeri. setelah membisikkan ucapannya Zero terus menatap tajam raline.


Raline yang ditatap tajam tanpa sadar dia memegang kepala Zero. " Iya seperti inikan lucu deh kalau cemburu" ucap Raline sambil tertawa dan mengelus kepala Zero dengan sayang. Zero tersentak akan perlakuan Raline. Zero hanya menyunggingkan senyumnya disudut bibirnya tanpa Raline mengetahuinya. Zero berpikir bahwa Raline sudah menerimanya sebagai pasangannya.


Beastman ras kelinci itu terkaget dengan sikap sang raja pada pasangannya, gimana tidak selama ini sikap kaku, pendiam,kejam dan tidak banyak bicara dengan betina akan tunduk pada betina yang ada dihadapannya ini.


Beastman kelinci itu hanya bisa menunduk tidak berani menatap, takut jikalau dia lancang mencampuri urusannya maka nyawanya akan melayang.


Setelah bertemu dengan ras kelinci, Zero mengajak berkeliling menemui Beastman yang lain da Beastman kucing, angsa, merak, dan yang lainya. makan siang Zero dan Raline pun disiapkan oleh Beastman merak yang kebetulan jam makan siang.


Raline sangat senang berinteraksi pada Beastman yang masih kecil yang sangat lucu lucu baginya. karena Zero memperbolehkan Raline bermain bersama para anak Beastman, dia seperti manusia yang bisa mengerti bahasa hewan.


Setelah dicukup rasa untuk bermain Raline melanjutkan berjalan menuju base berikutnya. Dengan berjalan kaki, agar bisa menikmati pemandangan daratan sesekali terbang jika Raline sudah kekelahan ingin cepat sampai.


Dan rintikan hujan pun tiba-tiba membasahi daratan. rintik hujan itu menerjang tubuh Raline dan juga zero. Zero mengepakkan sayapnya untuk melindungi Raline dari terpaan hujan. tapi namanya juga hujan jadi tidak seluruh tubuh Raline terlindungi. baju Raline tetap terkena air hujan dan itu membuat Raline menggigil kedinginan.


Zero yang melihat Raline menggigil dia tidak tega dia mengatupkan sayapnya untuk melindungi dari dinginnya angin dan mendekap tubuhnya. Dibawah pohon yang rindang zero mengeluarkan cahaya birunya untuk mengeringkan tubuh raline dan zero. tapi bukanya tidak bisa Zero memanfaatkan moment ini untuk semakin memeluk Raline.


"Zero dingin" rancau Raline sambil menggerakkan giginya.


Tanpa ba bi Bu Zero langsung mengecap bibir itu hingga rasa hangat dan panas itu tiba-tiba keluar secara alami dalam diri tubuh mereka masing-masing. Zero memberi pelindung disekitarnya agar tidak dilihat oleh Beastman lainya.Zero menutup tubuh Raline dengan mengatupkan sayapnya menutupi tubuhnya dan Raline.


Zero mengikuti nalurinya untuk membuat tanda seperti tato di bagian tubuh Raline agar dia bisa resmi menjadi pasangannya.


"Sayang bolehkah aku menjadikanmu milikku seutuhnya" ucap Zero meminta ijin terlebih dulu agar Raline mau melakukannya tanpa paksaan.


"emm" Raline mengangguk, tanpa sadar dia sudah tidak memakai kain sehelai benangpun. Raline yang sudah tak tahan akan sentuhan sentuhan yang diberikan Zero hanya bisa mengeluarkan suara merdu yang membuat Zero berpacu untuk melanjutkan kegiatan panas untuk menghangatkan tubuhnya. Raline dibuat terbang ke nirwana oleh zero setelah Raline menyetujui permintaan Zero.


Sebauh tanda yang berbentuk burung rajawali di dada sebelah kiri menunjukkan bahwa Raline resmi menjadi pasangan Beastman rajawali yang bernama Zero appolion.