Me And The Beasts

Me And The Beasts
49



"Baiklah aku juga lelah tapi setiap kau mengambil keputusan kau harus berdiskusi padaku" ucap zero.


"oke. bagaimana dengan kejutanya" ucap Simon.


...****************ⁿ...


Pagi hari nya Raline mengerjapkan matanya. dia dikagetkan oleh rizef yang tidak ada disampingnya. dia melebarkan matanya mencari rizef disekelilingnya tanpa menyadari kalau telor transparanya sudah menetas.


dia berubah panik saat tidak melihat siapapun, dia langsung panggil Simon untuk menanyakan keberadaa rizef, setahunya hanya dia dan Simon yang menjaganya. tapi tidak ada sahutan sama sekali. tanpa pikir panjang dia langsung keluar memanggil Simon diluar kamar. di mansion itu sangat besar banyak sekali Beastman yang menjaga tapi sekarang satu beastman pun tak terlihat. biasanya Simon sekali panggil walau pelan dia langsung datang karena pendengarannya sangatlah tajam.


Tapi apa ini di panggil berapa kali tidak ada sahutan dari Simon, Raline sudah berkeliling kemana mana . tapi tak ada satupun beasman yang terlihat. seakan mansion itu tak berpenghuni.


Saat sampai di lantai dasar dengan menuruni anak tangga Raline melihat kelopak bunga disepanjang jalan yang Raline pijak. bunga itu mengarah ke luar halaman.


bunga mawar merah, putih dan pink bercampur disana. membuat hati Raline berbunga-bunga. Raline menyusuri bunga yang disusun rapi disetiap jalan yang ia pijak mengarah ke sebuah taman.


Raline melihat dengan takjub apa yang ia lihat sekarang. rumah kaca yang didalamnya banyak tanaman bunga dan berbagai tanaman hias disana. entah sejak kapan rumah kaca ini dibuat. sebelum masuk pintu rumah kaca itu Raline sudah disambut para maid beastman disana. mereka membungkuk dengan hormat tak berani memandang.


" selamat pagi nyonya dan selamat datang" ucap para maid beasman.


Raline berjalan dengan perlahan sampai dia berada didepan pintu rumah kaca itu. perasaan Raline saat ini bercampur aduk ada rasa haru, bahagia dan menerka neraka siapa yang membuat ini semua. detak jantung Raline dibuat berdebar dengan kencang saat membuka pintu itu. ia melihat Zero, Simon, Rick dan kedua anaknya digendong Simon dan Rick. Raline sampai menutup mulutnya karena terkejut.


"Selamat pagi sayang" zero merentangkan tangannya saat Raline sudah ada didepan matanya.


Raline langsung berlari saat melihat itu. tapi Raline bukan menghambur kepelukan zero tapi dia lari ke hadapan Rick.


Rick yang bahagia melihat Raline ada dihadapannya membuat senyum tersungging di bibirnya. Rick merasa jadi beastman yang paling disayangi oleh Raline. dia juga sangat merindukan Raline yang jarang sekali dia temui. tapi Raline tidak tau kalau itu Rick dalam wujud setengah manusia. dia hanya tau Rick itu rubah ekor sembilan. kebetulan ekor Rick saat ini sedang disembunyikan jadi Raline tidak menyadarinya.


"i ... iya sa ..." ucap Rick kepotong saat Raline melanjutkan ucapannya.


"Sayang kamu sudah lahir nak. maaf disaat kamu lahir aku tidak ada disampingmu" ucap Raline mencium pipi elifan.


" ma ... mama" ucap Eli sambil merentangkan tangannya.


Saat Eli merentangkan tangannya Raline langsung menggendong buah hatinya yang ditunggu-tunggu dari kemarin.


"Sayang kamu ga kangen sama aku" ucap zero kecewa karena dia yakin tadi saat dia merentangkan tangannya biasanya dia langsung menghambur kepelukanya tapi apa tadi hanya angin yang lewat.


"Halah begitu aja merajuk dasar burung ga tau sikon" ucap Simon.


"Apa katamu aku baru pulang dan aku yang memberinya kejutan tapi aku tak dapat apa apa aku kira dapat pelukan hangat" sungut zero.


"Eh ingat aku juga membantumu mengerjakan ini semuanya, jangan bilang kau yang membuatnya sendiri, enak aja aku juga mau dapat hadiah dari Raline kalau gitu karena aku juga membantu" ucap Simon


"enak saja dia istriku" ucap zero.


"Dia pasanganku" ucap Simon tak terima.


"Sudah sudah kalian ini. ini hari bahagia buat kita semua kenapa kalian ribut pagi pagi begini. lihat Eli terganggu sama kalian. bisa ga sih kalian akur. dimana Rick aku ga melihat dia" ucap Raline.


jeng jeng jeng