Me And The Beasts

Me And The Beasts
15



"kamu tau di dunia beasts ini betina atau yang kau sebut perempuan harus diperlakukan seperti ratu walaupun dia bukan ratu dari pimpinan. kenapa karena perempuan itu sangat berharga disini. jadi kamu harus menerima setiap perhatikanku, kau mengerti. jangan buat pasanganmu ini seperti orang lain. semua milikku adalah milikmu dan milikmu adalah milikku" ucap Zero sambil membersihkan rambut Raline.


"maaf bukan maksud aku begitu, aku hanya tidak terbiasa dengan ini. di duniaku laki laki lah yang harus dilayani. jadi aku belum terbiasa saja." ucap Raline.


"Biasakan mulai sekarang kau adalah ratuku aku tidak ingin kau kelelahan cukup melayani aku saja dikamar" ucap zero sambil mencium leher ralin.


Ralin bergidik saat benda kenyal itu menempel dilehernya.


"emm, sayang geli itu aku masih sakit lain kali aja yah" ucap Raline.


"baiklah sekarang hanya pegang boleh"ucap Zero tanpa menunggu si empunya zero langsung memegang gundukan kembar itu lama kelamaan bibir itu menyatu. tanpa ada penyatuan. setelah Raline mandi dan berganti baju mereka langsung makan.


"Sayang kamu disini sebentar yah aku da urusan jadi aku tidak bisa menemani kamu keliling, tapi ingat jangan keluar dari zona lingkaran ini, janji" ucap zero serius.


"emangnya kenapa sayang? kenapa tidak langsung pulang saja" tanya Raline.


"Nanti aku jelasin setelah aku sudah bereskan semuanya. Yang penting kamu istirahat, kita tidak bisa pulang sekarang. tempat yang aku datangin jauh dari istana, aku tidak mau bolak balik karena kangen sama kamu, apalagi kangen kerja malam bikin aku candu,"ucap zero sambil mengerlingkan matanya.


"iya... tapi Bolehkan Beastman kucing dan kelinci kesini, untuk menemani aku, boleh yah!!! rayu Raline. dia tidak mau sendirian, tidak ada teman ngobrol, apalagi ditengah hutan begini. bosanlah ga da tv maupun hp. Dan lebih parahnya lagi Raline tidak tau kapan zero pulang.


"Tidak, aku tidak suka kau dekat dekat Beastman lain, kau hanya boleh dekat aku titik" ucap zero menggebu.


"iss ... cemburu yah, ga lucu" ucap Raline sambil cemberut melipatkan tangannya kedepan.


"siapa yang ngelawak aku serius" ucap zero.


"ih ga peka banget sih nih Beastman"batin Raline.


Zero sebelom pergi sudah memasang pelindung untuk Raline. Beastman lain tidak bisa menembus area itu tanpa mantra atau izin dari Zero.


"idih ini beastman kenapa tiba-tiba baik dan tiba-tiba marah, ga peka banget kalau aku kesepian. orang mah ajak kek aku kemana dia pergi, kali aja aku bisa bantu, huh masa aku harus tidur lagi" gerutu Raline. Raline hanya bisa membuang nafas dengan kasar.


setelah itu raline langsung ke kamarnya. dia menghampiri jendela yang da Diana dia melihat pemandangan yang sangat indah dari sana.


banyak pohon yang menjulang tinggi keatas. Beberapa menit Raline melamun tiba-tiba ada suara yang menyadarkan Raline dari lamunannya.


Shing Shing


"kurang a.jar rasakan ini"


"Hah cuma itu kekuatanmu, aku bisa membunuhmu dengan menutup mataku, ha ha ha, pergilah ke neraka, hiat"


crasssh


sebuah pedang menggores tubuhnya. ia pun membalas dengan pedang yang ia gunakan itu menusuk tepat dijantung lawan. saat dia membunuh lawanya dia terjatuh ke tanah.


samar samar Raline mendengarkan pertengkaran atau pertempuran yang entah siapa itu. saat melihat pertempuran itu raline sangat terkejut.dia bingung harus gimana saat Beastman itu terjatuh. iya ingin membantu karena dia sedang terluka. Tapi dia ingat janjinya pada zero.


...****************...


apakah Raline mau membantunya? atau tidak? gimna nih koment donk yang tau.