Me And The Beasts

Me And The Beasts
64



Simon mengerluarkan energi spiritualnya yang membentuk seperti pecut. Simon menyerang dengan membabi buta. Simon tidak terima Raline di sakiti apa lagi sampai mengeluarkan darah.


" Simon hentikan jangan menyerang aku akan mencoba bicara,jangan sakiti mereka" teriak Raline. Simon tidak mendengar perintah Raline. dia terus menyerang hingga sampai mereka tergeletak di tanah dengan berlumuran darah di tubuhnya.


Simon melilitkan spiritualnya keleher satu satunya yang masih punya nyawa sepertinya dia pimpinan kelompok itu.


" Siapa yang menyuruh kalian menyakiti linlinku hah" ucap Simon dengan nafas yang memburu.


"eugh, kau ... penghianat " seketika Beastman itu tergeletak tak bernyawa setelah meminum racun yang disembunyikan di dalam rongga mulutnya.


" Sialan dia bu nuh di ri" ucap Simon geram.


" apa? penghianat? apa maksudnya ini" ucap Raline bingung.


"Linlin ada yang tidak beres, kenapa Beastman burung ingin membunuhmu? kita harus minta penjelasan pada Zero" ucap Simon.


Simon melangkahkan kakinya putar balik ingin pergi ke central beast walau tempat itu jauh diatas mereka dan mustahil akan berada disana Simon tak memiliki sayap. tapi dia masih punya secercah harapan dengan sihir. ya sihir itu sihir teleportasi.


di tempat lain.


Suara tawa menggelegar disebuah ruang bawah tanah, dia memiliki banyak luka di sekujur tubuhnya bertemankan darah.wajah yang rupawan kini menjadi berubah pucat pasi. Kaki, tangan kanan dan kirinya diborgol besi sehingga dia tidak bisa meloloskan diri.


Selama ini Zito ingin menguasai beast central melalui pernikahan politik. Selama ini Celin dihasut oleh Zito agar mau menduduki tahta sebagai pewaris sehingga dia bisa mengendalikan dunia beast. celin adalah betina yang mempunyai darah rajawali yang mempunyai kekuatan lebih rendah dibandingkan Zero. keunggulannya hanyalah darah keturunan.


Celin yang notabene baik hati mulai terhasut oleh Zito. kebaikan dan ketampanan Zito membuat celin terlena akan kekuasaan. Demi tahta untuk keturunannya terutama keturunan burung hantu.


Saat zero tak memiliki pasangan Zito tak mempermasalahkan semua karena Zito yakin anaknya yang bernama Ernes akan menjadi satu satunya pewaris tahta berikutnya. Dengan kegigihan kekuatan dan kekuasaan Zito Erneslah yang pantas berdiri tegak di singgasana. dia memperkuat kekuasaannya dengan meminjam tangan orang lain. sehingga pergerakannya tak kasat mata.


Pendukung Ernes juga tak kaleng-kaleng para tetua beast burung mendukung penuh.Tapi sejak zero mengumumkan pasangannya dan memiliki keturunan, Zito merasa geram. posisi anaknya akan tergeser dan itu membuat Zito gelap mata. Dia akan membuat keturunan zero budaknya dan zero akan menyerahkan kepemimpinannya pada Zito, sehingga Ernes bisa naik tahta sebagai putra mahkota. sebelum anak zero resmi jadi putra mahkota.


" Bagaiman keadaanmu kakak iparku tersayang, aku tak menyangka kau semenyedihkan ini, hahaha" ucap Zito.


terdengar suara berat zero yang terendah menahan sakit disekujur tubuhnya.


" Apa kau sudah merasa bangga, ini hanya luka kecil saja bagi ku cuih"ucap zero terbata.


"hahaha kak zero kau munafik sekali. ayo lah kah menyerahlah beri tahu aku stempel itu maka kau akan melihat anak anakmu. kau tau anak anakmu sekarang penurut sekali dengan celin, dan apa kau tahu apa yang kami lakukan padanya. dia ada digarda depan perang yang akan aku siapkan untuk semua para beast.hahahah" ucap Zito dengan bangga.


"apa?"