Me And The Beasts

Me And The Beasts
07



"Tuan apa apaan ini. Ini terlalu mendadak memutuskan kalau betina ini menjadi pasangan anda.lihatlah bahkan betina ini tidak ada tanda kawinya. bagaimana bisa anda mengatakan dia pasangan anda" ucap salah satu Beastman yang berada di kursi belakang.


Beastman yang bernama Muzi itu menghampiri Zero. Setelah mendengar apa yang sudah ucapkan oleh Zero.Dia adalah salah satu tetua ras burung.


Tanda kawin adalah tanda bahwa dia adalah pasangan Beastman. Tanda itu ada jika melakukan perkawinan antara pejantan dan betina. Biasanya tanda itu berbentuk seperti tato yang menempel di bagian tubuh betina untuk menandakan bahwa dia sudah kawin dengan pasanganya.Tanda itu berbeda beda wujudnya sesuai Beastman.


"Ehm begitu yah, betinaku ini tidak suka di panggil dengan betina, dia adalah perempuan. karena dia adalah perempuan yang spesial bagiku maka dari itu aku memperkenalkan dia sebagai pasanganku dulu baru nanti malam aku akan membuat tanda itu, benarkan Ralineku sayang" ucap zero sambi mengedipkan matanya.


"Apa? tanda? tanda apaan?"ucap Raline yang ga tau pembicaraan antara zero dan Beastman.


"Ssttt, kamu tenang aja, tidak apa apa kok"ucap zero


"Tapi yang mulia ..." ucap Beastman itu yang bernama tetua Muzi.


"Tetua Muzi apa yang sudah aku putuskan tidak ada yang boleh menentangnya" ucap zero menatap tajam tetua Muzi tanpa diketahui oleh Raline.


Zero dengan mode seperti itu sangatlah menakutkan. Tetua Muzi ketakutan karena dia tau bagaimana kejamnya Zero saat keputusannya ditentang dan selama ini tidak ada yang bisa membelokkan keputusan yang pernah diambilnya.


Setelah keputusan itu diumumkan, Zero meninggalkan aula tersebut tanpa mengindahkan para Beastman disana. Zero membawa Raline ke sebuah taman. Mereka berjalan beriringan tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Zero masih menggandeng tangan Raline.


Tibalah mereka di sebuah danau, ditengah tengahnya ada gazebo."Duduklah Raline aku akan menjelaskan ini semua" ucap zero.


"ehm" Raline hanya bisa menurut.


"Tristan. siapkan camilan untuk kita berdua" perintah zero pada Tristan.


"Baiklah disini hanya ada kita berdua. Aku akan menjelaskan semuanya. kalau tidak salah, kau bukan berasal dari dunia beasts ini. kau berasal entah dari mana dan aku juga tidak tau bagaimana caramu bisa sampai disini, benarkan? apa pendapatmu?" tanya Zero.


"Iya dan aku merasa asing dengan penampilan kalian, aku merasa kalian itu manusia tapi bukan manusia. tapi kaya setengah manusia dan binatang"ucap raline tanpa ragu.


"Ya beginilah kami, selamat datang didunia Beasts, dunia yang hanya dipenuhi para Beasts. dunia ini terbagi lima bagian. Beasts Utara, Beasts Barat, Beasts timur, Beasts selatan dan yang terakhir Beast Sentral. Dan kita sekrang ini berada di Beast sentral"ucap Zero


Ucapak Zero terputus karena Tristan sudah datang membawa camilan seperti kacang,kuaci, dan buah buahan beserta minum air putih. Makanan yang disajikan Tristan adalah kebanyakan makanan burung, jadi Raline tidak kenyang jika tidak makan nasi.


Walau peralatan makan masih menggunakan gerabah tapi itu sangat kuno bagi Raline. walaupun bangunan istana sangat megah tapi itu bahan dari alam. dunia beast belom mengenal bahan2 modern tapi kenapa bisa terlihat megah karena cara membuatnya menggunakan spiritual jadi yah dengan hanya memikirkan saja langsung bisa jadi.


"Sebentar apa disini tidak ada nasi?"tanya Raline karena dia lapar dia mau makan nasi.klo makan buah buahan bukan makan namanya. tapi nyemil.


"Nasi? apa itu nasi?"tanya Zero.


...****************...


Aduh zero kalau kata author ya, belom kenyang kalau ga makan pake nasi.😁😁✌️✌️✌️✌️


Dan minumnya teh botol Sosro 🤣🤣🤣


iklan iklan