Me And The Beasts

Me And The Beasts
04



Betapa kagetnya Raline saat melihat apa yang ada didepan matanya, dia belum pernah melihat daratan yang sangat indah tapi tidak ada rumah ataupun gedung gedung bertingkat.


Yang Raline lihat hanya pohon besar sekali,dataran hijau, air terjun,bebatuan yang menjulang tinggi-tinggi dan lautan lepas. Ada bebatuan yang menjulang ke langit langit.



"Ini dunia apa? aku dimana?" batin Raline tanpa sadar dia meneteskan air matanya. "huhuhu aku dimana? kenapa aku tidak dibumi! hiks ... hiks... Tyo ... Rena ..." roboh sudah pertahanannya.raline sangat syok akan keadaan saat ini. dia berharap ini hanyalah mimpi.dia tidak mau berjauhan dengan kedua adiknya. dia mengkhawatirkan kedua adiknya yang masih kecil.


Dia takut klo tidak ada Raline mereka akan hidup dijalanan.bagaimana keadaan kedua adiknya yang masih di bangku sekolah menjalani pahitnya kehidupan.membayangkan saja Raline sudah tidak kuat.


Raline tersesat entah dimana yang jelas sekarang hanya Zero yang ada untuk dirinya.


"Sudahlah jangan menangis, kamu akan aman bersamaku kau pasanganku jadi aku tidak akan menyakitimu. mulai sekarang kau akan tinggal dirumahku." ucap Zero menenangkan Raline.


Sebenarnya zero sudah tau kalau Raline bukan dari dunia Beasts karena dari cara berpakaian dan cara bicara saja sudah berbeda. Dia hanya bisa memastikan kalau dia tidak salah menduga.


Dan ternyata dugaannya benar. Ramalan yang pernah dia dengar dari nenek moyangnya bahwa nanti akan ada wanita yang tersesat dari dunia yang sangat jauh akan memimpin dunia beast dengan damai.Yang akan menyatukan para beasts dengan caranya.Tidak akan da peperangan dan perselisihan akan hausnya kekuasaan.


Tanpa sadar Raline tertidur di dada bidang zero. Tanpa lelah zero terus mengepakkan sayapnya menuju istananya.



Beast hitam sangatlah kejam, mereka memaksa para beastman untuk bekerja mencari batu spiritual untuk meningkatkan kekuatannya. tanpa dikasih makan atau minum. jika itu betina maka dia akan dijadikan alat untuk menambah keturananya. tapi jika keturunan itu pejantan maka bayi itu akan dibunuh bila dalam setahun sudah ada lima pejantan yang sudah dilahirkannya.


"Selamat datang Tuan" sapa beastman burung gagak sambil menundukkan kepalanya memberi hormat.


"ehm, Siapkan kamar buat pengantinku"ucap zero tanpa menoleh dan tetap jalan terus.


"Baik tuan". secepat kilat beasman itu melesat untuk melakukan tugasnya.


Setelah beberapa saat sampailah zero didepan kamar yang sangatlah megah. pintunya yang terbuat dari kayu berwarna putih yang berbentuk ukiran burung poenix terbang, gagang pintunya terdapat batu berlian yang sangat cantik, menambah elegan kamar itu.


Didalam kamar terdapat kamar tidur ukuran king size, terdapat meja dan kursi dan ada juga balkon.


Diletakkanlah Raline ditempat tidur itu dengan hati-hati. diselimutilah Raline dengan selimut tebal. Dengan perlahan zero menyugarkan sebagian rambut Raline yang menutupi wajahnya. Dilihatlah Raline secara intens oleh zero.


"Raline dimapun kamu berasal aku tetap akan memilihmu sebagai pasanganku, berjanjilah jangan pergi dari sisiku. percayalah aku akan selalu menjagamu" ucap zero langsung mengecup kening Raline.