
Raline dibuat mual oleh makanan yang disediakan. daging mentah yang masih ada darahnya membuat Raline mual.
zero yang melihat istrinya mual langsung panik dia mencoba memegang tengkuknya.
"Sayang apa kau mau istirahat dulu. wajah kamu pucat!" ucap zero.
"emm, kepala aku pusing melihat daging itu, baunya ga enak banget apa itu bangkai? apa makanan beast barat kaya gitu? rasanya isi dalam perutku mau keluar!" ucap raline sambil mengibas ibaskan tangannya diudara.
Zero menyodorkan air dalam gelas yang terbuat dari bambu pada Raline. Dia merasa bersalah seharusnya dia berbicara dulu tentang makanan yang disajikan untuk istrinya. karena makanan untuk istrinya tentunya berbeda dengan yang lainnya.
"Maafkan aku, aku lupa memberitahukan apa makanan khusus untukmu. beast macan kebanyakan memakanan makanan daging mentah" ucap zero.
Padahal daging yang disediakan oleh beast barat masih segar. tapi penciuman Raline sangatlah sensitif terhadap bau.entah sejak kapan dia mengalami ini.
Zero meminta raja beasts barat mengijinkan istrinya beristirahat terlebih dahulu. setelah zero mengantarkan Raline ke tenda pemukiman. zero kembali keperjamuan yang di adakan oleh Beastman barat.
Saat Zero keluar dari tenda dia berpapasan dengan Parker yang sudah menunggunya keluar.
"Apakah istri anda baik-baik saja Tuan" ucap Parker khawatir takut ada kesalahan dalam jamuanya. Dia takut rakyatnya akan di musnahkan hari ini dengan energi spiritualnya.
"Saya panggilkan ahli ramuan jika berkenan" lanjutnya.
"Dia baik-baik saja hanya butuh istirahat karena perjalanan terlalu jauh. kau bisa panggil ahli ramuan malam nanti setelah istriku istirahat" ucap zero.
"Baik Tuan" ucap Parker.
Mereka akhirnya menuju tempat makan siang berada. setelah makan Zero kembali buka suara.
"Apa plat ini Beast serigala?" tanya Parker. sambil melihat secara intens plat itu.
"Benar kemungkinan penculikan dilakukan oleh mereka, terbukti semakin banyaknya ras serigala yang berkeliaran dimana-mana" ucap zero menjelaskan apa yang ada dipikirannya.
"Kita akan memancing dia keluar, serigala itu juga mengincar rubah ekor sembilan itu, entah apa yang diincarnya. kemungkinan dia akan mencari lagi rubah itu kembali karena aku sudah meninggalkan bau rubah itu saat jalan tadi" lanjut Zero
"Aku rasa serigala itu mengincar darah rubah ekor sembilan itu. mitosnya jika Beastman meminum darah rubah ekor sembilan bisa awet muda dan mempunyai kekebalan tubuh. atau mungkin jantungnya dia bisa hidup selamanya" ucap Parker antusias. dia antara percaya dan tidak percaya buktinya rubah itu terluka saat melihatnya apalagi rubah itu sangatlah lemah.
"Apa kau percaya mitos itu?" ucap zero dengan tatapan nyalang.
"Ti ... tidak Tuan" ucap Parker.
"Jika darah rubah itu berkhasiat seperti yang kau tuduhkan. dia bisa memulihkan tubuhnya sendiri tanpa bantuanku" ucap Zero.
"Iya Tuan" ucap Parker menundukkan pandanganya kebawah tidak berani menatap Zero.
"Siapkan pasukan lebih banyak malam ini. kemungkinan malam ini mereka akan datang. karena malam adalah keunggulan dari mereka untuk menyerang"perintah zero.
"Baik Tuan" jawab Parker.
"Aku punya ide sebaiknya penjaga pintu gerbang jangan terlalu banyak, penjaganya seperti biasa saja. buatlah pesta semeriah mungkin disini kita sembunyi di atas gunung itu. dan saat kawanan itu bisa masuk kita bakar tempat ini." ucap Zero.
Apa?