
Raline dan Zero sudah sampai di beast selatan. disana sudah seperti kota mati. Tidak ada penghuni yang lalu lalang seperti dahulu. dulu yang terlihat hamparan bunga yang indah. sekrang tanah itu tandus dan gersang. wabah itu tidak cuma Beastman yang terkena juga tanah dan tumbuhan disana. Dulu banyak Beastman yang menyambut kedatangan Raline dengan tersenyum sekrang Raline menatap miris dengan keadaan sekrang hanya kurang lebih dari satu bulan lebih wilayah ini seperti mati.
Raline nagis dalam diam menutup mulutnya dengan tangannya, separah inikah racunnya. Zero memeluk Raline dengan sayang.
"Jangan menangis kita lihat keadaan Simon dulu"
ucap Zero menenangkan. walau ini sudah malam dengan cahaya bulan Raline sudah tahu bagaimana situasinya.
"emm" Raline hanya mengangguk. dengan langkah gontai dia menuju tenda pengungsian. terlihat disana Simon yang terbaring lemah.
Saat sudah sampai dipinggiran tempat tidur Simon. Raline menyentuh kening Simon.
"Panas sekali" batin Raline.
"Bagaimana keadaan simon" tanya zero pada salah satu ahli ramuan yang menangani Simon.
"Sudah 2 hari ini badan Tuan Simon panas tinggi. saya sudah memberikan ramuan penurun panas tapi belum juga turun panas" ucap Zhao.
"Ramuan apa yang sudah kau berikan" ucap Raline.
"saya hanya memberikan ini" ucap Zhao memberikan ramuan obat yang sudah diraciknya pada Raline. Raline mencium obat itu.
"Dimana letak persediaan ramuan? tanya Raline.
"Mari saya antar" ucap Zhao mempersilahkan Nyonyanya berjalan ke sampingnya.
"Sayang apa kau tidak lelah, hem" ucap Zero.
"Tidak kita harus cepat, oiya boleh minta tolong sayang beri aku sample racun itu yah secepatnya aku ingin tau setelah aku buat ramuan pereda demam dulu buat Simon" ucap Raline.
"Dengan senang hati sayang, perlu aku temani" ucap Zero.
"Tidak kau urus yang lain saja dulu" ucap Raline tidak mau merepotkan zero. padahal zero ingin selalu bersamanya.
"Tidak aku harus selalu ada bersamamu apa kau lupa seberapa kuatnya suamimu" ucap Zero.
"Baiklah" Raline pasrah membiarkan dia ikut siapa tau dia bisa membantu.
tapi ada bahan yang kurang. dengan hati yang kalut Raline terus mencari bahan itu.tapi tetap tidak ketemu.
Zero yang melihat itu langsung menghampiri.
"Sayang apa yang kau cari" tanya Zero.
"Temulawak apa disini tidak ada"Raline terus mencari disetiap kotak kotak yang ada disana tetapi tidak ada.
"Jika kau butuh bantuan ku kemarilah"ucap Zero. Raline menurut.
"Bayangkan saja bagaimana bentuknya". ucap zero
"O iya Zero kan bisa mengeluarkan benda benda yang ada di pikiran aku. apa aku pikirin obat Paracetamol dan perlengkapan medis yang ada di duniaku ya, emm jika berhasil berarti ini keberuntungan" batin Raline.
Benar dan akhirnya Raline langsung memikirkan apa yang ada dipikirannya. Dengan kekuatan Zero akhirnya apa yang ada dipikiran Raline sudah ada di depannya. Terdapat brankar pasien, alat medis, dan beberapa obat modern yang berasal dari bumi.
Tapi Raline hanya tau tentang obat obatan warung biasa saja. dia bukan suster ataupun dokter yang bisa merawat atau menyembuhkan pasien. Setelah peralatan itu ada dia bingung harus bagaimana.
"Sayang kenapa bengong dan ini peralatan apa" ucap Zero yang merasa asing dengan perlengkapan yang ada didalamnya.
"Begini sayang semua ini adalah peralatan medis di dunia aku tapi aku ga tau cara pemakaiannya. aku harus belajar dulu tapi bagaimana aku belajar tidak ada dokter disini" Raline menjelaskan.
"Dokter?" tanya Zero.
"Dokter itu seperti ahli ramuan jika disini, oh iya apa kekuatanmu bisa membuatku seperti bisa menguasai ahli kedokteran di bumi dengan singkat?" pertanyaan Raline yang tidak masuk akal itu membuat Zero mengernyit.
"Tidak bisa yah, .... atau ga kau pegang kepalaku terus aku akan memikirkan buku tetang dokter hewan. agar aku bisa menjadi ahli dokter hewan.bagaimana?" ucap Raline.
"Mungkin itu masuk akal" ucap Zero.
Dan akhirnya buku buku semua tentang ahli kedokteran hewan diciptakan tapi buku itu tidak cuma satu tapi banyak ada dua puluh buku yang harus dipelajari. Raline hanya tercengang melihatnya.
"Hah sebanyak ini apa aku bisa, semangat Raline ini demi Simon dan rakyat dunia beast. pertama- aku harus cari bagaimana meredakan panas tinggi dan memasang infus ditangan Simon dia sangat lemah tadi aku ga mau kehilangan dia" batin Raline.
Akhirnya dia mempelajari dasar dasar menjadi dokter hewan.