
setelah melakukan Olah raga pagi Simon mencari sumber air untuk membersihkan tubuhnya. kebetulan tak jauh dari gua terdapat air terjun disana sehingga Simon dan Raline bisa membersihkan badannya disana. Saat Raline mandi Simon menyiapkan makan sarapan didekat air terjun tersebut disana terdapat bebatuan yang pas buat duduk berdua.
" Linlinku kemarilah makan dulu" ajak Simon.
"Iya sebentar aku ma ..." ucapan Raline terposting saat energi spiritual Simon mengeluarkan Raline dari kubangan air dari air terjun tersebut. baju yang melilit Raline basah seketika langsung kering saat energi spiritualnya mengelilingi Raline.
Raline hanya bisa tersenyum dengan perlakuan Simon padanya. mereka makan dengan hikmat.
" Setelah ini kita akan perjalanan mungkin setengah hari lagi kita akan menemukan pantai " ucap Simon.
" pantai? wah aku suka pantai sudah lama aku tak melihat ke pantai, pasti seru" Raline begitu antusias saat akan melihat pantai. Raline benar benar bahagia di perjalanan ini. tapi ada rasa rindu terbesit di hati Raline pada anak-anaknya terutama zero.
Simon sengaja mencari jalan yang pemandangan indah agar dia bisa mengenang perjalanan ini dengan indah dan bahagia tanpa ada rasa beban.
Terkadang saat melihat Raline ada sedikit rasa bersalah pada Raline, saat bersama dengan Zero pakaian raline selalu memakai pakaian bagus indah dan tentu saja pas di wajah cantiknya dengan bahan sutera tapi saat bersama dengan dirinya Raline memakai pakaian sederhana dan terkesan terlihat barbar. tapi ada rasa bahagia di hati Simon karena Raline lebih nyaman menggunakan pakaian itu.
" Habiskan makanmu dan kita akan kesana secepatnya " ucap Simon. Raline hanya mengangguk dan menghabiskan makanannya dengan lahap, yang dipikiran Raline saat ini zero mungkin memberikan waktu untuk mereka budua. sehingga dia tidak terlalu khawatir pada kedua anaknya.
Menjelang sore ternyata Simon dan Raline sudah disuguhkan dengan pemandangan pantai yang indah. Raline yang sudah turun dari punggung Simon berlari ke bibir pantai. ada senyum terbesit di bibir Simon melihat Raline bahagia.
Raline merentangkan tangannya menghirup udara pantai dalam dalam dan memejamkan mata.
Tiba-tiba sebuah anak panah mengarah padanya tepat dijantungnya.
Simon yang bisa merasakan keberadaan energi lain yang mengarah ke Raline cepat cepat Simon berubah dan berlari menuju ke Raline. beruntung anak panah itu tidak mengenai Raline panah itu menancap di pasir pantai.
jleb
Simon berlari dengan sekuat tenaga. menyusuri bibir pantai menuju hutan untuk melindungi diri.
" aaaaah Simon ada apa" Raline kaget saat tiba-tiba Simon berlari padanya.
" Lihat keatas, kita harus pergi secepatnya, mereka mengincar nyawa kita" ucap Simon sambil berlari dengan sekuat tenaganya.
sekelompok Beastman terbang dengan membawa panah di punggungnya.
"Kejar mereka jangan sampai lolos" ucap Beastman itu.
Raline menoleh keatas. "Apa maksudmu? mereka Beastman burung mana mungkin dia mau membunuh kita aku ini ratunya, kembali Simon aku harus berbicara padanya" ucap Raline tak percaya.
satu persatu panah terbang ke arah Simon dan raline. Simon berusaha menghindar, seandainya saja dia sendiri maka Simon bakal menghajar Meraka hingga mereka semua mati.
tiba tiba salah satu anak panah mengenai lengan kanan Raline.
" akh " Raline mengaduh saat anak panah itu menggores lengannya. saat Simon melihat luka Raline Simon yang lari kencang reflek berhenti dan kaki belakangnya memutar 180 derajat. dan menghadap sekumpulan Beastman burung diatas sana. dia sangat geram saat Raline terluka.