
Raline menghentikan tangisnya dia memikirkan bayi yang ada didalam kandunganya. dia harus bertahan dia tidak boleh lemah dan percaya begitu saja. dia harus tenang dan memulihkan kondisinya.
"aku ingin makan bisa kah kau memberikanya" ucap larine dengan suara paraunya tapi terlihat dingin.
"oke akan aku siapkan. kyle" teriak Simon. " Siapkan makanan" lanjutnya.
"baik tuan" ucap kyle sambil melangkah pergi dari sana.
Setelah beberapa menit makanan itu datang. dan sekali lagi Raline mual melihat makanan yang ada didepannya.
"kenapa tidak dimakan apa makanannya kurang, hah?" ucap Simon sedikit meninggi. karena dari tadi Raline hanya diam dan ekspresi seperti jijik. padahal dia hanya mual.
"em bisakah kau bawa pergi daging mentah itu aku mual aku makan buah buahan aja" ucap raline sambil menutup mulutnya dia benar-benar dibuat mual dengan daging yang mentah itu.
Simon memerintahkan Buto dengan satu tanganya. Buto yang tau kode yang diberikan sang rajanya diapun menganggukkan kepalanya dan pergi.
krauk nyam nyam krauk nyam
Raline memakan semua buah buahan yang tersedia disana,dia sangatlah lapar. walau dalam perutnya itu hanya nyemil setidaknya ada yang masuk didalam perutnya. dia teringat akan perkataan zero. Raline tak menatap Simon hanya fokus pada makanannya.
" Raline jangan tunjukkan kepribadianmu yang berbeda. maksudnya kau manusia. jika kau ketahuan kau akan dincar oleh para Beastman yang tidak suka isi ramalan terdahulu, jika tidak ada makanan yang bisa kau makan bertahanlah memakan buah buahan. aku akan segera mencarimu dan memberimu makan seperti apa yang kamu inginkan" ucap Zero.
" janji?" ucap Raline.
"Janji walau sampai ke ujung dunia ini aku akan berusaha datang padamu saat kau panggil namaku" ucap zero sambil mengedipkan matanya.
"ih gombal" ucap Raline mereka pun tertawa bersama.
"Bertahanlah nak kita harus berjuang bersama percayalah ayahmu pasti akan menemukan kita!" batin Raline menyemangati diri sendiri.
" aku sudah kenyang bisakah kau keluar aku ingin istirahat" ucap Raline tanpa ekspresi.
"Kau mengusirku hah" ucap Simon sifatnya yang emosial semakin geram akan sikap Raline.
"bukan begitu aku hanya ingin sendiri dan istirahat aja" ucap Raline tanpa ekspresi.
Simon yang sudah kehabisan kesabarannya dia langsung pergi begitu saja. takut jika lepas kendali dia akan melukai betina incaranya atau pasangannya dimasa depan. dengan langkah cepat Simon pergi sambil menutup pintu dengan keras.
brakkk
Raline yang mendengar itu senyum menyeringai karena dia berhasil membuat Simon marah jika dia marah maka dia akan muak dan benci padanya.
Raline membaringkan tubuhnya yg masih lemah ditempat tidur kayu itu. walau tidak nyaman tapi dia harus bertahan.
"Zero ... zero ... zero ... aku sudah memanggilmu tiga kali tapi kenapa kau tidak datang" gumam Raline sambil meneteskan air matanya.
Simon setelah dari rumahnya dia pergi ke lapangan bertarung untuk menghilangkan amarahnya. Dengan bertaruh mungkin dia bisa mengalihkan amarahnya.
bugh bugh
bugh bugh
entah sudah berapa kali bertarung dengan anak buahnya tapi tetap saja tidak ada yang bisa mengalahkan sang raja. selama ini yang bisa menyeimbangi kekuatan raja adalah lury sang ahli ramuan. dia sahabat raja dan juga wakil raja.