Me And The Beasts

Me And The Beasts
54



"Eli sini sayang" ucap zero sambil merentangkan tangannya.



Elifan langsung menghampiri ayahnya. zero bangga pada elifan hanya sekali berucap Eli langsung memahaminya. dia belajar dengan cepat. zero mencium gemas sebagai rasa syukur dan bahagianya.


"Baiklah karena anak anak ayah sudah bisa terbang semua ayo kita keliling sebentar sebelum mandi atau mau mandi di danau air panas?" tanya zero.


Rizef dan Eli hanya menganggukkan kepalanya. setelah itu mereka pergi bersama sama ke danau buatan. Zero dan kedua anaknya bersenang-senang bermain air dan mandi disana. hampir siang mereka pulang karena dia hampir melupakan sarapannya. untung saja disekitar danau ada buah buahan sehingga zero dan rizef bisa mengganjal perutnya.


Setelah pulang rizef dan Eli diserahkan pada maid beastman. Zero yang tak melihat Raline langsung kekamar ternyata Raline masih tertidur.


"Sayang bangun ini udah hampir siang, kamu melewatkan sarapanmu" zero berusaha membangunkan Raline.


"emmm" Raline mengerjap sambil mengucek ngucek. Raline kaget didepannya ada zero. dia malu dan merasa bersalah. dia langsung menutupi mukanya kedalam selimut tebal.


"Kenapa di tutup? apa kau malu sekarang? apa sedang menggodaku, humm" tanya zero sambil membuka selimut itu dri tubuh Raline.


"Aku ... aku bukan malu tapi ... takut" lirih Raline memalingkan wajah dia tidak berani menatap Zero saat ini.


"Takut ... takut karena tidur bersama Simon?" tanya zero.


"emm" Raline hanya mengangguk tanpa melihat Zero.


"Sayang setiap Beastman pejantan disini harus merelakan istrinya berbagi. mungkin ini sudah takdir pejantan disini. lihat wajahku ..." ucap zero sambil menangkup wajahnya.


"Aku tidak apa apa jangan merasa takut. kau pernah bertemu putri Celine kan dia saja mempunyai empat pejantan dia bisa membaginya dan mereka berempat akur, aku harap kau tidak menambah suami lagi walau itu sulit tapi aku mohon berbagi dengan Simon aja aku sesakit ini apa yang lain" ucap zero sambil menyatukan keningnya.


"Iya sayang aku akan berusaha hanya kalian berdua, aku takut tidak bisa membaginya" ucap Raline.


Zero langsung menggendong Raline untuk membersihkan tubuhnya. tanpa rasa jijik karena telah berhubungan dengan Simon. Zero dengan iklas membersihkan tubuhnya dengan sutu imbalan. dan didalam kamar mandi mereka melakukan olahraga panas yang zero nantikan selama ini. tapi zero mengeluarkannya diluar takut cairan kentalnya bertemu telur yang berada dirahim Raline.


Olahraga panas mereka tak berlangsung lama karena suara dari perut Raline menandakan kalau dia sekarang sedang lapar.


Selesai berganti pakaian mereka makan dikamar. Zero yang menyiapkan segala keperluannya. Tiba tiba aeli dan rizef terbang ke arah Raline dan langsung merangkulnya.


"Wah anak anak mama sudah bisa terbang ternyata, hebat sekali" Raline langsung mencium kedua anaknya.


"Iya, tadi pagi aku mengajarinya terbang dan apa kau tahu Eli tadi sempat hilang dari pandanganku ternyata dia belajar sendiri tanpa aku dampingi" ucap zero memberitahu kejadian yang sempat membuatnya panik.


"Oya ... Eli memang pintar dan rizef juga hebat" ucap Raline sambil mengelus kepala kedua anaknya. sebisa mungkin Raline tidak membeda bedakan kedua anaknya. karena setiap anak mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.


kedua anaknya hanya bisa tertawa ala bayi mendapatkan perlakuan itu, beruntungnya anak anaknya datang setelah makan, sehingga dia tidak melihat olahraga panas saat dikamar mandi.


Setelah bersendau gurau Raline sedikit demi sedikit mengajarkan anaknya berbicara.


...****************...


Hai teman teman Momo nay mau ngasih pengumuman nih buat kalian



* komentarnya yang positif yah jangan rusuh, komentar yang terbaik yang lebih unggul.


* bebas ya komentarnya kalau bisa tiga baris buat nilai plusnya