Me And The Beasts

Me And The Beasts
60



Raline sudah mengidentifikasi racun itu dengan adanya bukti-bukti yang Simon berikan dan beberapa sempel darah Simon yang sudah diambil.


Raline bekerja keras membaca buku dan mempraktekkannya. akhirnya sekarang Simon sudah dinyatakan sembuh. metode penyembuhan Raline dipraktekkan kepada semua beastman. dan air yang terkena racun di netralkan dengan obat yang Raline pelajari.


Sedikit demi sedikit wabah itu menghilang dalam waktu kurang lebih dua bulan. selama itu juga Raline tidak bertemu anaknya. bukanya dia tidak Merindukan Eli dan rezef tapi Raline takut jika wabah itu masih belum hilang betul takutnya menular.


Mereka hanya bertukar surat yang diberikan kepada beast burung.


Pelaku kejahatan yang menyebarkan racun tersebut. ternyata benar dugaannya selama ini kalau yang menyebarkan itu beast ular. Karena berkhianat beast ular dimusnahkan hanya tersisa raja beast ular. dia ditawan agar dia mau buka suara apa ada pihak lain yang bekerja sama.


Zero sudah sebulan ini tidak kelihatan entah kemana perginya zero. sebenarnya Raline sangat khawatir akan hal itu. tapi Simon mengatakan kalau zero baik baik saja. walau hati Raline gundah gulana Raline tetap senyum mempercayakan semuanya pada Simon.


Tiada hari Simon memanfaatkan kebersamaanya dengan Raline. wabah itu menjadi keberuntungan bagi Simon. karena Raline mempunyai banyak waktu berduaan dengan Simon. tanpa adanya gangguan dari Zero ataupun anaknya. walau anaknya masih bayi bagi Raline tapi bagi Beastman anak beast burung rajawali sudah seperti anak tiga tahun.


"Linlinku, terimakasih berkat kau wabah ini akan segera berakhir. dua bulan sudah kau bekerja keras memberikan perawatan pada semua beastman yang terkena dampak wabah itu, wanitaku hebat, aku tidak salah pilih istri" ucap Simon yang langsung mencium pipi Raline.


"Sama sama, saat itu yang aku pikirkan hanya kau, bagaimana caranya agar aku bisa menyelamatkanmu, itulah tekatku" ucap Raline.


"Aku jadi semakin cinta sama kamu" ucap Simon. Simon membalikkan tubuh Raline dan mengecup bibir itu sekilas. "Ayo kita pulang ke mansion aku sudah kangen dengan si kembar dan juga kamar kita aku ingin mengulang lagi kenangan malam indah itu apa boleh" bisik Simon ditelinga Raline.


Raline seketika meremang. tak habis pikir jika mereka melakukan itu di alam terbuka, Raline jadi teringat malam hujan saat dia menyerahkan dirinya pada zero untuk pertama kalinya. itu bener bener malam dingin yang panas mereka ditutupi oleh sayap zero tapi sekarang simon tidak punya sayap apa iya di alam terbuka apa dia menjamin tidak ada yang ngintip. seketika itu Raline bersemu merah karena malu.


" Jangan disini takut ada yang lihat" ucap Raline.


"Siapa yang mau lihat disini hanya kita berdua" ucap Simon.


"pokoknya aku ga mau" ucap Raline dia melepas pelukan Simon dan pergi. Simon yang tau Raline sedang malu berbalik kebelakang, berubah menjadi serigala besar dan segera dia mengeluarkan spiritual berwarna merah ke arah Raline, menerbangkan Raline ke punggungnya.


Simon berlari dengan keempat kakinya entah dibawa kemana, Raline hanya bisa pasrah. dan sensasi itu baru pertama kali dirasakan Raline. menunggangi serigala besar ditengah tengah Padang rumput ilalang dan bunga disore hari.