
Zero melihat dua anaknya yang berada diatas batu mana, anak itu berbentuk seperti telor burung tapi berbeda, telornya itu transparan dan didalam telor itu berbentuk manusia yang mempunyai sayap. Zero menyentuh telur itu ternyata telur itu lembek tapi tidak mudah pecah. karena mereka menyerap energi batu mana tersebut.
"Anakku ... ini ayah nak, ayah datang. maaf ayah tidak mendampingimu selama ini. maafkan ayah yang terlalu lama menemukanmu"sesal zero. matanya berkaca-kaca melihat anaknya didalam sana sungguh hati zero merasa sedih. kenapa bisa begini. bagaimana bisa siklus bunting Raline berbeda dengan betina didunia ini. seharusnya telor sudah menetas empat bulan lalu. tapi ini masih berbentuk aneh baginya.
Tanpa berpikir panjang Zero segera membawa anaknya pergi dari sini, pergi kebistana Beast central, dia ingin segera mengumumkan kabar bahagia bahwa kini zero mempunyai penerus. tapi saat zero memindahkannya lima langkah dari tempatnya tiba-tiba telor itu kusut dan membuat bayi itu menggeliat dan sesak napas.
Zero panik "kenapa ini" dia menyalurkan energinya tapi tetap tidak sepenuhnya bisa.
"Letakkan anak itu disana, dia hanya bisa menyerap batu mana saja"ucap Simon di pinggiran pintu. Simon yang disuruh Raline membersihkan sisa perkelahian di kamarnya tidak sengaja melihat zero panik saat membawa anaknya dengan energi spiritualnya.
walau anak itu bukan darah dagingnya tapi selama lima bulan ini ia merawat dan menjaganya, Simon seperti mempunyai rasa bahagia tersendiri.dan rasa itu baru pertama kali dia rasakan.
"Apa kau kesini dengan pasukanmu? hentikan itu, kawananku sudah aku perintahkan untuk tidak melawan. jika kau ingin tau lebih lanjut tentang anakmu!" ucap Simon.
"Apa kau mengancamku" ucap zero.
"Yah anggap aja seperti itu" ucap Simon sambil mengambil anak itu dengan kekuatannya dan di letakkan diatas batu mana itu. anehnya telor transparan itu langsung mengembang dan detak jantungnya mulai teratur.
" Elifan dan rizef mereka tidak bisa menyerap energi spiritual dari beastman tapi dia menyerap batu mana" lanjut Simon.
"oh ya tapi bukan aku tuh yang namain, tapi Raline sendiri, jika kau mau protes silahkan" ucap Simon.
"apa?" ucap zero.
"aku akan membersihkan kekacauan ini jika pasukanmu tidak mundur jangan salahkan aku pintu teleportasi aku akan ledakkan dan kita akan terkurung disini selamanya, aku takut stok batu mana tidak cukup untuk menunjang pertumbuhan elifan dan rizef, kau tau kan apa yang harus kau lakukan" ucap Simon pergi meninggalkan zero.
Zero mengepalkan tangannya merasa geram dan terpojok. dia tidak bisa apa apa lagi sekarang. demi anaknya demi pasukannya dia tidak mau korban berjatuhan dengan sia sia.
zero bergegas mengkonfirmasi semua agar mundur dan akan membuat kesepakatan dengan raja beastman serigala dengan burung pembawa pesan dengan energi spiritualnya.
setelah melihat anaknya aman dan juga sehat, dia langsung meninggalkan tempat itu dan melihat keadaan Raline. Raline yang ternyata sudah berbaring tidur seperti yang terlihat saat pertama kali dilihatnya.
Tempat itu ternyata sudah bersih dan tercium bau aroma terapi yang menenangkan Raline.
"Dia sedang istirahat aku tidak bisa meninggalkannya karena aku harus menyalurkan energiku padanya karena kondisinya saat melahirkan tidaklah baik. hanya energi spiritualku yang bisa membantunya meredakan sakit. aku bukan ahli ramuan tapi yang selalu memeriksanya sudah kau bunuh". ucap Simon.
"aku sudah memanggil ahli ramuan kesini" ucap zero.