Me And The Beasts

Me And The Beasts
62



Setelah mempersiapkan segala sesuatunya di dalam ruang penyimpanan Raline segera menghampiri Simon.


" Bee aku sudah siap "ucap Raline dengan setelan baju yang belum pernah Simon lihat. Raline menggunakan baju berwarna merah muda dipadupadankan dengan celana dibawah lutut.



Simon terpaku saat melihatnya. " Kenapa? apa ada yang salah dengan pakaianku? " ucap Raline sambil melihat kembali pakaian yang dia pakai.


" Engga bukan itu kau panggil apa tadi? bee? apa itu? dan pakaian apapun kau sangat sempurna dimataku? ucap Simon.


" bee itu panggilan sayangku untukmu apa kau tidak suka? atau kau mau dipanggil yang lain saja?" ucap Raline merasa bersalah.


"Tidak tidak, aku suka panggilan itu " ucap Simon.


"Ayo kita berangkat sebelum gelap" ucap Raline sambil tersenyum malu malu. " Kenapa lagi masih bengong" lanjut Raline karena dari tadi Simon hanya menatap Raline dengan kagum.


" Pakaianmu terlalu sederhana linlin, cepat ganti " ucap Simon.


"Tapi aku nyaman seperti ini, aku ga mau jadi pusat perhatian lagi" ucap Simon.


" Baiklah terserah kau saja " ucap Simon. Simon segera merubah bentuknya menjadi serigala besar.


"Mana keretanya kok ga kelihatan apa kita jalan kaki? " tanya Raline sambil melihat ke sekeliling melihat kereta yang biasa dianikinya bersama Zero dulu.


" Tidak naiklah ke punggungku!" ucap Simon.


"apa?" Raline terkejut dengan ucapan Simon


"Apa kau tak mau? bukanya kau menikmatinya kemarin, hem" ucap Simon sambil mengerlingkan matanya. tanpa persetujuan Raline Simon menerbangkan Raline ke pundaknya. Simon langsung lari menuju tempat yang dituju. Raline hanya tersenyum.


Kenapa Raline dan Simon pergi malam, karena kalau malam serigala bisa melihat dengan terang seperti rabun. begitu juga sebaliknya. lagi pula berjalan dimalam hari membantunya dari serangan tak terduga.


"Linlin disana ada gua kita istirahat di sana yah!" ucap Simon


"iya" ucap Raline.


Simon langsung berubah menjadi setengah manusia. Raline memberikan minum untuk Simon dan beberapa cemilan. Simon yang melihat Raline mengantuk Simon langsung menyeret tubuh Raline kedekapannya.


"Istirahatlah mungkin besok kita akan sampai di beast utara" ucap Simon.


Sementara di beast utara tidaklah banyak Beastman yang tinggal sebenarnya konon di daerah itu terdapat gurun pasir, tanah tandus dan banyaknya bebatuan yang menjulang tinggi. hanya Beastman antelop, tupai, unta dsb yang bisa tinggal disana. mungkin serigala tidak bisa bertahan lama disana demi keselamatan Raline dia tetap harus berjalan ke seluruh dunia beast sambil menunggu keadaan stabil.


"Baiklah" Raline langsung memeluk Simon seperti guling. menyenderkan kepalanya di dada bidang simon.simon membe lai punggung Raline agar Raline cepat tertidur. Sebelumnya Simon sudah membuat perapian dari kayu agar Raline tidak kedinginan dalam gua.


Karena rasa kantuknya Raline terlelap dalam pelukan Simon.


Pagi menjelang


Raline mengerjap matanya. dia melihat sekeliling, melihat sinar matahari yang tembus dari sela sela pepohonan dekat gua. saat duduk dia melihat Simon yang terlelap disampingnya. melihat wajah Simon yang teduh membuat senyum terbit di bibir Raline.


Raline berjalan ke bibir gua dia melihat pemandangan di depannya. hutan yang tak tau dimana dan suara suara burung berkicauan membuat teduh hati raline, Raline merentangkan tangannya keatas. meregangkan otot ototnya yang sedikit kaku.


Tiba-tiba Raline merasakan tangan kekar melilit pinggangnya.


"Bee sejak kapan kau bangun, perasaan tadi masih tidur" ucap Raline.


"Sudah dari tadi linlinku sejak kau membuka mata aku sudah bangun dan Joni juga sudah bangun, apa kau merasakannya" ucap Simon.


"i ... itu" Raline tersipu karena Joni yang sudah menegang di bawah sana.


"Beri aku vitamin sayang hanya kau yang bisa memberikanya" ucap Simon. Simon langsung meraup bibir itu dengan lembut ditambah sentuhan sentuhan yang membuat Raline memegang. dan adegan selanjutnya adegan ranjang.