Me And The Beasts

Me And The Beasts
16



"Tadi itu apa? ah jangan jangan pembunuhan. akh ... apa ada yang mati, tidak ... itu tidak mungkin. Cepat sekali mereka kaya bayangan aja" gumam Raline mondar mandir di dalam kamarnya dia menimbang nimbang harus bagaimana.


"kalau belum mati bagaimana? kalau aku samperin terus gigit aku gimana? tapi kalau itu Beastman kelinci? atau beasman kucing gimana? mereka kan lucu lucu. aku tidak bisa tinggal diam aku harus pastiin. kalau masih hidup aku harus membantunya kalau mati tinggal dikubur" ucap Raline sambil berjalan keluar dengan penuh tekat.


saat dia mendekati batasan lingkaran itu terdengar suara yang menghentikan langkah Raline keluar.


"Berhenti nyonya. anda tidak boleh keluar dari lingkaran ini" ucap Beastman menghentikan langkah Raline.


Raline yang ingin melangkah pun kaget akan kehadiran Beastman tersebut.


"astaga ... kau ini ... huff ... kau siapa? mengagetkanku saja untung ga jantungan!" ucap Raline sambil mengelus dadanya.melihat beastman datang tepat di depannya.


"Saya Tristan nyonya, saya ditugaskan untuk menjaga nyonya agar tidak keluar dari batasan" ucap Tristan memberi hormat.


"kenapa kau ga kelihatan dari tadi. tiba-tiba datang didepanku. dari mana saja kau? kenapa baru kelihatan! Hah ... lupakan saja. oiya tadi apa kau mendengar sesuatu" ucap Raline.


"Iya nyonya saya mendengarnya"


"terus kenapa kau tidak bantuin dia.bukanya melerai. kalau itu Beastman kucing atau kelinci atau yang lain gimana? itu namanya pembunuhan tau ga. kalau pembunuhan berencana itu melanggar undang undang nanti dipenjara, upsss keceplosan. maaf lupakan saja ucapanku" ucap Raline keceplosan saat dia mengucapkan kata-kata yang ada didunia manusia.dia lupa sekarang dia berada di dunia beasts.


"Saya hanya diperintahkan untuk menjaga nyonya saja" ucapa Tristan.


"ih kaku sekali dia.apa dia ga punya rasa empati sesama binatang. bukanya melerai pertikaian malah dibiarin" batin Raline.


"Maaf nyonya anda tetap tidak bisa diperbolehkan keluar dari batasan ini tanpa terkecuali, kalau suara tadi bisa saja pancingan dari musuh agar anda keluar" ucap Tristan.


"Huff bener benar yah cuma keluar ja ga boleh sih udah kaya burung disangkar emas aja aku ini, mentang mentang suami aku beastman burung!" batin Raline.


"Yaudah gini aja coba kamu lihat suara tadi jika da yang mati kubur kalau masih ada yang hidup bawa kemari" ucap Raline.


"Tapi nyonya saya ... " ucap Tristan terpotong sebelum melanjutkan ucapannya.


" Ini perintah cepat pergi, aku tidak akan keluar dari batasan lingkaran ini. aku janji. ingat kalau masih ada yang hidup bawa kesini kalau mereka mati tolong yah dikubur. setidaknya mengurangi polusi udara" ucap Raline.


Tristan berpikir sejenak apa yang harus dia lakukan satu sisi dia harus menjaga Raline, sisi lain ini perintah dari ratunya untuk melihat kejadian yang entah apa itu.


"Ba ... baik nyonya tapi anda tidak boleh keluar dari batasan ini, ini sangat berbahaya bagi nyonya yang tidak mempunyai kultivasi.saya janji tidak akan lama" ucap Tristan.


"Iya aku janji, cepat sana aku tunggu disini" ucap Raline.


Tristan langsung terbang mencari sesuatu yang menurutnya adalah pembunuhan. beberapa menit kemudian Tristan menemukan banyak darah berceceran entah itu milik siapa. Saat ditelusuri ada Beastman serigala tergeletak dengan tusukan di dadanya. Yang kemungkinan sudah mati.


Tak jauh darinya Tristan menemukan Beastman lain yang sedang terluka lagi dengan luka goresan di dadanya. Saat diperiksa ternyata dia masih hidup.


Tanpa menunggu lama dia langsung menggendong Beastman tersebut ke rumah kayu yang dia buat.