
Sudah 1 bulan Simon berada di beast selatan untuk menyelesaikan misi tapi belum juga ada titik terangnya. wilayah yang terjangkit juga semakin meluas. Zero yang dikabar masalah ini juga merasa semakin resah dan gelisah karena wilayah yang terjangkit semakin mendekati mansionnya. Dia memikirkan Raline dan anak anaknya.
"Sayang kamu sedang apa" ucap Raline. saat ini Raline membawa minuman yang diracik sendiri oleh Raline ke ruangan kerja zero. zero yang saat itu memijit pangkal hidungnya tersentak dengan kehadiran Raline yang tiba-tiba.
"Aku ... aku hanya memikirkan sesuatu aja" ucap zero.
Raline menghampiri Zero dengan perlahan setelah itu meletakkan minuman dihadapan zero.
"Sayang aku buat wedang jahe untukmu ini buatan aku sendiri loh?" ucap Raline.
"O ya wah pasti ini enak, spesial buatan istriku tercinta" ucap Zero mengambil air tersebut.
" Hati-hati masih panas" ucap Raline memperingati.
" aw aw aw panas...." ucap Zero saat gelas bambu itu bersentuhan dengan bibir zero.
"Baru dibilangin. sini biar ga panas " Raline langsung menghampiri Zero dengan memutari meja yang ada dihadapan Raline. dia mengambil gelas bambu itu untuk diletakkan di meja. dia mengambil sendok bambu dan mengambil sedikit trus ditiup tiup agar wedang jahe itu hangat. pelan pelan Raline menyendokkan wedang jahe tersebut ke mulut Zero.
Zero merasa aneh dengan air yang diberikan. terasa pedas dan panas ditenggorakannya, baru pertama kali ini zero meminumnya, jadi terasa aneh.
"Rasanya ini aneh di perutku, berasa panas" ucap zero.
"iya memang panas di perut, tapi ini bagus buat kesehatan kamu yang sering lembur, hehehe" ucap Raline sambil tertawa.
Tanpa ba-bi-bu zero langsung menarik pinggang Raline kedalam dekapannya. didudukannya tubuh Raline diatas paha zero.
"Terimakasih sayang,sekarang aku tahu bagaimana caranya menghilangkan pedasnya minuman ini" ucap zero sambil menarik turunkan alisnya.
"Tuan ada ka ... maaf Tuan saya tidak sengaja. saya akan menunggu diluar"ucap Tristan tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Tristan mukanya sudah merah karena malu.
Zero menghentikan ciuman itu dan langsung beralih menatap tajam Tristan.
"Tunggu, lain kali ketuk dulu pintunya, ada apa cepat kasih tahu aku" ucap zero kesal. Raline hanya bisa menyembunyikan mukanya di dada bidang zero tanpa menoleh pada Tristan. Raline teramat malu memalingkan wajahnya.
"Maaf Tuan,Tapi ..." ucap Tristan terputus karena ragu mengatakan kabar ini didepan Raline.
"Cepat katakan aku tidak punya banyak waktu" ucap zero yang tidak mau diganggu kebersamaannya bersama Raline apalagi sekarang dia sedang menahan sesuatu yang tertunda karena Tristan masuk tanpa permisi. bodohnya dia seharusnya dia kunci dulu pintunya. padahal dengan jentikan jari saja bisa mengunci pintu tanpa harus berjalan dulu. namanya juga sudah ingin melahap tanpa memikirkan yang lain. ya kan Zero.
"Begini Tuan sepertinya Tuan Simon sekarang sedang mengalami gejala gejala yang ditimbulkan wabah itu, jadi ..." ucap Tristan terpotong.
"Apa" ucap Raline dan Zero bersamaan. Raline langsung melihat Tristan tanpa mempedulikan zero yang menahan sesuatu dibawah tubuh Raline.
"Wabah apa?" tanya raline.
"Wabah ... yang mematikan Nyonya, wabah yang menyerang dunia beast. kami belum menemukan obat untuk mengobati semua para Beastman Nyonya jadi ... " jawab Tristan.
"Bukankah kalian mempunyai kekuatan yang melebihi dewa kenapa tidak bisa mengobati wabah tersebut" ucap Raline.
Zero mengisyaratkan Tristan untuk keluar dengan mengibaskan tangannya. Tristan yang tau kode itu langsung keluar ruangan itu dengan segera sebelum dia mendapatkan amukan dari sang Tuan.
"Tristan hey mau kemana kau ..." ucap Raline berteriak tapi dihentikan oleh zero.
"Sayang aku akan menjelaskan semuanya, tapi sebelum itu kau harus menidurkan burung kecilku ini" bisik Zero. Raline tercengang mendengar bisikan itu, bisa bisanya zero dengan keadaan genting begini memikirkan burung kecilnya. tapi dia tidak bisa menolak. Setelah itu Zero menceritakan semua yang terjadi di dunia beast kenapa dia sering lembur dan Simon,Rick pergi dari mansion untuk menangani wabah tersebut.