Me And The Beasts

Me And The Beasts
61



Simon dan raline menemukan sebuah gubuk terbengkalai. Simon mengeluarkan aura spiritualnya untuk membersihkan tempat itu. dan dalam sekejap tempat itu bersih. Kebetulan di sana terdapat sebuah ranjang walaupun itu terbuat dari kayu,lumayan ya setidaknya bisa untuk berbaring.


Simon berubah dan tanpa menunggu lama Simon menarik pinggang Raline ke dalam pelukannya. "Bagaimana kalau disini" bisik Simon di telinga raline. detik itu juga tanpa menunggu persetujuan Raline. Simon melu mat bibir Raline dengan rakus. pagutan itu lepas saat mereka akan kehabisan oksigen. Dengan nafas yang menderu Simon melu mat bibir itu lagi dan selanjutnya adegan ranjang dimulai.


Entah berapa kali mereka lakukan hingga Raline tertidur dengan pulas di pelukan Simon. simon seperti mempunyai tenaga ekstra saat melakukan itu karena Raline dibuat kelelahan dan berakhir tertidur.


...****************...


Siang itu Simon mendapatkan kabar dari seekor burung dia memberitahu kalau tawanan yang bernama Alex Beastman ular telah kabur, dan lebih buruknya lagi dia kehilangan kontak dengan Zero. burung itu juga mengatakan kalau untuk akses ke beast central diperketat.


Simon terheran heran ada apa gerangan zero menghilang tanpa jejak dan lebih buruknya tidak bisa menghubungi Zero. dimana asisten pribadi yang bernama Tristan itu. kenapa tidak dia yang memberi kabar langsung kenapa lewat burung Pipit. Yang notabene burung kecil yang sebenarnya bukan burung pembawa pesan.


Banyak tanda tanya dalam pesan yang dikirimkan. apakah terjadi sesuatu di beast central.


Burung Pipit itu juga berpesan bahwa Simon harus membawa pergi jauh Raline sejauh mungkin. Membawa pergi sejauh mungkin kemana? sedangkan dia belum tau apa masalahnya. Simon mencoba untuk tidak percaya tapi jika situasi ini menyangkut nyawa bagaimana. Simon tidak punya pilihan lain selain menuruti burung Pipit itu.


" Linlinku bagaimana kalau kita keliling dunia beast, kata Zero kau baru sebagian berkunjung. karena masalah wabah ini sudah teratasi kita harus merayakanya, Zero sedang sibuk sehingga tidak bisa menemanimu, dan anak kita sudah bisa mandiri. bagaimana kalau kita manfaatkan perayaan ini untuk kita berdua? membuat moment yang indah agar adik Eli dan rizef hadir disini" ucap Simon sambil mengelus perut Raline yang masih rata.


Dia berusaha meyakinkan Raline agar dia tidak terlalu memikirkan Zero dan anaknya untuk sementara waktu. sambil Simon memantau keadaan dan membaca situasinya. walau cepat atau lambat Raline mengetahuinya.


" Iya Zero yang menyuruh kita untuk berkeliling dunia beast. katanya untuk menghiburmu karena sudah dua bulan ini kau sudah bekerja keras merawat Beastman disini" bohong Simon.


" Baiklah jika Zero mengijinkan tapi kita mau kemana?" tanya raline.


" Nanti kau akan tau sendiri dan sore ini kita harus berangkat, siapkan yang perlu kita bawa. lebih cepat lebih baik bukan!" ucap Simon sambil mengerlingkan matanya.


" Maaf Raline aku harus berbohong padamu, beri aku waktu untuk menjelaskannya " Batin Simon.


" Kita menggunakan apa perginya? agar aku tidak membawa banyak barang " ucap Raline.


" Pakai ini untuk membawa apa yang ingin kau bawa " ucap Simon. Simon memberikan sebuah cincin dimana cincin itu mempunyai ruang dimensi yang bisa membawa banyak barang.


" Wah canggih juga! baiklah aku akan menyiapkan semuanya " ucap Raline. Raline pergi ke tenda ruang pribadi Raline. dia mengemas baju bajunya, dia tak lupa membawa alat medis yang diberikan Zero dan beberapa ramuan juga obat-obatan.


Raline hampire saja lupa membawa bekal makanan jika Simon tidak mengingatkannya karena dia pikir makanan bisa dicari dihutan atau nanti akan bertemu pemukim Beastman lain.


Raline tidak tau kondisi diluar sana jadi Simon menyuruh Raline untuk membawa bekal makanan lebih banyak. Simon tidak tau harus berapa lama dia berkelana. dan Simon beralasan pada Raline. Bila mempunyai persediaan makanan yang banyak jika bertemu dengan Beastman miskin maka bisa diberikan. alasan itu yang logis dipikiran Simon. sehingga Raline tidak curiga.