
Tanpa mereka sadari dibalik pohon ada Beastman misterius yang sedang melihat interaksi mereka. Beastman misterius itu mengubah aromanya setiap kali datang jadi Simon dan yang lainya tidak tau sebenarnya siapa Beastman misterius yang menjadi partnernya selama ini.
Dia mau mengintruksi Simon bahwa pergerakan Beastman serigala sudah diketahui oleh para tetua Beastman atau raja beastman lainya. sehingga dia mau memperingatinya. tapi apa ini yang dia lihat malah Simon bercengkrama dengan ratu Beast central.
" kurang ajar ternyata betina yang aku lihat waktu lalu adalah istrinya zero. jika aku tahu itu dia aku akan membunuhnya. Dan apa ini apa Simon tertarik dengan betina itu? sialan rencanaku untuk memanfaatkan kekuatan beastman serigala gagal. aku harus segera bertindak. pasukanku sudah mulai berkembang banyak. berkat batu mana serigala pertumbuhan mereka cepat berkembang, heh lihat saja kau Simon kau akan menyesal telah menghianatiku" ucap Beastman misterius itu.
Setelah lama mengintai dari balik pohon Beastman misterius itu langsung pergi tanpa jejak.
...****************...
Hari hari mereka lalui dengan selalu ada pertengkaran diantara zero, Simon dan Rick. walau mereka sering berbeda pendapat, demi Raline mereka menurun egonya. padahal Simon belum resmi jadi pasangan Raline tapi dia sudah mencap Raline sebagai pasangannya.
Demi mempercepat mendapatkan batu mana zero,Simon dan Rick berada di mansion baru. mansion itu murni dari hasil pemikiran Raline sehingga zero, Simon dan Rick menyatukan kekuatannya untuk membangun mansion itu hanya satu malam. Mansion itu dekat dengan penambangan batu mana. disebuah pegunungan dekat yang jauh dari pemukiman para Beastman. Sehingga jika batu mana itu habis tidak butuh waktu lama untuk menggantinya.
"zero apa yang kau lakukan" ucap Raline. Raline dikagetkan zero yang memeluknya dari belakang. Saat ini Raline sedang berada di balkon kamarnya.
"Aku sangat merindukanmu" ucap zero.dia menghirum dalam dalam ceruk leher Raline. Raline yang baru saja terbangun dalam tidurnya langsung ke balkon dia ingin mencium aroma pagi dan melihat matahari terbit.
"Maaf aku sering meninggalkanmu karena ada hal yang harus aku bereskan" sesal zero memang hari yang damai hanya bertahan hanya beberapa Minggu, dan masalah ini makin menguras tenaganya.
"Tidak apa sayang aku akan menjaga dan melindungi anak kita" ucap Raline sambil mengelus punggung tangan zero yang melingkar diperutnya.
Raline yang tahu kode itu hanya bisa tersenyum. dia membalikkan tubuhnya dan langsung menyatukan benda kenyal itu dibibir zero. Raline mengalungkan tangannya di leher zero. zero menerima asupan amunisi yang menjadi candunya merasakan sangat bahagia.
Setelah pengisian amunisi usai mereka saling pandang dan saling melempar senyuman tak bisa dipungkiri Raline juga sangat merindukan sentuhan memabukkan yang diberikan zero. begitupun dengan zero. Dan akhirnya merekapun mengulang pertemuan benda kenyal itu sampai nafas mereka akan habis.
"hosh hosh hosh .... jangan menggodaku sayang? aku selama ini menahanya" ucap zero. sekilas mengeecup bibir itu.
"emm maaf aku ... hanya terbawa suasana saja. kan sudah lama ga dicelup" ucap Raline tanpa malu. jujur saja Raline juga sangat menginginkannya apa lagi setengah tahun dia tidak merasakan sensasi terbang kelangit ketujuh.
Zero yang mendengar itu hanya tersenyum.
"Lain kali saja yah, kau masih belum pulih seutuhnya, sekarang kau mandi dulu, aku pamit pergi ada hal yang harus aku datangi pagi ini" ucap Zero mendaratkan ciumannya dikepala Raline.
"emm, hati hati dijalan sayang" ucap Raline.
Zerooun meninggalkan Raline setelah mendapatkan amunisinya.
...****************...
Ruangan kamar yang sepi tidak berpenghuni. tiba tiba sesuatu yang berbentuk telur itu ada retakan disebagian sisinya. Raline yang sedang mandi. zero yang sedang pergi entah kemana. sedangkan Simon sedang memasak sarapan untuk Raline. sehingga kamar Raline tidak berpenghuni. retakan retakan itu semakin melebar. Dan ....